RPJMD

A+ A A-
Super User

Super User

Pembelajaran Di Rumah Belanjut Sampai 13 April 2020

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerbitkan surat edaran (SE) resmi tentang layanan penyelenggaraan Pendidikan dalam rangka pencegahan, penularan dan penyebaran corona virus desease (COVID-19). Surat bernomor 420/157/2020 tertanggal 24 Maret 2020 tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo atas nama Bupati Wonosobo. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Eko Premono ketika dihubungi melalui sambungan telpon pada Kamis (26/3/2020) membenarkan perihal terbitnya surat edaran yang ditujukan untuk seluruh Kepala Satuan Pendidikan  se Wonosobo tersebut.

Menurut Eko, sejumlah poin penting yang termaktub dalam SE itu antara lain adalah tentang kebelanjutan pembelajaran sistem Daring (Online) maupun Luring (Offline) bagi para siswa selama masa penanganan wabah COVID-19. Apabila sebelumnya siswa diputuskan untuk belajar di rumah mulai tanggal 17 Maret hingga 29 Maret 2020, dalam SE tersebut ditetapkan kelanjutannya, yaitu sampai dengan Senin tanggal 13 April 2020. “Penetapan kebijakan perihal kelanjutan KBM system daring dan luring akan terus dievaluasi seiring pekembangan status kedaruratan yang diakibatkan oleh penyebaran COVID-19,” terangnya.

Selain mengatur tentang kelanjutan pembelajaran tanpa tatap muka, Eko juga menyebut bahwa dalam SE itu diatur pula ketentuan perihal Ujian Nasional, Kelulusan dan Kenaikan Kelas. “Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 baik di jenjang SMP/MTs, Program Paket B, maupun Paket C dibatalkan,” bebenya. Dengan dibatalkannya UN, Eko menyebut maka keikutsertaan ujian nasional disebut Eko tidak lagi menjadi syarat kelulusan maupun syarat untuk melanjutkan pada jenjang Pendidikan lebih tinggi. Untuk kriteria penentu kelulusan siswa, menurut Eko akan menggunakan sikap dan perilaku dengan standar minimal baik. Sementara, untuk jenjang Pendidikan SD / sederajat, Eko menyebut akan ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (Kelas 4, 5 dan Kelas 6 semester gasal).

Sedangkan untuk penentuan kenaikan kelas, SE tersebut menurut Eko juga telah mengatur agar penilaian akhir tahun pelajaran tidak dilakukan dalam bentuk tatap muka, melainkan menggunakan portofolio nilai rapor dan prestasi sebelumnya. “Juga bisa menggunakan nilai  penugasan dan tes baik melalui daring maupun luring, serta asesmen jarak jauh lainnya yang dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dengan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh,” tandasnya.

Satu PDP Di RSUD Setjonegoro Positif COVID-19

Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Setjonegoro Wonosobo beberapa waktu terakhir, dinyatakan positif Corona Virus Desease (COVID-19). Juru bicara resmi pemkab Wonosobo untuk penanganan COVID-19, dr. Riyatno memastikan hal tersebut dalam gelar konferensi pers bersama Bupati, Sekda dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sekretariat Satgas COVID Kabupaten, Rabu malam  (25/3/2020) sekitar pukul 21.00 WIB. “Hasil tes spesimen pasien yang kami kirimkan ke laboratorium baru keluar tadi siang, dan benar bahwa yang bersangkutan positif COVID-19 dan kami nyatakan sebagai kasus 1,” terang dr Riyatno. Menurutnya, kondisi pasien dengan nomor registrasi 653 itu saat ini cenderung membaik setelah dirawat pihak RSUD Setjonegoro sejak tanggal 18 Maret 2020. Ia juga menambahkan bahwa pasien asal Kecamatan Kertek tersebut, sebelumnya memiliki riwayat pekerjaan merawat lansia di Jakarta, kemudian pulang ke Wonosobo karena sakit, dan menjalani rawat inap di RSI Wonosobo sebelum dirujuk ke RSUD Setjonegoro.

Terhadap perkembangan terbaru penanganan COVID-19, Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo menyatakan status baru Kabupaten Wonosobo, yaitu kini masuk ke masa tanggap darurat setelah sebelumnya berstatus Siaga COVID-19. Atas dasar perubahan status itu pula, Andang menegaskan akan memberlakukan pengawasan secara lebih ketat terhadap orang luar yang masuk ke Wonosobo. “Teknis di lapangan nanti kami akan dibantu unsur TNI dan Polri untuk pola pengawasannya, agar mencegah penyebaran COVID-19 agar tidak meluas di Kabupaten Wonosobo,” terangnya.

