Seputar Wonosobo

A+ A A-

Warga Diminta Tak Saling Kunjung Di Idul Fitri 1441 H

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo meminta warga meniadakan tradisi saling berkunjung ke rumah sanak saudara, baik dalam 1 lingkungan desa, antar desa maupun antar Kecamatan pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H mendatang. Selain itu, warga juga diimbau tidak melaksanakan acara Halal Bi Halal, baik yang hanya dengan tetangga sekitar, atau dalam lingkup lebih luas hingga menimbulkan keramaian dan kerumunan massa. Imbauan tersebut secara resmi telah diterbitkan dalam bentuk Instruksi Bupati Nomor 091 Tahun 2020, tertanggal 14 Mei 2020.

Dalam instruksi yang mempertimbangkan kondisi semakin meluasnya persebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, serta peningkatan jumlah Pasien dalam Pengawasan yang mencapai  angka 155, dimana 58 diantaranya sudah terkonfirmasi positif, warga juga diminta agar sholat Ied di rumah masing-masing. Bupati menegaskan kepada para Camat maupun Kades dan Lurah selaku Ketua Gugus Tugas Wilayah di seluruh Wonosobo untuk tetap mengupayakan percepatan penanganan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan berupa Social Distancing dan Physical Distancing.

Kepala Bagian Kesra Setda, Isnanto ketika dihubungi melalui sambungan telepon menambahkan, bahwa sejumlah tradisi lebaran pada 1441 H ini memang diminta untuk ditiadakan. "Mengingat situasi saat ini memang mengharuskan kita lebih waspada agar penyebaran virus Corona tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi," terang Isnanto. Selain Halal Bi Halal dan tradisi saling berkunjung serta sholat Ied di rumah, Isnanto juga menyebut tradisi takbiran diminta agar tak lagi dengan melibatkan banyak massa. "Untuk takbir keliling, sesuai instruksi Bupati agar ditiadakan, dan takbir cukup di Mushola atau Masjid dengan pengeras suara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19," tandasnya.

400 Pekerja Yang Dirumahkan Terima Bantuan Sembako

Pandemi global COVID-19 memaksa ribuan buruh di Kabupaten Wonosobo untuk menerima kenyataan pahit, sementara waktu harus bersedia dirumahkan akibat perusahaan tak bisa berjalan selayaknya biasa. Dari catatan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kristiyanto ada tak kurang dari 2000 buruh yang mesti dirumahkan karena operasional perusahaan mereka terdampak wabah COVID-19.

Mengingat beratnya beban kehidupan para pekerja yang tengah menjalani masa sulit ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggandeng unsur pengusaha dan panitian peringatan hari buruh sedunia, menggelar bakti sosial pemberian santunan untuk 400 pekerja terdampak, Kamis (14/5/2020). Bupati Wonosobo, Eko Purnomo yang hadir dalam penyerahan paket sembako bagi para buruh di halaman kantor Disnakertrans tersebut, mengapresiasi kesediaan para pelaku usaha dan panitia Mayday 2020 yang secara gotong royong meringankan beban saudara-saudaranya. "Atas nama Pemkab Wonosobo maupun secara pribadi, saya menyampaikan apresiasi yang besar kepada teman-teman panitia May Day dan dunia usaha, karena atas kerjasama yang baik  kegiatan bantuan sosial ini bisa terlaksana," tutur Bupati. Bantuan berupa paket bahan pokok, menurut Bupati diperuntukan bagi karyawan atau buruh yang dirumahkan dan telah mengikuti imbauan pemerintah tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran COVID-19. "Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan semua pemangku kepentingan berharap kepada karyawan atau karyawati yang bekerja di Kabupaten Wonosobo agar tetap semangat dalam menjalankan aktivitas, bisa mengolah ataupun mempunyai ide-ide gagasan kreatif di rumah," lanjutnya.

