RPJMD

A+ A A-
Super User

Super User

Menghadapi Idul Fitri, Persediaan Pangan Masih Aman

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan merilis laporan terkini perihal ketersediaan bahan pangan di masa pandemi COVID-19 dan menghadapi kebutuhan selama Idul Fitri 1441 H. Plt. Kepala Dinas Paperkan, Sumaedi menegaskan persediaan bahan pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat Wobosobo, hingga pertengahan bulan Mei masih sangat mencukupi. "Dengan dukungan ketersediaan pangan di lingkup Provinsi Jawa Tengah dan Nasional, ketersediaan pangan pokok bahkan bisa diproyeksi hingga beberapa bulan kedepan," terang Sumaedi ketika dihubungi melalui panggilan video, Jumat (15/5/2020).

Untuk bahan pangan yang bersumber dari produksi pertanian di Kabupaten Wonosobo, Sumaedi mengaku secara umum mencukupi dan aman baik dari segi ketersediaan maupun harga di pasaran. Namun, untuk komoditas pangan lain seperti daging dan telur ayam, kedelai, kacang tanah dan bawang merah, ia menyebut bahwa sampai saat ini memang dicukupi dari luar daerah. "Karena itu, dalam distribusi bahan pangan pokok tersebut, kami berharap agar bisa dijaga kelancarannya, khususnya dalam masa masa pandemi COVID-19 ini, dimana ada sejumlah pembatasan pergerakan lalu lintas," ujar Sumaedi.

Dengan tercukupinya kebutuhan pangan pokok di Kabupaten Wonosobo, Sumaedi berharap warga masyarakat tidak perlu panik, terlebih sampai melakukan aksi borong hanya karena khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka. "Di masa-masa seperti saat ini dibutuhkan ketenangan dan kewaspadaan semua pihak, serta solidaritas antar sesama sehingga semua masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan pokok masing-masing," tandasnya. Ia juga mengaku tetap optimis dengan semangat gotong royong dan saling peduli yang dimiliki masyarakat Wonosobo, masa masa berat akibat pandemi global COVID-19 akan dapat dilalui hingga kehidupan kembali berjalan sebagaimana biasa.

Warga Diminta Tak Saling Kunjung Di Idul Fitri 1441 H

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo meminta warga meniadakan tradisi saling berkunjung ke rumah sanak saudara, baik dalam 1 lingkungan desa, antar desa maupun antar Kecamatan pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H mendatang. Selain itu, warga juga diimbau tidak melaksanakan acara Halal Bi Halal, baik yang hanya dengan tetangga sekitar, atau dalam lingkup lebih luas hingga menimbulkan keramaian dan kerumunan massa. Imbauan tersebut secara resmi telah diterbitkan dalam bentuk Instruksi Bupati Nomor 091 Tahun 2020, tertanggal 14 Mei 2020.

Dalam instruksi yang mempertimbangkan kondisi semakin meluasnya persebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, serta peningkatan jumlah Pasien dalam Pengawasan yang mencapai  angka 155, dimana 58 diantaranya sudah terkonfirmasi positif, warga juga diminta agar sholat Ied di rumah masing-masing. Bupati menegaskan kepada para Camat maupun Kades dan Lurah selaku Ketua Gugus Tugas Wilayah di seluruh Wonosobo untuk tetap mengupayakan percepatan penanganan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan berupa Social Distancing dan Physical Distancing.

Kepala Bagian Kesra Setda, Isnanto ketika dihubungi melalui sambungan telepon menambahkan, bahwa sejumlah tradisi lebaran pada 1441 H ini memang diminta untuk ditiadakan. "Mengingat situasi saat ini memang mengharuskan kita lebih waspada agar penyebaran virus Corona tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi," terang Isnanto. Selain Halal Bi Halal dan tradisi saling berkunjung serta sholat Ied di rumah, Isnanto juga menyebut tradisi takbiran diminta agar tak lagi dengan melibatkan banyak massa. "Untuk takbir keliling, sesuai instruksi Bupati agar ditiadakan, dan takbir cukup di Mushola atau Masjid dengan pengeras suara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19," tandasnya.

400 Pekerja Yang Dirumahkan Terima Bantuan Sembako

Pandemi global COVID-19 memaksa ribuan buruh di Kabupaten Wonosobo untuk menerima kenyataan pahit, sementara waktu harus bersedia dirumahkan akibat perusahaan tak bisa berjalan selayaknya biasa. Dari catatan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kristiyanto ada tak kurang dari 2000 buruh yang mesti dirumahkan karena operasional perusahaan mereka terdampak wabah COVID-19.

Mengingat beratnya beban kehidupan para pekerja yang tengah menjalani masa sulit ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggandeng unsur pengusaha dan panitian peringatan hari buruh sedunia, menggelar bakti sosial pemberian santunan untuk 400 pekerja terdampak, Kamis (14/5/2020). Bupati Wonosobo, Eko Purnomo yang hadir dalam penyerahan paket sembako bagi para buruh di halaman kantor Disnakertrans tersebut, mengapresiasi kesediaan para pelaku usaha dan panitia Mayday 2020 yang secara gotong royong meringankan beban saudara-saudaranya. "Atas nama Pemkab Wonosobo maupun secara pribadi, saya menyampaikan apresiasi yang besar kepada teman-teman panitia May Day dan dunia usaha, karena atas kerjasama yang baik  kegiatan bantuan sosial ini bisa terlaksana," tutur Bupati. Bantuan berupa paket bahan pokok, menurut Bupati diperuntukan bagi karyawan atau buruh yang dirumahkan dan telah mengikuti imbauan pemerintah tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran COVID-19. "Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan semua pemangku kepentingan berharap kepada karyawan atau karyawati yang bekerja di Kabupaten Wonosobo agar tetap semangat dalam menjalankan aktivitas, bisa mengolah ataupun mempunyai ide-ide gagasan kreatif di rumah," lanjutnya.

Adanya perhatian berupa bantuan paket sembako tersebut sejalan dengan keinginan para buruh, yang menurut Andrias Suroso selaku ketua panitia May Day sudah sangat merasakan beratnya beban akibat pandemi COVID-19. "Mengingat situasi saat ini yang memaksa para buruh tetap berada di rumah, kami memang sangat mengharapkan adanya perhatian dan kepedulian dari pemerintah agar setidaknya beban keseharian bisa lebih ringan," ungkap Suroso. 

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kristiyanto menjelaskan, ada beberapa perusahaan swasta dan BUMD yang terdampak COVID-19 yang sebagian merumahkan karyawannya. "Berdasarkan data yang ada di Kantor kami, diketahui banyak pekerja atau buruh yang terdampak COVID-19 per 14 Mei, terdapat 2202 orang yang dirumahkan namun belum ada orang yang di-PHK," ujar Kristiyanto.

Selain itu Disnakertrans terus bersosialisasi ke setiap perusahaan untuk tidak mem-PHK karyawannya, seandainya terjadi PHK diharapkan perusahaan memberikan hak-hak karyawannya sesuai dengan peraturan yang ada di Kemenakertrans.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659