Seputar Wonosobo

A+ A A-

TAHUN 2019 PEMKAB WONOSOBO TERAPKAN SISTEM ZONASI DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SD DAN SMP NEGERI

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Wonosobo terapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru SD dan SMP. Kebijakan zonasi pendidikan ini merupakan salah satu strategi pembangunan pendidikan yang terintegrasi untuk mencapai pemerataan pendidikan yang berkualitas, sebagaimana Peraturan Menteri Kebudayaan Nomor 51 tahun 2018 tentang tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Satuan Pendidikan Dasar, Satuan Pendidikan Menengah Pertama, Satuan Pendidikan Menengah Atas, dan Satuan Pendidikan Menengah Kejuruan menegaskan tentang penerimaan peserta didik baru berbasis zonasi untuk mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. Peraturan tersebut mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk mengatur lebih lanjut tentang PPDB berbasis zonasi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

Prinsip utama dari zonasi pendidikan adalah mendekatkan lingkungan sekolah dengan lingkungan keluarga. Terdapat 3 jalur PPDB (1) Jalur zonasi dengan presentase jumlah peserta didik yang diterima palin gsedikit 90% dari daya tampung, (2) Jalur prestasisebanyak 5% dari daya tampung, dan (3) Jalur perpindahan tugas orang tua/wali, sebanyak 5%.

Mekanisme dari PPDB berbasis online dan offline. Untuk SD terdapat 7 SD yang menyelenggarakan PPDB Online yaitu SD Negeri 1 Wonosobo, SD Negeri 2 Wonosobo, SD Negeri 5 Wonosobo, SD Negeri 8 Wonosobo, SD Negeri 10 Wonosobo, SD Negeri Pagerkukuh dan SD Negeri 1 Jaraksari. Jalur zonasi untuk SD adalah berdasarkan Desa/Kelurahan yang ditinggali siswa, terbagi menjadi 3 zona yaitu zona 1, zona 2 dan luar zona.

Sementara itu untuk SMP Negeri diwajibkan selenggarakan PPDB secara online. Zonasi SMP diukur dalam radius 6 km dari sekolah dengan berbasis titik koordinat domisili siswa yang diinput oleh SD dari alamat siswa. Orang tua bisa mengecek apakah titik koordinat tersebut sudah dapat atau belum dengan menghubungi SD masing-masing.

Syarat utama untuk PPDB berbasis zonasi adalah Kartu Keluarga atau surat keterangan domisili sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Adapun PPDB SD Online akan diselenggarakan 17 sampai dengan 19 Juni 2019. Sedangkan SMP mulai 1 sampai dengan 3 Juli 2019.

 

Nilai Hasil Ujian Tidak Digunakan Sebagai Dasar Seleksi PPDB SMP

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk PPDB berbasis zonasi tidak menggunakan nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai dasar untuk seleksi peserta didik, sebagaimana dimuat dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dan ditegaskan dalam Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri tanggal 10 April 2019.

 

Silahkan unduh informasi lengkap Sistem Zonasi Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru SD dan SMP Negeri Tahun 2019 Kabupaten Wonosobo, di link dibawah ini :

PANTAU PASAR, SEKDA PASTIKAN HARGA DAN STOK KEPOKMAS JELANG LEBARAN AMAN

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, M Zuhri memastikan harga dan stok sembilan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) jelang lebaran aman. Demikian dipastikan M Zuhri saat melakukan pantauan bersama Tim Sidak Keamanan Pangan jelang lebaran di pasar Sapuran, Senin (27/5) pagi. Didampingi, Staf ahli dan Camat Sapuran.

Menurut Sekda, hal ini dilakukan guna memantau dan mengantisipasi jika ada lonjakan harga kepokmas, sesuai surat perintah Bupati, kepada instansi terkait untuk lakukan pantauan pasar selama bulan ramadhan dan jelang lebaran. "Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memantau harga dan stok 9 kebutuhan pokok masyarakat selama bulan ramadhan dan jelang lebaran, sesuai perintah Bupati bahwa instansi terkait agar melalukan pantauan pasar," demikian dikatakan Sekda disela pantauan di apsar Sapuran.

Selain itu juga untuk melakukan pantuan dan kesiapan serta ketersediaan stok sembilan kebutuhan pokok masyarakat. Dan juga pantauan terhadap keamanan pangan terkait kesehatan pangan dan sanitasi.

Dari pantauan yang telah dilakukan Tim beberapa hari terakhir dikatakan Sekda harga dan stok pangan masih standar dan tidak ada fluktiatif harga dipasaran. Dengan kata lain masih terjangkau dan tercukupi. Dari itu Sekda berharap masyarakat bisa memperoleh pemenuhan kebutuhan keseharian dengan mudah dan harga yang normal terjangkau. Khususnya saat bulan ramadhan dan jelang lebaran seperti saat ini.

