Seputar Wonosobo

A+ A A-

Nekat Berjualan Di Bahu Jalan, 3 Mobil Pedagang Buah Diamankan Petugas

Rate this item
(0 votes)
Tindakan tegas terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di bahu jalan diperlihatkan Tim Gabungan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kodim 0707 dan Polres Wonosobo serta Dinas Kominfo dan Bagian Hukum Setda, ketika menyisir sejumlah ruas jalan utama Kota pada Kamis dan Jumat (8/12). Sebanyak 3 mobil milik pedagang buah diamankan dan disegel dengan pita kuning bertuliskan Satpol PP karena dinilai telah melanggar Peraturan Daerah (Perda). Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Sunarso menyebut upaya mengamankan mobil milik para pedagang dilakukan secara persuasif dan tetap mengedepankan sikap humanis, mengingat tujuan utamanya adalah untuk pembinaàn.
 
"Meski mobilnya kami amankan, pedagang masih dapat mengambil buah yang menjadi jualannya, sementara untuk mobil kita menunggu mereka melengkapi surat-surat dan perijinannya lengkap," terang Sunarso saat ditemui seusai melaksanakan gelar penertiban PKL. Ketiga mobil pedagang yang diamankan petugas gabungan, menurut Sunarso tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, bahkan salah satu mobil belum memiliki surat hasil kir sebagaimana dipersyaratkan bagi mobil angkutan barang. Mengingat tindakan yang diambil merupakan tindakan non yustisia, Sunarso mengaku pihaknya masih menunggu iktikad baik pedagang yang bersangkutan, agar kedepan mereka benar-benar bersedia mematuhi aturan yang tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. "Dalam Perda Nomor 2 Tahun 2016 sudah jelas tertulis larangan menggunakan bahu jalan, trotoar maupun taman sebagai tempat berjualan," tegas Sunarso.
 
Hal itu dibenarkan oleh Musyafak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, yang menyebut upaya persuasif para petugas dari Tim Gabungan adalah demi tegaknya Perda. "Selain agar Perda yang telah dibuat tidak terkesan mandul, penindakan dan pembinaan kepada para PKL juga agar mereka tidak lagi bersikap semaunya dengan argumen Pokoke," ujar Musyafak. Pemahaman masyarakat terhadap Peraturan Daerah, diakui Musafak masih rendah dan perlu ditingkatkan secara terus menerus. "Maka petugas juga jangan bosan, karena apabila tidak dilakukan Pembinaan, akan semakin banyak pelanggaran yang terjadi dan akhirnya menimbulkan rasa tidak nyaman di masyarakat," tuturnya. Bagi para pedagang yang masih ngeyel meski telah melanggar aturan, Musafak mengaku pihaknya dapat membawa mereka ke ranah yustisia, yaitu dengan Pengadilan tindak Pidana ringan (Tipiring). "Untuk sekarang kami masih mengedepankan upaya persuasif yang pada intinya sebagai shock therapy bagi pedagang - pedagang lain agar tidak melakukan pelanggaran," pungkasnya.
Login to post comments

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659