Adanya perhatian berupa bantuan paket sembako tersebut sejalan dengan keinginan para buruh, yang menurut Andrias Suroso selaku ketua panitia May Day sudah sangat merasakan beratnya beban akibat pandemi COVID-19. "Mengingat situasi saat ini yang memaksa para buruh tetap berada di rumah, kami memang sangat mengharapkan adanya perhatian dan kepedulian dari pemerintah agar setidaknya beban keseharian bisa lebih ringan," ungkap Suroso. 

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kristiyanto menjelaskan, ada beberapa perusahaan swasta dan BUMD yang terdampak COVID-19 yang sebagian merumahkan karyawannya. "Berdasarkan data yang ada di Kantor kami, diketahui banyak pekerja atau buruh yang terdampak COVID-19 per 14 Mei, terdapat 2202 orang yang dirumahkan namun belum ada orang yang di-PHK," ujar Kristiyanto.

Selain itu Disnakertrans terus bersosialisasi ke setiap perusahaan untuk tidak mem-PHK karyawannya, seandainya terjadi PHK diharapkan perusahaan memberikan hak-hak karyawannya sesuai dengan peraturan yang ada di Kemenakertrans.

Lions Club Bantu Sembako Untuk Pramuwisata

Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak sangat parah akibat adanya wabah COVID-19. Sejumlah pelaku wisata, termasuk para pemandu wisata yang selama ini mengandalkan jasa dari adanya kunjungan wisatawan untuk menyambung hidup mengakui, selama masa pembatasan pegerakan sosial dan penutupan objek-objek wisata, mereka tak lagi menerima orderan. Hal itu memantik keprihatinan Lions Club Wonosobo (LCW) Dieng, organisasi nirlaba yang kerap menggelar aksi sosial untuk membantu sesama. Demi meringankan beban kehidupan sehari-hari para penjual jasa pemandu wisata tersebut, Kamis (14/5/2020) LCW Dieng menyalurkan bantuan berupa 50 paket sembako. “Ditutupnya objek wisata, sehingga tidak ada kunjungan wisatawan membuat para pelakunya termasuk para pramuwisata ini terpukul karena mereka juga akhirnya tidak memiliki pendapatan dan mulai merasa kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Agus Purnomo, penasehat LCW Dieng saat menerangkan maksud dan tujuan pendistribusian bantuan untuk Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Wonosobo, di Betengsari, Wonosobo.

Agus yang juga masih aktif di sektor jasa pariwisata mengaku bisa memahami kondisi yang dialami para pramuwisata saat situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini. Karena itulah, ia kemudian mengajak para member LCW Dieng untuk begerak demi membantu kesulitan yang tengah dihadapi para pemandu wisata tersebut. Harapannya, dengan telah disalurkannya bantuan berupa paket berisi sejumlah bahan pangan pokok tersebut para pemandu wisata akan tetap mampu memupuk optimisme dalam menghadapi keseharian mereka yang kini lebih banyak berada di rumah. Aksi tersebut, menurut Agus menjadi bagian dari program peduli oleh LCW Dieng dalam masa-masa pandemi COVID-19. Selain kepada para pemandu wisata, program serupa disebut Agus telah digelar untuk para warga kurang mampu terdampak COVID-19 hingga para penyandang disabilitas.

Menyambut bantuan dari LCW Dieng tersebut, Ketua HPI Wonosobo Salim Bawazier mengaku sangat bersyukur, karena di tengah kesulitan yang dialami anggotanya ternyata masih ada pihak yang peduli dan berbagi. “Alhamdulillah, adanya bantuan ini menjadi seperti oase di tengah padang pasir karena memang untuk saat ini, para sebagian besar pramuwisata anggota HPI tengah dalam situasi tidak menguntungkan imbas dari pandemi virus Corona,” ungkap Salim. Para pelaku wisata, disebut Salim saat ini justru menjadi pekerja non formal paling berat terdampak COVID-19 karena lahan pencaharian mereka benar-benar tidak lagi bisa dikerjakan. Ia berharap agar masa-masa pandemi akibat wabah virus yang telah menginfeksi lebih dari 4 Juta manusia di seluruh dunia ini bisa segera berakhir, sehingga sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo juga kembali bangkit. Banyak wisatawan yang menurut Salim telah menyatakan keinginan mereka menikmati keindahan berbagai objek wisata yang ada di Wonosobo ini, namun terpaksa menunda karena adanya pembatasan pergerakan di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Dorong Kesadaran Warga Pasar Sapuran Agar Selalu Kenakan Masker

