RPJMD

A+ A A-
Super User

Super User

Empat Desa Dinyatakan Informatif, Wonosobo Kuasai Pemeringkatan Keterbukaan Informasi

Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah memutuskan 4 Desa di Kabupaten Wonosobo sebagai Badan Publik Informatif dan berhak atas penghargaan KIP Award 2019. Keempat desa tersebut, yaitu Desa Pucungwetan Kecamatan Sukoharjo, Desa Mlandi Kecamatan Garung, Desa Burat Kecamatan Kepil, dan Desa Gondang Kecamatan Watumalang dinyatakan sebagai peraih nilai tertinggi di antara 86 desa se-Jawa Tengah yang turut dalam penilaian oleh Tim KI Provinsi Jawa Tengah selama 10 Bulan terakhir. Atas prestasi tersebut, keempat desa menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam gelar penganugerahan penghargaan Komisi Informasi Jawa Tengah, di Patra Convention Semarang, Kamis (19/12) malam.

Kepala Desa Pucungwetan, Wagini ketika ditemui seusai penerimaan penghargaan mengaku sangat bersyukur upaya dan kerja keras jajaran pemerintahan desa didukung Kecamatan Sukoharjo dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Kominfo dan bagian Pemerintahan Setda menuai hasil maksimal. “Predikat sebagai badan publik desa Informatif ini menjadi bukti bahwa desa kami meskipun berada jauh dari pusat keramaian Kota mampu menampilkan transparansi dan akuntabilitas publik sesuai peraturan yang berlaku,” ungkap Wagini. Menuai poin tertinggi, yaitu mencapai 92,77 dan mengungguli desa-desa lain di Jawa Tengah, diakui Wagini menjadi kebanggaan tersendiri meski tak serta merta menghentikan beragam inovasi yang lebih baik lagi ke depannya. Menjadi badan publik pemerintahan desa dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel ditegaskan Wagini akan tetap dipertahankan Pucungwetan, demi memenuhi amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Selain desa Pucungwetan yang berhasil meraih nilai tertinggi, penghargaan dari KI Provinsi juga diberikan kepada Desa Mlandi di peringkat kedua dengan nilai 92,37, Desa Burat di peringkat ketiga dengan nilai 92,13 dan Desa Gondang di peringkat keempat dengan nilai 91,64. Kepala seksi Pelayanan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Priyo Cahyono menerangkan, dalam pemeringkatan keterbukaan informasi Publik kategori Badan Publik Desa oleh Komisi Informasi, Wonosobo mengirimkan 10 Desa. “Dari 10 Desa tersebut, sebanyak 8 Desa masuk ke tahap akhir uji publik dan visitasi oleh KI Provinsi pada pertengahan November lalu,” jelasnya. Hasil uji publik dan visitasi itulah yang menurut Priyo kemudian membuahkan nilai akhir, dimana kedelapan desa tersebut berhasil masuk dalam 17 Desa yang diundang menerima penghargaan. Selain keempat desa yang meraih nilai tertinggi dan berhak atas predikat informatif, lima desa lain juga mampu meraih predikat menuju informatif.

Keempat desa lain, disebut Priyo adalah Desa Kalierang Kecamatan Kalierang di peringkat kelima dengan nilai 89,71, kemudian Desa Krinjing Kecamatan Watumalang dengan nilai 88,63, Desa Igirmranak Kejajar, nilai 85,37 dan Desa Winongsari Kecamatan Kaliwiro dengan nilai 82,61. Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Wonosobo dikatakan Priyo juga menerima penghargaan sebagai Badan Publik Kabupaten Menuju Informatif, dengan nilai akhir 83,02 dan mendapatkan predikat Menuju Informatif.

Kendaraan Layak Operasional Ditandai Stiker

Keselamatan penumpang menjadi prioritas dalam persiapan Liburan Natal dan Tahun baru (Nataru) di wilayah Kabupaten Wonosobo. Demi menjamin keselamatan penumpang tersebut, Kementerian Perhubungan bersama Dinas Perkimhub dan jaajran unsur terkait dari Polres Wonosobo menggelar ramp check di Terminal Tipe A Mendolo Wonosobo, Kamis (19/12). Kepala terminal Tipe A Mendolo, Suyono menjelaskan langkah melakukan cek secara menyeluruh terhadap kelayakan kendaraan (Ramp Check) merupakan amanah Undang-Undang yang harus dilaksanakan. “Menjelang masa libur hari raya natal dan pergantian tahun tentu akan meningkatkan jumlah arus kendaraan angkutan umum yang melintas di Wonosobo,” tutur Suyono.

