Seputar Wonosobo

A+ A A-

Upaya Preventif Cegah Gangguan Jiwa, Masyarakat Perlu Pahami Ciri dan Gejalanya

Rate this item
(0 votes)

Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Wonosobo menggelar pelatihan penanganan kesehatan jiwa masyarakat. Dihadiri lintas unsur dari mulai pejabat SKPD terkait, hingga tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), pelatihan di Ruang Mangunkusumo, Setda, Selasa 29 April 2014 tersebut menghadirkan narasumber seorang dokter ahli jiwa dari RSJ Prof Suroyo Magelang.

 

Dr Sabar R Siregar SPKj, narasumber tunggal yang diundang untuk memberikan materi tentang Gangguan Jiwa Dan Penanganan Berbasis Komunitas, menjelaskan bahwa kondisi riil saat ini berdasar fakta dan data, sebanyak 20% penduduk mengalami gangguan jiwa. Itu artinya, dari sekitar 250 Juta Jiwa Penduduk Indonesia, tak kurang dari 50 Juta di antaranya menderita gangguan kejiwaan. Yang lebih memprihatinkan, hampir tiga persennya merupakan penderita gangguan jiwa kategori berat, sementara ahli psikiatri yang ada di Indonesia hanya 600 orang. Sebuah jumlah yang jelas tidak seimbang, sehingga diperlu kerjasama sinergis antara TPKJM, pemerintah dan  berbagai pihak terkait untuk menekan angka tersebut, serta mencegah makin memburuknya kondisi kejiwaan masyarakat. Upaya TPKJM Wonosobo menggelar pelatihan penanganan kesehatan jiwa, dinilai Sabar bisa menjadi media strategis bagi masyarakat untuk memahami apa dan bagaimana gangguan kejiwaan tersebut terjadi. Hal itu dijelaskan Sabar sangat penting, mengingat gangguan kejiwaan memiliki beberapa ciri khas umum, disertai gejala-gejala yang mudah terlihat secara kasat mata.

Beberapa gejala umum yang sering terjadi pada orang dengan gangguan jiwa, menurut Sabar dapat dibagi menjadi dua, yaitu gajala fisik dan gejala lain. Gejala fisik, biasanya ditunjukkan dengan adanya keluhan somatik, kehilangan nafsu makan, hingga gangguan tidur. Sedang gejala lainnya, Sabar menguraikan adanya fenomena obsesi kompulsif, fenomena dissasosiatif, dan peningkatan sensitivitas interpersonal. Selain itu, yang bersangkutan juga mengalami gangguan pembicaraan, gangguan persepsi, dan curiga berlebihan. Hal itu masih ditambah dengan adanya perubahan perilaku berupa peningkatan agresifitas, penurunan kinerja, hingga penarikan diri dari lingkungan sosial.

Kepada para peserta pelatihan, Sabar berharap, agar mereka mencermati lingkungan sekitar, dan apabila menemukan kondisi-kondisi seperti yang disebutkannya, secepatnya melaporkan kepada TPKJM. Hal itu, dijelaskan Sabar akan menciptakan keseimbangan dalam penanganan gangguan kejiwaan masyarakat, antara RSJ dengan TPKJM. Menurut dia, jumlah penderita gangguan jiwa yang begitu banyak, tidak akan dapat ditangani RSJ sendiri, maupun TPKJM sendiri. Dengan porsi lebih seimbang, Sabar yakin penanganan gangguan KJM akan lebih cepat ditangani.

 

Apa yang disampaikan Dr Sabar Siregar SPKj tersebut sesuai dengan harapan Asisten II Sekda, Drs Eko Yuwono. Dalam sambutan pembukaannya, Eko yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan himbauan agar para peserta mampu memahami materi yang diberikan narasumber dengan baik. Dengan pemahaman yang komprehensif tentang gangguan jiwa, Eko juga mengharapkan peserta pelatihan akan mampu mendorong terwujudnya Indonesia bebas pasung, serta mengurangi jumlah penderita gangguan kejiwaaan, yang di Kabupaten Wonosobo masih berada di angka 540 kasus.

Login to post comments

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659