Seputar Wonosobo

A+ A A-

Dua Dalang Siap Pentas Sambut 1 Muharram di Desa Plobangan

Rate this item
(2 votes)

 

 

Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto bersiap menyambut pergantian tahun Islam, atau biasa dengan bulan Muharram yang bakal jatuh pada Kamis (20/9) mendatang. Mengandeng Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) dan Dinas Komunikasi Informatika, desa yang dikenal dengan sejarah sebagai pusat pemerintahan pertama Kabupaten Wonosobo itu bakal menyajikan pentas kesenian tradisional Wayang Kulit. “Lakon yang akan dipentaskan ada 2 pagelaran, yaitu Wahyu Dharma pada siang sampai sore, kemudian berlanjut dengan lakon Wahyu Makutha Rama pada malam harinya,” terang Ismail, Kepala Desa Plobangan ketika ditemui di Balai Desa setempat, Kamis (14/9).

Digelarnya pentas kesenian tradisional Wayang Kulit, menurut Ismail sudah menjadi bagian dari tradisi desa, karena selama ini juga telah berlangsung secara bergilir di setiap dusun. “Secara kebetulan pada tahun ini kami mendapat bantuan juga dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Kominfo, sehingga pentas yang akan digelar bisa lebih megah dari biasanya,” beber Ismail lebih lanjut. Pentas wayang kulit, menurut Ismail juga menjadi media edukasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar di Desa Plobangan, agar kelak juga memahami pentingnya melestarikan budaya luhur peninggalan nenek moyang, yang sarat dengan nilai-nilai moral tersebut. Sebagai bagian dari sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo, pemdes Plobangan diakui Ismail terus berupaya agar hal itu bisa terangkat menjadi potensi wisata religi. “Nantinya pesan-pesan perihal sisi-sisi sejarah tersebut kami harapkan bisa diangkat dalam pentas wayang kulit menyambut 1 Muharram, sehingga warga masyarakat semakin paham,” imbuh nya.

Pentingnya pemahaman akan sisi sejarah penting yang dimiliki Desa Plobangan juga dikemukakan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo, Bambang Sutejo. Ditemui terpisah, Bambang mengakui, pihaknya turut mendukung upaya Desa Plobangan untuk melestarikan seni budaya tradisional dengan membantu pagelaran wayang kulit menyambut 1 Muharram di desa tersebut. “Kami di bidang IKP memang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk turut mendukung pelestarian seni budaya tradisional melalui forum komunikasi media tradisional (FK Metra), seperti yang belum lama ini juga kami pentaskan di Pasar Kertek” jelas Bambang. Meski secara nominal anggaran belum sesuai dengan kebutuhan untuk pagelaran wayang di Plobangan, Bambang menyebut warga Desa Plobangan berkomitmen penuh dan sangat antusias menyambut kerjasama tersebut. “Dari keterangan Kepala Desa Plobangan, warga masyarakat siap menutup kekurangan anggaran yang dibutuhkan demi melestarikan seni budaya tradisional,” tandas Bambang.

Sementara terkait lakon yang akan dipentaskan, Ki Tatag Taufani, salah satu dalang yang bakal tampil mengaku telah menyiapkan Wahyu Dharma. “Pagelaran akan dibagi 2 sesi, yaitu siang mulai pukul 13.00 WIB sampai Maghrib atau sekitar pukul 17.30 WIB dengan mengangkat lakon Wahyu Dharma, sementara untuk sesi kedua mulai pukul 21.00 WIB, lakonnya Wahyu Makutha Rama dengan dalang, Ki Purbadi,” beber Tatag. Diangkatnya Wahyu Dharma maupun wahyu Makutha Rama, menurut Tatag adalah untuk membawa pesan-pesan mengenai pentingnya jiwa kepemimpinan yang baik. Antara pentas di siang hari yang lebih menyasar kalangan pelajar, dengan pentas pada malam harinya untuk warga masyarakat secara umum, Tatag menegaskan bahwa kedua lakon tersebut saling berkaitan. “Di dalam nya tentu kami akan menyampaikan pula sisi sejarah tentang berdirinya Kabupaten Wonosobo, yang tidak dapat dilepaskan dari Desa Plobangan ini,” pungkas Tatag.

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo)

Login to post comments

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659