Seputar Wonosobo

A+ A A-

Tim Gakda Kabupaten Pastikan Tempat Hiburan Malam Tak Langgar Perda

Perintah Bupati Wonosobo, Eko Purnomo agar seluruh tempat hiburan malam tak berizin menghentikan operasi, direspon cepat oleh tim Penegakan  Kabupaten. Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Sunarso ketika ditemui di kawasan pendopo Kabupaten seusai upacara peringatan HUT RI ke-73, Jum'at (17/8) telah memastikan tempat hiburan malam di wilayah Wonosobo tidak ada yang melanggar Perda tentang Penyelanggaraan Hiburan. "Ini kami buktikan dengan menggelar razia bersama tim gabungan pada Rabu malam (15/8) kemarin," jelas Sunarso.

Dalam razia bersama unsur TNI-Polri dari Polres dan Kodim 0707, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informatika serta Kantor Kesbangpol Kabupaten itu, Sunarso mengaku menyisir sejumlah tempat hiburan malam yang selama ini identik dengan sarana karaoke. Menurutnya, Tim Gabungan penegak Perda berkekuatan 25 personel, yang mendatangi puluhan tempat karaoke, mulai dari seputar Kota Wonosobo sampai wilayah Leksono, melihat sendiri tidak ada yang beroperasi. "Melalui razia ini, kami hanya memastikan, kalau surat edaran yang sebelumnya kami sampaikan dan sudah ditandatangani, dilaksanakan atau tidak," tegasnya. Hal itu disebut Sunarso menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi Satpol PP,  yaitu berupaya menegakkan Perda tanpa tebang pilih. Sanksi bagi usaha hiburan malam tanpa izin yang melanggar ketentuan dalam Perda, menurut Sunarso adalah penutupan.

Hal yang sama dikemukakan Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan, Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Warjono yang menyebut mekanisme penjatuhan sanksi hanya akan diberikan kepada pengelola atau pengusaha karaoke yang kedapatan melanggar peraturan daerah. Sanksi tegas, disebut Sunarso juga merupakan upaya memenuhi tuntutan masyarakat yang menginginkan Kabupaten Wonosobo tetap aman, tenteram dan senantiasa kondusif.

 

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo)

NEGARA HADIR UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN DAN KEADILAN SOSIAL, WAKIL BUPATI APRESISASI KEDISIPLINAN PNS

Negara telah dan akan hadir guna menyelesaikan persoalan warganya. Negara terus berupaya menciptakan rasa aman dan nyaman. Negara terus memberikan pelayanan terbaik dan berusaha mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Demikian di sampaikan Wakil Bupati Wonosobo Ir. Agus Subagiyo M.Si., saat membacakan sambutan Gubernur Jateng pada Upacara Peringatan HUT RI ke 73 bagi PNS Lingkungan Pemkab Wonosobo dan peringatan Hari Jadi ke 68 Provinsi Jateng dihalaman Pendopo Bupati Jumat (17/08) pagi.

"Maka sebagai warga negara, kita harus ikut merawat capaian dan kemajuan pembangunan dengan berbagai macam cara yang bisa kita lakukan. Kita harus berperan aktif untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan kita. Munculnya paham-paham anti-Pancasila, tampilnya sikap-sikap anti-NKRI, serta menggejalanya praktik-praktik terorisme, harus kita hadapi dengan tegas, lawan!", tegasnya.

Sudah seharusnya, semuanya meneladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata. Praktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari , "Selalu berpikir positif, jujur dalam ucapan, teguh dalam pendirian, disiplin menjalankan tugas, punya unggah-ungguh dalam pergaulan, toleran dalam bermasyarakat, tepo seliro dan selalu semangat untuk bergotong royong, serta bangga dan cinta atas karya anak bangsa sendiri", tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati memberikan apresiasi terhadap PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo atas kedisiplinan dan tepat waktu dalam menjalankan tugasnya.

"Saya akan berikan penghargaan bagi PNS yang hari ini datang paling awal".

Lima PNS mendapat penghargaan khusus dari Wakil Bupati, tiga PNS dari Bagian Humas Dan Umum, satu dari Bagian Kesra dan satu dari BKD. Agus berharap kepada PNS yang lain hali ini agar menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas kinerjanya.

Digelar Agustus, Rakons PKK Dinilai Tepat

Agenda tahunan rapat konsultasi (rakons) PKK Kabupaten Wonosobo, yang digelar di Gedung Korpri, Kamis (16/8) dinilai tepat waktu. Kasubbag Keuangan dan Aset Desa Bagian Pemerintahan Setda, Aldhiana Kusumawati, yang hadir sebagai narasumber dalam rapat konsultasi tersebut menilai, bulan Agustus merupakan waktu tepat karena pembahasan anggaran di musyawarah rencana pembangunan desa belum selesai. “Para kader, selepas mengikuti rakon ini mestinya bisa lebih lantang bersuara, untuk memperjuangkan anggaran bagi sejumlah pos yang menjadi kewenangan mereka,” terang Aldhiana.