Sementara untuk penanganan pasien COVID-19 di RSUD Setjonegoro, Andang menyebut sesuai dengan protokol resmi pemerintah, bahwa pasieng yang dinyatakan COVID-19 positif segala biaya yang keluar bakal ditanggung pemerintah Kabupaten. Kepada warga masyarakat Wonosobo, pihak Pemkab ditegaskannya juga meminta agar berhati-hati ketika menerima informasi yang tidak jelas sumbernya, atau masuk kategori berita bohong (HOAX). Sebagai contoh berita yang simpangsiur dan beredar di media sosial maupun grup-grup percakapan online tentang kondisi pasien diberitakan telah meninggal, faktanya tidak benar. Terhadap berita-berita HOAX, Andang juga menegaskan bahwa Kapolres Wonosobo telah secara tegas akan menindak siapapun yang menjadi penyebar berita bohong. Informasi akurat dan resmi perihal penanganan Virus Corona disebut Andang sudah disediakan di website corona.wonosobokab.go.id.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Wonosobo Eko Purnomo juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan dan berusaha untuk tidak keluar rumah serta bertemu orang banyak yang beresiko penyebaran virus. "Untuk sementara waktu saya harap masyarakat Wonosobo agar menghindari kerumunan masa, tidak keluar rumah, tetap menjaga kebersihan dan menjaga pola hidup sehat agar imun tubuh mampu menolak COVID-19,” tandasnya. Kemudian, apabila memang merasakan sakit dengan tanda tanda seperti Flu, Bupati meminta warga untuk jangan malu atau takiut dan segera periksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

Cegah TB, Direktur RSUD Setjonegoro Bagi-Bagi 100 Masker Gratis

Peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia ke-138 digelar RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan kegiatan sederhana penuh manfaat pada Selasa (23/3/2020). Direktur Utama RSUD Setjonegoro, dr. R. Danang Sananto Sasongko, M.M. bersama dr. Kenyorini Sp.P dan sejumlah petugas medis di Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menggunakan momen tersebut untuk upaya promotif mengampanyekan bahaya penyakit TB kepada para pasien dan pengunjung yang berada di ruang tunggu lobi Rumah Sakit. Para pengunjung dan pasien juga diberikan masker gratis dan snack berupa coklat.

Hal itu dilakukan dengan tujuan agar masyarakat yang mengalami gejala TB seperti batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh, sesak napas dan nyeri dada, badan lemas dan nafsu makan berkurang, demam meriang berkepanjangan hingga berat badan menurun, serta orang yang telah kontak dengan pasien TB segera memeriksakan ke Fasilitas Layanan Kesehatan terdekat. “Terlebih dengan merebaknya virus Corona di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia ini, dimana gejala virus Corona ada dalam salah satu gejala penyakit TB, kami ingin agar setiap orang lebih sadar dengan potensi resiko yang mungkin berada di sekitar mereka,” tutur dr. Danang Sananto. Upaya itu merupakan bagian dari pencegahan dini, karena menurutnya, jauh lebih baik dan lebih murah apabila menjaga diri, dengan tetap waspada dan menjaga kesehatan, daripada ketika harus berobat.

Terkait dibagikannya masker gratis, dr. Kenyorini, Sp.P menambahkan bahwa hal itu merupakan wujud kepedulian pihak Rumah Sakit di tengah kelangkaan masker yang menjadi alat pelindung penting. Selain itu, penggunaan masker juga diharapkannya bisa menjadi budaya, dimana jika sedang sakit maka dengan sendirinya masyarakat memakai masker agar tidak menulari yang lainnya.

Melalui upaya sosialisasi tersebut, Kenyo juga meminta agar setiap orang yang mengidap penyakit TB atau batuk lebih dari 14 hari segeralah berobat, karena sama halnya dengan virus Corona gejalanya hampir mirip yaitu flu, batuk, dan demam. “Segeralah berobat sebelum penyakitnya menjadi lebih fatal lagi, mari kita berantas TB mulai dari kita sendiri, jaga kebersihan diri serta lingkungan dengan membiasakan hidup sehat,” pungkasnya.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659