Seputar Wonosobo

A+ A A-

Kader PKK Diimbau Sadari Bahaya Kanker Serviks Lebih Dini

Rate this item
(0 votes)

 

Kanker leher rahim, atau lebih sering disebut dengan Ca Serviks masih menjadi momok pembunuh nomor satu bagi kaum wanita. Data yang dirilis badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) menyebut tak kurang dari 490 Ribu perempuan didiagnosis Ca Serviks setiap tahunnya, dan 240 Ribu di antaranya berakhir dengan kematian. Data tersebut masih diperkuat dengan prosentase kejadian yang menyebutkan bahwa 80 % diagnosa Ca Serviks terjadi di Negara dengan kategori berkembang, seperti halnya Indonesia. Dr M Ardiyanto, SpOG dalam paparannya di depan ratusan kader PKK Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo yang tengah mengikuti Rapat Konsultasi di Sasana Adipura Kencana, Rabu (25/10) mengungkapkan data-data tersebut demi menggugah kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini Ca Serviks.

 

Kepada para kader PKK, dokter ahli kandungan dan kebidanan dari RSUD Setjonegoro yang akrab dengan sapaan dokter Dito tersebut juga memberikan penjelasan bagaimana seharusnya kaum perempuan menghadapi penyakit kanker serviks. Melalui deteksi dini dengan metode IvA, setiap perempuan disebut Dito akan dapat mengambil sikap lebih tepat, termasuk ketika hasil tes nya menyatakan positif. “Penanganan yang dilakukan lebih dini akan dapat mematikan potensi-potensi sel kanker yang bisa membahayakan tubuh,” tandasnya. Karena itulah, setelah mendapatkan materi yang dipaparkannya, dr Dito meminta para kader PKK Kecamatan untuk menyampaikan ke para kader PKK Desa di wilayah masing-masing, sehingga upaya menekan penyebaran kanker serviks di Kabupaten Wonosobo dapat berjalan. Kaum perempuan, ditegaskan Dito juga tidak perlu takut maupun khawatir untuk menjalani pemeriksaan IvA, karena bagi pemegang BPJS, tes IvA tidak dikenakan biaya.

 

Hal itu dibenarkan Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Ny Fairuz Eko Purnomo yang dalam sambutan pembukaan rakons berulang kali menekankan pentingnya deteksi dini Ca Serviks. Pemeriksaan IvA, menurut Fairuz bakal diwajibkan bagi setiap perempuan dewasa, termasuk di Kabupaten Wonosobo. Hal itu, diungkap Fairuz tak lepas dari fakta mengejutkan yang dirilis BPJS, dimana Negara harus menanggung biaya pengobatan hingga sebesar lebih dari 13 Triliyun Rupiah per tahun bagi para penderita kanker serviks. Kesadaran para kader PKK hingga ke desa-desa untuk aktif mengampanyekan pemeriksaan dini Ca Serviks, diyakini Fairuz akan mampu membawa kaum perempuan di Kabupaten Wonosobo menjadi lebih sehat di masa depan.

 

Selain menekankan kembali pentingnya kesadaran deteksi dini kanker serviks, dalam rapat konsultasi tersebut, Fairuz juga mengingatkan para kader untuk terus bergerak menyukseskan 10 program pokok PKK. “Pemanfaatan halaman rumah untuk ditanami sayur maupun tanaman obat keluarga, sampai gerakan sayang ibu dan bayi (GSIB) dan jambanisasi harus terus dilakukan,” imbau Fairuz. Para kader PKK, ditegaskan Fairuz juga perlu mengaktifkan kembali basis komunitas (Baskom) sebagai media penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta terus mengupayakan kemandirian agar tak tergantung dengan dana desa, seperti halnya di Desa Kalimendong Leksono yang telah menjalankan program Ritus (Sehari Seratus) dari setiap Kepala Keluarga untuk mendukung program-program TP PKK.

Login to post comments

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659