RPJMD

A+ A A-
Super User

Super User

100% Warga Bisa Akses Jamban Sehat, Leksono Deklarasi ODF

Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo mendeklarasikan wilayahnya kini telah bebas dari buang air besar sembarangan (BABS) atau juga sering diistilahkan dengan Open Defecation Free (ODF). Dukungan dari berbagai pihak dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan serta tekad kuat warga masyarakat setempat disebut Camat Leksono, Bambang Wen sebagai faktor kuat terwujudnya ODF di wilayahnya. “Keberhasilan membebaskan Kecamatan Leksono dari kebiasaan buang air besar sembarangan ini tidak lepas dari adanya dukungan berbagai pihak, seperti Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Wonosobo, lembaga perbankan seperti BRI, BNI, Bank Jateng, BMT Marhamah hingga unsur organisasi lain yang bahu membahu untuk memberikan akses sanitasi yang layak bagi warga masyarakat,” tutur Bambang saat menyapaikan sambutan pembukaan acara deklarasi ODF di lapangan Leksono, Kamis (30/1).

Baznas Kabupaten Wonosobo, disebut Bambang bahkan memberikan bantuan kepada 100 lebih warga Leksono untuk membuat jamban sehat di rumah, dengan nilai bantuan per keluarga mencapai lebih dari 700 ribu rupiah. Dorongan dan motivasi dari pemerintah Kabupaten melalui satuan kerja sanitasi yang saat ini diketuai oleh Dandim 0707 Wonosobo, Letkol CZI Wiwid Wahyu Hidayat juga diakui Bambang mempercepat upaya menuju ODF di wilayah Leksono. Karena itulah, kepada seluruh pihak yang telah turut terlibat secara aktif dalam kerja keras tersebut, ia menyampaikan rasa terimakasih setulus hati. Kepada segenap warga Leksono yang kini telah dapat mengakses jamban sehat melalui program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), Bambang juga menyampaikan harapannya agar kebiasaan pola hidup sehat (PHBS), dimana salah satunya dengan buang air besar di jamban terus dibiasakan. 14 Desa di Leksono yang telah menyakatan komitmen untuk melanjutkan STBM dan tidak lagi BABS diharapkan Babang untuk terus memperkuat koordinasi agar warga di masing-masing desa tidak lagi kembali kepada kebiasaan lama yang tidak sehat.

Menanggapi telah tuntasnya program ODF di wilayah Kecamatan Leksono, Bupati Wonosobo Eko Purnomo yang hadir dalam even tersebut bersama Dandim, Kapolres, Sekda serta sejumlah pimpinan OPD mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak terkait. Setelah Kecamatan Leksono yang mencapai 100 % ODF, sejumlah Kecamatan lain juga diharapkan segera mewujudkan hal serupa. “Dari data BAPPEDA hingga Januari 2020 ini, tercatat masih ada 65,34 % atau lebih dari 340 ribu jiwa di Kabupaten Wonosobo yang berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” beber Eko. Dari catatan itu pula, Eko menyebut setidaknya ada 5 Kecamatan lain yang capaian ODF sudah mencapai di atas 70 % yaitu Watumalang, Wadaslintang, Wonosobo, Kalibawang, dan Sukoharjo. “Sementara yang di bawah 70% dan di atas 50 % ada Kejajar, Garung, Selomerto, Kepil, dan Kalikajar, serta yang di bawah 50 % yaitu Kecamatan Sapuran, Kertek dan Mojotengah,” lanjutnya.

Adanya kebiasaan warga BABS tersebut, diakui Eko menjadi salah satu faktor yang menempatkan Kabupaten Wonosobo saat ini di peringkat ke-34 dari 35 Kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Karena itulah, Bupati mengaku telah mencanangkan target agar pada Tahun 2020, dua Kecamatan, yaitu Sukoharjo dan Watumalang akan bisa menyusul Leksono dan Kaliwiro yang sudah lebih dulu 100% ODF.

Mahasiswa UIN Jakarta Gelar Seminar Anti Hoax Di SMP Ma’arif Kalibawang

Sejumlah Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar seminar pendidikan yang bertujuan memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi SMP Ma’arif Kalibawang tentang bahaya yang bisa ditimbulkan akibat berita yang tidak benar alias hoax. Bertempat di Mushola SMP Ma’arif Kalibawang, Rabu (29/1).

Dalam seminar yang bertema “Kiatkan Diri Untuk Menjadi Generasi Berkualitas Tinggi” tersebut, pihak penyelenggara menggandeng beberapa instansi terkait, yaitu Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta dari Polres Wonosobo. Seminar tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari program Safari Dakwah ke-25 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Danang Hari Purnomo, narasumber dari Diskominfo menjelaskan pengertian hoax dan bahaya yang ditimbulkannya dapat berdampak sangat besar, mulai dari pertikaian, kekacauan, sampai bisa menimbulkan perang. Dalam paparannya, ia memberikan contoh melalui video yang berdurasi sekitar 10 menit betapa cepatnya suatu berita hoax tersebar di media sosial. Danang juga menjelaskan cara bagaimana kita menyikapi suatu berita dan mencari tahu kebenarannya sebelum berpendapat ataupun menyebarkan berita tersebut, jangan sampai kita menjadi bagian dari viralnya suatu berita yang belum pasti kebenarannya.

