RPJMD

A+ A A-
Super User

Super User

Operasi Cukai Pertama Di Masa Pandemi Covid-19, Petugas Temukan Cerutu Ilegal

Operasi rokok ilegal kembali digelar oleh tim gabungan penegak perda Pemkab Wonosobo, Senin (6/7/2020). Menyisir puluhan pedagang di wilayah Leksono dan Sukoharjo, tim yang terdiri dari personel Satpol PP, unsur TNI-Polri didukung Dinas Kominfo tersebut berhasil menyita 1 bungkus rokok jenis cerutu yang dijual tanpa pita cukai resmi. Penyitaan dilakukan, karena menurut Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan, Warjono peredaran rokok tanpa cukai menyalahi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai. “Dari hasil razia pertama di masa pandemic Covid-19 hari ini, kami melakukan penyitaan barang bukti berupa satu bungkus cerutu bermerk Senator salah satu toko di wilayah Leksono,” terang Warjono ketika ditemui seusai operasi.

Kepada pedagang yang diketahui menjual rokok polos tanpa cukai  itu, Warjono mengaku telah memberikan teguran dan memintanya menandatangani pernyataan agar tidak lagi menerima tawaran untuk menjual rokok serupa di masa-masa mendatang. Teguran yang sama, menurut Warjono juga disampaikan kepada pedagang lainnya di sepanjang rute operasi “Temuan ini membuktikan bahwa para pengedar rokok polos masih beraksi di wilayah, meski ruang gerak pemasaran semakin terbatas,” jelasnya. Kebanyakan pedagang, menurut Warjono sudah menyadari resiko menjual rokok polos justru dapat mendatangkan kerugian, namun masih ada sebagian kecil yang ternyata belum paham tentang aturan dalam UU Nomor 11 Tahun 1995.

Nggih Pak, kulo nggih mboten paham niku rokok polos”, jawab pedagang dengan jujur, ketika ditanya oleh petugas kenapa masih nekat menjual rokok polos. Demi menghindari temuan serupa di masa mendatang, Warjono meminta agar petugas menerangkan ciri-ciri rokok maupun cerutu hingga tembakau kemasan yang boleh diperjual belikan oleh para pedagang. Ia juga menegaskan pelaksanaan operasi cukai masih akan berjalan selama dua hari ke sejumlah wilayah lainnya yang ditengarai masih menjadi sasaran penjualan rokok tanpa cukai. Selain sebagai upaya menekan potensi penyebaran rokok ilegal, dalam kesempatan tersebut tim gabungan juga memanfaatkan kesempatan untuk kembali mengingatkan warga akan bahaya virus Corona, sehingga mereka tetap diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Pedagang maupun pembeli yang kami temui tidak mengenakan masker maupun belum memasang fasilitas cuci tangan di depan toko mereka, kami tegur dan kami ingatkan agar tetap menerapkan standar protokol kesehatan demi menghindarkan diri dari paparan wabah Covid-19,” pungkas Warjono.

Santri Lirboyo Asal Wonosobo "Disangoni" 1200 Masker

Sebanyak 120 santri asal Wonosobo diberangkatkan, untuk kembali menimba ilmu di Ponpes Lirboyo Jawa Timur, setelah kurang lebih tiga bulan sebelumnya belajar dirumah masing-masing karena adanya pandemi Covid-19. Minggu (5/7) pagi, upacara pelepasan dipimpin langsung Bupati Wonosobo, Eko Purnomo di terminal wisata Mendolo. Bupati meminta para santri tetap jaga nama baik Kabupaten Wonosobo dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan di PonPes sembari berdoa agar mereka memperoleh ilmu yang bermanfaat di dunia dan sebagai bekal akhirat, berguna bagi agama dan bangsa. Dan nantinya ilmu yang sudah diperoleh dapat diterapkan ditengah-tengah masyarakat.

"Jaga nama baik Kabupaten Wonosobo dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan di PonPes semoga memperoleh ilmu yang bermanfaat di dunia sebagai bekal akhirat, berguna bagi agama dan bangsa, sehingga ilmu yang sudah diperoleh nantinya dapat diterapkan ditengah-tengah masyarakat", harapnya.

Bupati menyampaikan selamat jalan kepada para santri, sembari berharap agar mereka tetap sehat dan prima, baik dalam perjalanan maupun sampai di PonPes nantinya. Selain itu para santri diminta bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu, serta menjalani semua proses pembelajaran dengan baik. "Kami ucapkan selamat jalan, semoga tetap sehat, prima dalam perjalanan dan juga di Pondok nanti, bersungguhlah dalam menimba ilmu dan jalani rangkaian belajar dengan sebaik-baiknya", pesanya.

Eko Purnomo menambahkan, dalam proses pembelajaran di PonPes para santri agar selalu menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan. “Jangan lupa selalu jaga kesehatan, terapkan protokol kesehatan dalam keseharian, seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, istirahat yang cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda, Isnanto, menyampaikan bahwa para santri yang diberangkatkan telah memenuhi protokol kesehatan dan himbauan Pemerintah seperti penggunaan masker, membawa surat keterangan sudah melaksanakan karantina mandiri yang ditandatangani pemerintah Desa dan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan/Puskesmas di Wonosobo. Selain itu, dalam upaya pencegahan dan perlindungan diri dari penyebaran virus corona, para santri juga di bekali 1200 masker, yang diberikan masing-masing 10 buah.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659