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo bersama puluhan wartawan membagikan ratusan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar Sapuran, Rabu (13/5/2020). Pembagian masker dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020, yang digelar di tengah keprihatinan global menghadapi pandemi COVID-19. Pada setiap penyerahan masker tersebut, Bupati sekaligus menyampaikan pesan agar warga lebih disiplin untuk mengenakannya setiap beraktifitas di luar rumah, termasuk  saat ke pasar.

"Mohon selalu diingat ya bapak Ibu, demi mencegah kita dari tertular COVID-19, mengenakan masker saat berada di luar rumah menjadi wajib, mengingat saat ini virus Corona masih berada di sekitar kita," tutur Bupati kepada warga pasar. Dengan adanya kedisiplinan warga dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona, Bupati mengaku optimis masa-masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Wonosobo akan lebih cepat berlalu. Kepada para jurnalis yang menginisiasi kegiatan pembagian masker, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya. "Upaya untuk memutus mata rantai penularan virus Corona ini memang sangat membutuhkan sinergi semua elemen masyarakat, termasuk teman-teman wartawan yang selama ini juga telah turut membantu mengedukasi publik melalui media," lanjutnya. Demi mempercepat penanganan COVID-19, Eko juga meminta agar para wartawan terus menyampaikan informasi valid dan akurat yang dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat, melalui media masing-masing.

Arahan Bupati tersebut selaras dengan maksud dan tujuan digelarnya peringatan HPN di Pasar Tradisional. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wonosobo, Edi Purnomo ketika ditemui di sela pembagian masker menerangkan pihaknya sebagai agen informasi juga merasa memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam upaya memutus mata rantai penularan virus Corona di Kabupaten Wonosobo. "Harapannya tentu dengan telah diterimanya masker gratis dan bisa dicuci dan dikenakan kembali ini, warga pasar Sapuran menjadi lebih rajin dan disiplin dalam menjalani aktifitas mereka dengan tetap bermasker agar terhindar dari penularan COVID-19," terang Edi. Selain membagikan masker, kepada sejumlah warga pasar, Edi menyebut pihaknya juga memberikan bantuan berupa beras, masing masing 5 kilogram. Tak kurang dari 100 kilogram beras dalam kemasan 5 kilogram dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Apresiasi terhadap adanya kegiatan sosial dari para jurnalis juga diapresiasi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo, Eko Suryantoro dan Camat Sapuran, Edi Usman. Keduanya mengaku terkesan dengan adanya kegiatan sosial yang didedikasikan bagi keselamatan warga pasar tersebut. Peran aktif dari para penyampai warta tersebut, menurut mereka layak menjadi teladan dan inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya agar turut mendukung pencegahan penularan COVID-19, baik di lingkup wilayah Sapuran, maupun di Kabupaten Wonosobo pada umumnya.

Waspada! Akun Facebook Anda Bisa Diretas dan Dibajak

Peretasan akun media sosial, seperti Facebook memang menjadi "mimpi buruk" bagi setiap penggunanya. Bagaimana tidak, aksi meresahkan yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab ini berisiko membuat akun pengguna melakukan tindakan berbahaya, sebut saja modus yang paling sering dilakukan, yakni penipuan.

Menginformasikan bahwa akun atas nama Irmawati Ferhat tersebut palsu karena foto diambil dari akun asli yang diambil alih oleh peretas, nama dengan foto tidak sesuai, kepada semua akun yang merasa dihubungi akun tersebut untuk berhati-hati dan tidak memberikan apapun baik bantuan atau uang.

 

Jika Anda termasuk dari salah satu pengguna Facebook yang dihubungi, Waspada ya!.  

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659