Hal itu, menurut Suyono sudah menjadi kebiasaan di masa-masa menjelang liburan sehingga persiapan juga lebih matang dari waktu ke waktu. Sejumlah hal terkait kesiapan kendaraan angkutan umum, seperti kondisi rem, kondisi lampu-lampu, hingga kesiapan surat-surat izin pengemudi, dikatakan Suyono menjadi sasaran pemeriksaan tim Ramp Check. Dari sejumlah kendaraan angkutan berupa Bus antar Kota Antar Provinsi yang tengah berada di Terminal A Mendolo, Suyono menyebut masih ada yang kurang standar, seperti lampu untuk penerangan ketika mundur tidak menyala dan langsung diberikan peringatan untuk perbaikan. “Kondisi pengemudi juga kita minta agar senantiasa menjaga kesehatan sehingga mereka benar-benar siap ketika mesti mengemudi jarak jauh,” lanjutnya. Bagi angkutan umum yang telah memenuhi kriteria kelayakan, Suyono mengaku tim telah menyiapkan stiker khusus tanda kelaikan jalan yang ditempel di kaca bagian depan kendaraan.

Direktur rekayasa lalu lintas Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo, AKP Bambang yang juga turut serta dalam gelar ramp check tersebut menambahkan kesiapan pihak kepolisian dalam menyambut natal dan tahun baru masuk dalam rangkaian Operasi Lilin Candi 2019. Selain memastikan kelaikan kendaraan dan kondisi pengemudi beserta kelengkapan surat-surat izinnya, pihak kepolisian disebut Bambang juga melaksanakan kegiatan pengamanan rutin di sejumlah objek wisata, serta rekayasa lalu lintas di jalan-jalan utama akses pariwisata. “Sasaran utama dari operasi pengamanan ini adalah keselamatan dan kenyamanan warga maupun para pengunjung dan wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo serta para penumpang kendaraan selama melintas di wilayah Wonosobo,” tandasnya.

Peserta WTBF Diajak Keliling Desa Wisata

Pemerintah Kabupaten Wonosobo, melalui kemitraan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan para pelaku wisata kembali menggelar Wonosobo Tourism Bussines Forum (WTBF), 17-18 Desember 2019. Even tahunan yang sukses menghadirkan tak kurang dari 35 sellers dan 80 buyers dari sejumlah biro wisata area Jateng-DIY tersebut mengajak para peserta untuk mengekplorasi kekayaan potensi desa-desa wisata di Wonosobo selama dua hari terakhir. Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Eko Yuwono, di sela acara Gala Dinner dengan peserta WTBF di Agrowisata Tambi Kejajar, Rabu (18/12) menyebut forum temu bisnis antara para pelaku wisata dengan biro-biro perjalanan wisata se-Jateng DIY sangat strategis sebagai media promosi potensi wisata desa.

“Dari bertemunya para pelaku wisata ini kita berharap sejumlah sarana pendukung pariwisata seperti penginapan, penyedia jasa kuliner maupun pengelola objek wisata memiliki kesiapan dalam menyambut para wisatawan,” tutur Eko. Selain itu, melalui forum yang juga diikuti para penyedia jasa tersebut Eko berharap mereka membentuk jaringan pemasaran potensi wisata Wonosobo di lingkup yang lebih luas, sampai ke Nasional atau bahkan Internasional. Dengan adanya jaringan pemasaran yang lebih luas cakupan kerjanya, Eko meyakini beragam potensi wisata di Kabupaten Wonosobo yang selama ini belum terekspose secara optimal akan lebih dikenal dan mendatangkan wisatawan.

Demi mengenalkan beragam potensi desa wisata, Eko menyebut panitia WTBF langsung mengajak peserta untuk mengunjungi Desa Wisata Reco, Giyanti, Maron dan Sendangsari dalam kemasan Fun Trip. Kepala Bidang Promosi Wisata Disparbud Endang menyebut antusiasme para peserta WTBF ketika diajak ke desa-desa wisata tersebut sangat menggembirakan. “Banyak yang selama ini belum mengenal alat musik khas Wonosobo bernama Bundengan, akhirnya bahkan terkagum-kagum dengan nada yang dihasilkan, juga kekayaan alam seperti di desa Reco maupun Maron mampu meyakinkan para peserta untuk nantinya mempromosikan ke luar daerah,” tandas Endang.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659