Seputar Wonosobo

A+ A A-

Kecamatan Garung Gandeng HIPMI Gelar Pelatihan Public Service Excellent

Kolaborasi ini diwujudkan dengan mengadakan pelatihan “Public Service Excellent” yang diikuti oleh Sekretaris Desa dan Petugas Pelayanan serta staf sub bagian pelayanan di Kecamatan Garung.

Dalam Sambutannya Drs. Supriyadi, MM menyampaikan bahwa sudah saatnya pemerintah melakukan inovasi pelayanan dengan mengadopsi apa yang dilaksanakan di perusahaan swasta, sehingga kedepan pelayanan pemerintahan semakin ramah, baik dan memuaskan pelanggan. Disampaikan juga kenapa pelatihan kali ini menggandeng HIPMI Wonosobo adalah untuk mengetahui apa kebutuhan dan harapan pihak swasta terkait pelayanan, sedangkan Kenapa menghadirkan bank Jateng adalah untuk mengadopsi pelayanan yang ramah, baik sesuai dengan SOP sehingga pada akhirnya pelayanan di kecamatan garung perlahan tapi pasti akan semakin baik.

Sementara Ketua BPC HIPMI Wonosobo, Chaerul anwar menyampaikan bahwa kepastian waktu, biaya serta transparasi adalah merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi pelayanan public. Disampaikan juga apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh kecamatan garung untuk menggandeng pihak swasta untuk melakukan terobosan-terobosan positif. Diharapkan hal tersebut diikuti oleh Kecamatan kecamatan lain serta lembaga pelayanan public lainnya seperti Rumah Sakit, Puskesmas Disdukcapil dan lain sebagainya untuk senantiasa berkolaborasi dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.

Dalam pelatihan ini bank Jateng memberikan pelatihan mulai bagaimana menerima pelanggan, melayani pelanggan, menghadapi aduan atau complain sampai bagaimana cara menerima telepon yang baik. Dalam pelatihan ini sekdes dan petugas pelayanan langsung praktek dengan menunjukkan cara yang baik dan kurang baik.

Sebagai penutupnya, Harjanto, kasubag paten kecamatan garung menyampaikan bahwa terobosan yang dilaksanakan di kecamatan garung semata mata untuk menghadirkan rasa, yaitu rasa terpuaskan dan rasa terlayani, sehingga sebisa mungkin kita melakukan kerjasama dengan pihak luar, disampaikan pula bahwa Paten garung sudah melakukan kerjasama dengan BPJS kesehatan untuk terjun langsung ke Desa, kerjasama dengan Dinas perdagangan koperasi dan UKM, dimana tahun 2018, sampai dengan bulan mei sudah mengeluarkan 90 IUMK, sebagai apresiasi para pelaku UMKM dilatih desain dan Packaging. Dan hari ini dilaksanakan kerjasama dengan BPC Hipmi Wonosobo dan bank Jateng.

(PPID Kecamatan Garung)

Dinas Kominfo Temanggung Dan Wonosobo Tukar Pikiran Soal Tata Kelola LPPL

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Temanggung melakukan studi banding ke Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo, Selasa (14/5). Studi banding tersebut dilakukan oleh Kominfo Temanggung guna belajar lebih jauh mengenai pengelolaan media, dan pengelolaan Lembaga Penyiaran baik LPPL maupun Lembaga Penyiaran Swasta (LPS).  
Dalam kunjungannya, rombongan diterima oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo, Eko Suryantoro S.Sos. M. Si yang didampingi oleh  Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo Ir. Dwiyama Satyani B, M.Si, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Bambang Sutedjo S. Kar, M.M. serta dua Kepala Seksi yaitu Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Sri Fatonah WI S.Sos, M.M. dan Drs. Ganeswara Wibawa, M.M. Kepala Seksi Pelayanan Informasi Publik dan Pemberdayaan Komunikasi Sosial.

Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Temanggung,  Sumarlinah S.Sos, M.Si selaku pimpinan rombongan studi banding menjelaskan,  kedatangannya ke Wonosobo adalah demi mengetehui sejauh mana peran Diskominfo Wonosobo terhadap keberadaan media dan Lembaga Penyiaran terkait dengan berbagai kegiatan yang mendukung tercapainya pelayanan informasi publik kepada masyarakat. Dijelaskannya, selama ini Lembaga Penyiaran Publik Lokal Temanggung belum mempunyai kelengkapan kelembagaan seperti Dewan Pengawas, dan Direksi, sehingga berpengaruh terhadap peran LPPL Temanggung sendiri dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Selain itu diakuinya bahwa di Temanggung belum ada sebuah asosiasi radio sebagai ajang silaturahim antar radio maupun sebagai wadah berkegiatan bersama.

Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo menjelaskan point penting terkait dengan LPPL yang masih dikelola oleh Diskominfo, bukan di Bagian Humas Setda. Alasanya adalah sebagai penyambung lidah Pemerintah Daerah, yang kedua Bagian Humas sebagai pendamping Bupati.
 
Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Sri Fatonah WI S.Sos, M.M mengungkapkan panjang lebar mengenai pengelolaan Media dan Lembaga Penyiaran baik Lokal maupun Swasta di Wonosobo. Selama ini Pemerintah Kabupaten Wonosobo sudah melakukan berbagai kegiatan bersama sebagai salah satu upaya mendukung kegiatan pelayanan informasi terhadap masyarakat. Salah satu kegiatan bersama yang pernah dijalankan adalah  dengan adanya kegiatan Halo Wonosobo yang merupakan kerjasama antara Pemkab Wonosobo dengan beberapa media seperti LPPL dan LPS. Dari Situlah maka timbul kedekatan dan timbul suatu ikatan antara media-media tersebut dan Pemkab Wonosobo yang kemudian memunculkan sebuah Asosiasi yaitu Asosiasi Radio Swasta Wonosobo tutur Fatonah sesaat setelah menerima kunjungan dari Diskominfo Temanggung.
 
Mendapat banyak penjelasan,  salah satu peserta rombongan mengaku senang karena sudah mendapatkan gambaran lebih baik lagi mengenai pengelolaan media dan pengelolaan lembaga penyiaran. Kedepan, ia menyebut  Diskominfo Temanggung akan mencoba menerapkan ilmu yg sudah didapatkan dari kunjungannya ke Wonosobo tentu saja disesuaikan dengan kondisi saat ini.
 
(Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo) 

Mengunjungi Selokromo Gumregut, Gelar Budaya Desa Yang Menuai Apresiasi Bupati

Gelar Budaya dan Seni bertajuk Selokromo Gimregut, yang digelar warga Desa Selokromo, Kecamatan Leksono selama 3 hari terakhir, menuai banyak pujian dan apresiasi positif. Bahkan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo yang hadir di halaman Balai Desa setempat sebelum sesi penutupan, pada Senin (14/5) mengaku kagum dengan inisiatif warga dan Pokdarwis Selo Nyawiji yang berkeinginan untuk mempromosikan kekayaan seni dan budaya mereka kepada khalayak luas.

 

"Inisiatif seperti yang dimiliki warga Desa Selokromo ini saya nilai positif dan selayaknya menjadi teladan bagi desa-desa lain di Kabupaten Wonosobo, agar sektor wisata desa juga semakin berkembang serta mampu menjadi pengungkit perekonomian warga masyarakatnya," ungkap Bupati. Ke depan, Bupati yang dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan untuk pengembangan wisata dan seni khas desa, juga mengungkap harapan agar even yang menjadi media promosi efektif tersebut dapat digelar secara lebih rutin, setidaknya sekali dalam satu tahun.

 

Selain dari Bupati, apresiasi positif juga diungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo. Menurut Andang, adanya kekompakan warga desa beserta para pemuda Selokromo dalam even gelar budaya Selokromo Gumregut menunjukkan adanya antusiame untuk nguri-uri budaya dan kesenian khas. "Kami di Dinas Pariwisata dan Budaya tentu sangat bersyukur dengan masih adanya keinginan dan semangat warga desa untuk mengembangkan kesenian dan budaya asli daerah," tutur Andang. Upaya mengangkat potensi seni dan budaya sebagai salah satu daya tarik wisata, disebut Andang tidak mudah sehingga perlu didukung semua pihak. "Selain kesenian dan kebudayaan khas, perlu juga dukungan dari warga untuk mengembangkan potensi lain seperti kuliner agar wisatawan mendapatkan kesan positif lain ketika mengunjungi Selokromo," lanjut Andang.