Bagi para pemangku kewenangan desa, anggaran dana transfer yang kini di Wonosobo rata-rata sudah di atas 1 Milyar Rupiah per desa diakui Dina masih banyak disalurkan untuk kepentingan pembangunan sarana infrastruktur. Padahal, setelah masuk di tahun keempat distribusi dana transfer di Kabupaten Wonosobo, Dina menyebut sebagian besar Desa sudah merampungkan pekerjaan terkait infrastruktur, khususnya jalan. “Memasuki tahun kelima ini, sudah semestinya momentum para kader PKK untuk menyuarakan pentingnya alokasi dana transfer desa untuk pembangunan sumber daya manusia, seperti meningkatkan capaian pendidikan atau angka harapan sekolah, mencegah pernikahan anak, hingga meningkatkan fasilitas pendidikan anak usia dini,” tutur Dina lebih lanjut.

Selain terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dana transfer ke desa yang semakin bertambah setiap tahunnya, menurut Dina dapat pula dialokasikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pentingnya sanitasi dan jambanisasi bagi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu indikator kemiskinan, menurut Aldhiana perlu terus disuarakan, demi meningkatkan kesadaran warga akan urgensi kesehatan. “Di sinilah peran strategis para kader PKK kami harapkan mampu ditunjukkan secara nyata, berani bersuara dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan,” paparnya. Dengan adanya kader PKK yang memiliki keberanian untuk menyuarakan kepentingan tersebut , ia meyakini kedepan arah pembangunan desa bakal lebih terfokus.

Harapan Aldhiana itu selaras dengan arahan Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo. Dalam sambutan pembukaan rakon, Fairuz menegaskan perlunya para kader mulai dari Kecamatan hingga desa benar-benar memahami persoalan di wilayah kerja masing-masing. “Rapat kosultasi ini kita gelar secara rutin tahunan dengan tujuan untuk terus meningkatkan peran para kader PKK sehingga fungsi pemberdayaan masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya,” terang Fairuz. Sejumlah isu, seperti rendahnya angka partisipasi pendidikan, pernikahan anak, angka kematian ibu dan bayi hingga upaya pengentasan kemiskinan, disebut Fairuz harus menjadi fokus sasaran program kerja di tahun-tahun mendatang.

 

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo)

BUPATI KUKUHKAN PASKIBRA KABUPATEN WONOSOBO

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, secara resmi mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) Kabupaten Wonosobo tahun 2018, yang akan bertugas pada upacara pengibaran dan penurunan bendera HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73 pada 17 Agustus mendatang.

Sebanyak 36 anggota PASKIBRA, yang telah mengikuti latihan keras sejak 1 Agustus ini, secara resmi dikukuhkan Bupati di hadapan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta kepala sekolah yang siswanya ikut menjadi anggota PASKIBRA, pada hari Kamis, 16 Agustus di Pendopo Kabupaten Wonosobo.

Dalam sambutan pengarahannya, Eko menyampaikan bahwa para anggota PASKIBRA harus punya rasa percaya diri yang tinggi dan kebanggan tersendiri karena menjadi orang-orang terpilih sebagai anggota PASKIBRA di antara ribuan generasi muda di Wonosobo.

Hal ini adalah prestasi sekaligus tantangan buat mereka, karena selain sebagai sebuah kebanggaan, didalamnya ada tanggung jawab yang berat demi keberhasilan pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi dan aubade peringatan HUT ke-73 RI tahun 2018.

Untuk itu, Eko meminta semua anggota PASKIBRA bisa memikul tanggung jawab ini dengan baik dan penuh kesungguhan, disertai dengan jiwa Nasionalisme dan Patriotisme yang wajib dimiliki mereka, rasa menghargai dan meneladani pengorbanan para pejuang pendahulu bangsa, serta menanamkan di hati mereka prinsip rela berkorban demi keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dengan mengharumkan nama keluarga, masyarakat, daerah, Bangsa, dan Negara, serta berusaha menjadi teladan yang baik bagi umat manusia dimanapun mereka berada.

Anggota PASKIBRA tahun 2018 ini secara terperinci terbanyak dari SMAN I Wonosobo sebanyak 6 siswa. Disusul SMA N 2 Wonosobo, SMA N I Mojotengah dan SMA Muhammadiyah Wonosobo sebanyak 4 siswa, SMA N I Sapuran, SMK N I Wonosobo, SMK Muhammadiyah Wonosobo dan SMA Takhasus mewakilkan 3 siswanya, SMKN 2 Wonosobo dan SMAN I Kaliwiro Mengikutkan 2 Siswa. Sedsngkan SMA 1 Wadaslintang dan SMK N I Sukoharjo hanya diwakili satu siswa.

Dalam pengukuhan tersebut, setiap anak mencium bendera merah putih, tanda kesiapan mereka untuk bekerja keras mensukseskan upacara detik-detik Proklamasi dan aubade peringatan HUT ke-73 RI tahun 2018 serta sebagai pengingat akan perjuangan para pahlawan pendahulu bangsa yang rela berkorban demi sang merah putih dalam mencapai Kemerdekaan Indonesia.

Pasi Pers Kodim 0707 Wonosobo, Kapten Arm. Listiyono selaku penanggung jawab tim kepelatihan mengungkapkan sudah mempersiapkan dengan seksama agar paskibra tahun ini lebih optimal, termasuk dengan mempertimbangkan dan mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang bisa mengganggu jalannya upacara, termasuk kesiapan sarana prasarana upacara dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659