Seputar Wonosobo

A+ A A-

Dipotong Tidak Sesuai Syariat Islam, Ayam Tak Halal Beredar di Pasaran

Rate this item
(0 votes)

Kaliwiro-Daging ayam yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) ternyata masih dijumpai di pasaran. Hal itu dibuktian ketika tim monitoring peredaran daging dari Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo mendatangi Pasar Kaliwiro, Rabu (06/06).

 

"Ada puluhan atau bahkan sekitar 50an pedagang daging yang kami monitor. Kami temukan sekitar kurang dari 10 persen pedagang yang menjual ayam tidak dipotong secara sempurna karena masih ada saluran untuk makanan yang belum putus sempurna," kata Ketua Tim Monitoring Peredaran Daging Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Ardiansah Heru.

 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, tujuan monitoring adalah untuk mendeteksi keberadaan daging yang tidak memnuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Tetapi pihaknya lebih berkonsentrasi terhadap pemotongan unggas, yakni ayam potong.

 

"Kita cek ayam potong terkait kehalalan dan ke-toyyiban dari pemotongan itu sendiri. Ayam itu halal, namun apabila pemotongannya dilakukan tidak sesuai syariat Islam maka akan menghasilkan produk yang kurang halal dan tidak toyyib atau bisa disebut malah merusak produk itu sendiri," jelasnya.

 

Kepada para pedagang yang kedapatan menjual ayam yang dipotong tidak sesuai syariat Islam, pihaknya pertama akan menegur. Kemudian apabila dalam monitoring berikutnya masih ditemukan kasus pada pedagang yang sama makan akan diberi surat peringatan. Apabila sampai ketiga kali masih melanggar maka akan dicabut ijin usahannya atau mencabut rekomendasi halal pemotongan ayam dari MUI.

 

"Monitoring ini sebagai shock therapy kepada para pedagang. Kalau ada ayam yang dipotong salurannya tidak terputus kami meminta untuk tidak dijual karena tidak halal namun taadi hanya kurang sempurna saja. Sudah terpotong tetapi belum sampai putus salurannya, jadi sudah halal tetapi kurang sempurna saja," paparnya.

 

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Sidik Driyono mengakui kenyataan di lapangan masih banyak para pedagang yang belum paham cara memotong sesuai syariat Islam. Dari hasil monitor di tiga pasar tradisional masih ditemukan ayam yang dipotong tidak sempurna.

"Pasar Induk Wonosobo lumayan, di Pasar Kertek ada beberapa ditemukan. Yang paling banyak ditemukan justru malah di Pasar Kaliwiro. Dan kebanyakan mereka belum pada mengetahui cara memotong jadi keseimpulannya mereka kesanya asal membunuh saja," ujarnya.

 

Sementara itu pedagang ayam potong asal Lamuk, Kaliwiro, Nur Khasanah mengaku senang dengan adanya monitoring yang dilakukan oleh Dispaperkan Wonosobo, pasalnya jadi mengetahui mana ayam mati kemarin (Tiren) atau ayam yang mengandung zat-zat berbahaya. "Saya berharap terus dilakukan monitoring. Satu tahun sekali atau dua kali supaya para pembeli membeli ayam itu sudah jelas halalnya," tuturnya.

 

(Sumber : wonosobo.sorot.co)

Login to post comments

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659