“Kenapa masyarakat bisa kena hoax? Apa sebabnya?”, tanya Danang di tengah interaksi dengan para siswa. 3 faktor penyebab masyarakat mudah terpengaruh hoax, menurutnya yaitu rendahnya literasi, efek polarisasi karena masalah politik dan SARA, dan adanya media yang partisan. Pihak penyelenggara menggandeng Dinas Arpusda bukan tanpa alasan, Dinas Arpusda merupakan Dinas yang bisa dijadikan ruang literasi oleh para siswa. Karena dengan banyak membaca buku, para siswa akan memperoleh banyak sumber bacaan yang bisa dijadikan acuan dalam menangkal berita hoax. Dengan program andalannya yaitu Perpustakaan Berbasis Inklusi, Dinas Arpusda mendatangkan mobil yang telah disulap menjadi perpustakaan. Para siswa-siswi pun menyambut dengan antusias, mereka rela berdesakan untuk memilih buku-buku yang telah disediakan oleh Dinas Arpusda tersebut.

Selain merugikan orang lain, menyebarkan berita hoax juga merugikan diri sendiri karena bisa berurusan dengan hukum. IPTU. Nur Wahyu Wibowo, S.H. dari Polres Wonosobo menyebutkan tentang pasal yang bisa menjerat para penyebar berita hoax, dan hukumannya juga tidak main-main, mulai dari kurungan 6 tahun hingga denda 1 miliar rupiah.

Sugeng Dwiyitno, S.Pd. selaku kepala sekolah SMP Ma’arif Kalibawang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait yang telah menyukseskan terselenggaranya seminar tersebut. “Semoga setelah para siswa-siswi mengikuti seminar ini, akan menjadi lebih bijak dalam menyikapi berita yang beredar di masyarakat”, harapnya.

Mobil Damkar Baru Setelah Enam Belas Tahun

Setelah 16 tahun akhirnya BPBD Kabupaten Wonosobo mempunyai mobil pemadam kebakaran yang baru. 1 unit mobil pemadam kebakaran yang baru ini menggenapi mobil pemadam kebakaran yang sudah ada sebanyak 2 unit. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Wonosobo, Zulfa Akhsan, pada acara Rakor Kebencanaan. Bertempat di aula BPBD Kabupaten Wonosobo, Jum’at (24/1).

Pada acara Rakor ini juga dilaksanakan Penyerahan bantuan bencana Gubernur Jawa Tengah, Launching mobil Damkar dan Tangki APBD 2019, Peresmian Gedung Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Wonosobo serta Temu StakeHolder Kebencanaan.

Pada kesempatan itu, Zulfa Akhsan juga menyampaikan bahwa Mobil Damkar yang berkapasitas 5000 Liter dan mobil Tangki yang di-launching ini merupakan mobil yang menggunakan APBD Kabupaten Wonosobo tahun 2019 senilai 1,9 Milyar. Jadi hingga saat ini BPBD Wonosobo mempunyai 3 unit mobil Damkar, 2 unit Damkar yang lama dan 1 unit Damkar yang baru, dan 2 unit mobil Tangki, 1 unit yang lama dan 1 unit yang baru.

“Mengingat bencana kebakaran nyaris hampir setiap hari ada, dan menjadikan bencana kebakaran berada di urutan 2 setelah bencana alam tanah longsor, maka mobil damkar sangat diperlukan. Apalagi 2 unit mobil damkar yang sudah ada berusia tua, meski selalu dipelihara tetapi keberadaan 1 unit yang baru ini akan sangat membantu dalam mengatasi masalah kebakaran di Wonosobo”, ungkap Zulfa.

Zulfa juga berharap kedepan secara bertahap Wonosobo akan memiliki lebih banyak lagi Mobil Damkar. “Semoga secara bertahap, kedepan Wonosobo akan mempunyai mobil damkar lagi, idealnya ada 8 unit damkar, 3 untuk wilayah perkotaan dan 5 untuk ditempatkan di eks Kawedanan se Wonosobo. Dengan begitu apabila ada bencana kebakaran akan lebih mudah tertangani meski itu berada di Kecamatan-Kecamatan yang jauh”, pungkas Zulfa.

Sementara pada kesempatan itu, Bupati Wonosobo, Eko purnomo, SE.MM, atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Daerah, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, SH., M.I.P, atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada warga kami, yang terdampak musibah bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan bantuan yang Bapak berikan, akan meringankan dan membawa kemanfaatan serta kebaikan bagi warga kami, minimal bisa sedikit mengurangi beban para warga yang tertimpa musibah bencana alam ini.

Ucapan selamat juga disampaikan atas di-Launching-nya Mobil Pemadam Kebakaran, Mobil Tangki Air dan Gedung Pusdalops BPBD Kabupaten Wonosobo. “Mudah-mudahan dengan segala fasilitas yang kita miliki ini, mampu  meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat, dan dengan mobil pemadam serta mobil tanki air ini, diharapkan dapat mempercepat penanganan operasi pemadaman ketika terjadi bencana kebakaran”, terang Eko Purnomo.

“Saya juga minta peralatan serta fasilitas yang kita miliki ini, untuk dapat digunakan dan dirawat dengan sebaik mungkin, karena peralatan tersebut merupakan yang sangat vital jika terjadi bencana kebakaran”, pungkas Eko Purnomo.

Selain launching Mobil Damkar dan Tangki serta peresmian gedung Pusdalops, pada kesempatan itu juga dibagikan bantuan Gubernur Jawa Tengah, kepada masyarakat yang terkena musibah angin kencang atau puting beliung beberapa waktu lalu 20-21 Oktober 2019 di beberapa wilayah Kabupaten Wonosobo. Bantuan Gubernur Jawa Tengah berupa uang sebesar 15 Juta yang diberikan kepada 3 orang korban bencana yang rusak berat roboh dan 10 juta untuk 29 orang korban bencana yang rusak berat. Jadi total ada 335 juta bantuan dari Gubernur Jawa Tengah.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659