Seputar Wonosobo

A+ A A-

Dinas PPKBPPPA Bersama UGM Gelar Workshop Penelitian Industri Rumahan Berbasis Jagung

Rate this item
(0 votes)

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo bersama Universitas Gajah Mada Yogyakarta, menggelar workshop penelitian industri rumahan berbasis jagung, Rabu, 8 Agustus, di Ruang Kertonegoro Setda.

Menurut Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati, workshop dengan menggandeng peneliti dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini bertujuan untuk mengetahui berbagai potensi sumber daya lokal yang dapat mendorong lahirnya produk olahan makanan berbasis jagung, serta mengidentifikasi modal sosial budaya masyarakat dalam mengembangkan produk olahan makanan berbasis jagung. Selain itu, dari kegiatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi peluang dan ancaman industri olahan makanan berbasis jagung, termasuk bisa disusunnya strategi pengembangan industri olahan makanan lokal berbasis jagung, yang mana pemberdayaan perempuan menjadi penggerak utama sekaligus mampu menjadi daya ungkit terwujudnya kemandirian pangan di wilayahnya.

Dari hasil workshop ini diharapkan, pemerintah daerah beserta para mitra terkait, bisa mengeksplor berbagai potensi masyarakat di Wonosobo dalam mengembangkan produk olahan jagung, sebab di beberapa wilayah di Wonosobo, banyak warga yang mengkonsumsi dan mengolah jagung, karena berlimpahnya produksi jagung di wilayahnya. Seperti di Kecamatan Kertek, Kalikajar, Wonosobo, Mojotengah, Wadaslintang, Kejajar, Kaliwiro, Sapuran dan Sukoharjo. Tahun 2017 saja, total produktivitas jagung di Wonosobo sekitar 3,64 ton/ha/tahun, dan menjadi komoditas budidaya pertanian tanaman pangan unggulan keempat setelah ubi kayu dengan produktivitas 32,54 ton/ha/tahun, ubi jalar 17,96 ton/ha/tahun serta padi dengan produktivitas 5,52 ton/ha/tahun.

Dr. Suharko, dosen dan peneliti dari UGM, menyampaikan, sebelumnya pihaknya telah melakukan penelitian di Desa Pagerejo Kecamatan Kejajar, dari tanggal 25 sampai dengan tanggal 27 Juli. Dipilihnya Desa ini, selain menjadi pilot project dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia terkait pemberdayaan perempuan dalam peningkatan perekonomian keluarga dan masyarakaat, juga adanya tradisi konsumsi dan pengolahan jagung di tengah masyarakat.

Pihaknya berharap, bahwa keanekaragaman makanan tradisional berbasis jagung, yang merupakan kekayaan menu spesifik, bisa dilestarikan. Resep produk olahan di setiap daerah sendiri sangat beragam, demikian juga pemberian nama dari produk tersebut. Produk olahan tradisional sudah melekat dan membudaya di setiap daerah asalnya, bahkan bisa merambah ke daerah lain.

Sehingga diharapkan, dari adanya workshop ini, akan meningkatkan citra pangan tradisional, dengan mempromosikan komponen pangan tradisional, akan tetapi tetap mendapat sentuhan teknologi. Harapannya produk tersebut bisa berkembang di warung jajanan, rumah makan, dan bahkan restoran. Sebab dewasa ini, konsumen telah memahami pentingnya perawatan kesehatan dan berkeinginan mengonsumsi makanan sehat. Bahkan beberapa produk olahan tradisional dapat dikembangkan dengan memodifikasi produk dari negara lain agar dapat memasuki industri pangan.

Selain itu, pihaknya menyampaikan, untuk keperluan pengembangan produk olahan tradisional berbasis jagung, diperlukan varietas unggul berdaya hasil tinggi dan mengandung nutrisi yang lebih bermutu. Dalam hal ini, jagung unggul khusus pangan dapat dipromosikan untuk mendukung diversifikasi pangan.

Dari temuan di lapangan sendiri, banyak kaum perempuan di Desa Pagerejo yang memiliki fleksibilitas waktu dalam memproduksi produk olahan jagung, dan mereka menguasai pengetahuan serta keterampilan tentang tata cara produksi olahan jagung. Selain itu, dari sisi modal ekonomi ditemukan, banyak warga yang memanfaatkan modal pribadi untuk membuka usaha olahan jagung, dan ada kelompok arisan serta simpan pinjam para produsen yang tergabung dalam program pengembangan industri rumah tangga. Bahkan sudah ada produsen olahan jagung yang memanfaatkan fasilitas KUR dari Bank.

Terkait hal tersebut, pihak peneliti UGM menyimpulkan bahwa produk olahan jagung sudah berkembang dan memiliki peluang untuk lebih ditingkatkan, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Adapun untuk memperbesar peluang diversifikasi pangan berbahan dasar olahan jagung, diperlukan penguatan modal sosial serta peran para mitra dan pendamping.

Login to post comments

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659