 

Selaras dengan imbauan dari Bupati dan Kepala Disparbud, Ketua Pokdarwis Selo Nyawiji Winarni mengakui pihaknya sengaja menggelar even Selokromo Gumregut adalah demi menyebarluaskan potensi kesenian yang dimiliki Desa. "Ada lebih dari 14 grup kesenian tradisional dan modern yang eksis di Selokromo dan ini kami akomodasi untuk tampil di Gelar Budaya ini," beber Winarni. Even tersebut, disebut Winarni juga mengajak sejumlah penggiat media sosial untuk turut membantu promosi agar Selokromo semakin dikenal luas dan menjadikan Selokromo menjadi tujuan wisata Wisman maupun Wisatawan Nusantara. Sejumlah kesenian yang tampil dalam Selokromo Gumregut, dibeber Winarni meliputi Karawitan dan Campursari Kesengsem, Grup Calung Angklung Gema Sela Satria, Daeng Sedya Manunggal, Kuda Kepang Putri Sri Murni, Grup Karawitan dan Wayang Othok Obrul Jatayu, Grup Thek-thek Bambu Laras, sampai Grup Rebana Salni, Grup Musik Dangdut New Sella, dan Gruup Akustik The Boyong.

 

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo)

KOMUNITAS MUDA MERUPAKAN GARDA TERDEPAN DALAM PENGHAPUSAN KDRT

Warta Daerah

KOMUNITAS MUDA MERUPAKAN GARDA TERDEPAN DALAM PENGHAPUSAN KDRT

 

WONOSOBO, Komunitas muda merupakan garda terdepan dalam penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena merekalah yang dalam waktu dekat akan menuju jenjang kehidupan berkeluarga yang akan membentuk dan membangun mahligai rumah tangga. Keberadaan dan keterlibatan mereka merupakan langkah strategis dalam upaya penanganan KDRT. Demikian dikatakan Aresi Armynuksmono Kabid Kabid Pencegahan KDRT Kementrian PP-PA RI, saat gelar sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga kepada 250 pemuda Wonosobo di Pendopo Kabupaten Senin (14/05).

 

Aresi meyakini mata rantai KDRT akan mampu diputus jika para calon Ibu dan Ayah ini diberikan pemahaman dan pengertian serta pengetahuan dan peran yang signifikan dalam penghapusan KDRT. Oleh karena itu sumber daya yang dimiliki harus diinvestasikan kearah upaya pencegahannya. Sehingga sosialisasi harus menyentuh kaum muda yaitu mereka yang berada di fase menjelang berumah tangga.

 

Senada dikatakan Bupati Wonosobo Eko Purnomo Sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga, memiliki arti yang sangat strategis untuk menghapus dan mencegah kekerasan dalam rumah tangga, terutama kekerasan terhadap perempuan serta anak, mengingat kegiatan yang dilaksanakan ini mengikutsertakan generasi muda, yang akan memasuki jenjang rumah tangga.

 

Pengenalan dan pencegahan potensi kekerasan dalam rumah tangga sejak dini ini, sangat diperlukan untuk menekan maupun memotong mata rantai kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu sekaligus memberikan pemahaman eskalasi kasus, potensi dan dampak kekerasan dalam rumah tangga dalam membangun rumah tangga akan dimu;lai, serta membangun pandangan dan peran komunitas generasi muda di Kabupaten Wonosobo, dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga.

 

Melalui Sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini Bupati berharap nantinya akan lahir pelopor pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, di lingkungannya masing-masing. Karena menurut penuturan Aresi Wonosobo merup[akan satu dari sepuluh Kabupaten/Kota terpilih dari 563 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang disasar sosialisasi ini.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659