Namun di sisi lain masih saja terjadi penyalahgunaan terkait keamanan pangan, dari sampel makanan yang di ambil dan di test oleh Tim, ditemukan zat kimia yang tidak direkomendasikan aman pada makanan. Dari pantauan masih ditemukan rhodamin B (pewarna textile),  borax, formalin dan zat lain yang dilarang.

Dari temuan tersebut Tim meminta kepada penjual untuk menarik agar tidak di jual lagi atau bahkan ada yang di beli dan dibawa oleh petugas untuk di musnahkan, karena dirasa sangat membahayakan bagi kesehatan jika masih tetap didistribusikan dan di konsumsi masyarakat luas.

Tim pantau sendiri terdiri dari Bagian Perekonomian sebagai leading sectornya, Polres, Satpol PP, Disdagkop dan UKM, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainya.

WONOSOBO KEMBALI AKAN MENGGELAR PILKADES SERENTAK GELOMBANG 3

 

Kabupaten Wonosobo kembali akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak gelombang 3 tahun 2019 yang akan dilaksanakan di 40 desa yang tersebar di 15 Kecamatan. Yang sebelumnya sudah di laksanakan di tahun 2016 (Gelombang 1) sebanyak 30 desa, dan gelombang 2 pada tahun 2018 di 166 desa. Hal ini didasari oleh Perda Kabupaten Wonosobo No. 1 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Desa, Perda Kabupaten Wonosobo No. 3 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No 1 Tahun 2016, serta Perbup No 12 tahun 2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No. 1 tahun 2016.

                Menurut Kasubag Pemerintahan Desa Bagian Pemerintahan Setda Amin Purnadi, Pilkades serentak gelombang 3 akan dilaksanakan Hari Rabu Pahing, 9 Oktober 2019. Dari 40 desa yang tersebar di 15 Kecamatan yang akan menggelar adalah Kecamatan Wonosobo desa Bomerto, Selomerto desa Candi, Tumenggungan, Bumitirto, Kadipaten, Kecamatan Leksono Besani, Kecamatan Kertek, Pagerejo, Surengede,  Damarkasiyan, Tlogomulyo, Banjar, Purwojati, Candimulyo, Purbosono, Kecamatan Kalikajar  Kembaran, Maduretno, Mungkung, Mangunrejo, Kecamatan Sapuran Marongsari, Bogoran, Kecamatan Kepil Rejosari, Kecamatan Mojotengah Larangankulon, Krasak, Candirejo, Kecamatan Garung Sitiharjo, Siwuran, Kayugiyang, Kecamatan Kejajar Dieng, Parikesit, Kecamatan Watumalang  Bumiroso, Wonokampir, Kecamatan Sukoharjo Pucungwetan, Plodongan, Jebengplampitan, Kecamatan Kaliwiro Cledok, Kemiriombo, Kecamatan Wadaslintang Plunjaran, Lancar, Kecamatan Kalibawang  Kalikarung, Mergolangu.

Proses Pilkades serentak akan terbagi menjadi empat tahapan, tahap pertama Tahapan Persiapan yang meliputi Pemberitahuan AMJ Kades oleh BPD secara tertulis, Pembentukan Panitia Pilkades oleh BPD, Penyampaian LPPD AMJ Kades kepada Bupati melalui Camat Penyusunan Biaya Pilkades oleh Panitia. Tahap kedua, Tahapan Pencalonan meliputi Pengumuman dan pendaftaran Bakal Calon Kades, Penetapan dan pengumuman nama Calon Kades, Penetapan DPT, Kampanye Calon Kades, Masa tenang. Tahap ketiga Tahapan Pemungutan Suara yang merupakan intinya yaitu Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, dan Penetapan Calon Kades yang memperoleh suara terbanyak. Sedangkan tahap ke empat Tahapan Penetapan yang mencakup Laporan Hasil Pilkades oleh panitia kepada BPD, laporan hasil pilkades oleh BPD kepada Bupati melalui Camat, Penerbitan SK pengesahan dan Pengangkatan Kepala Desa terpilih oleh Bupati, serta ditutup dengan pelantikan Kepala Desa.

Sementara itu asisten Sekda Bidang Pemerintahan Aziz Wijaya, menegaskan agar mengikuti mekanisme dan peraturan yang sudah ditentukan serta agar menghindari kesepakatan-kesepakatan diluar aturan. “Ikuti saja aturan yang ada, jangan pernah membuat ketentuan lain di luar aturan, jangan pernah buat kesepakatan yang tidak diatur dalam aturan karena sering kali kesepakatan ini justru menjebak dan membuat masalah di kemudian hari”, tegasnya.

 

 

 

 

Tim Penilai Lomba Perpustakaan SLTA Provinsi Jawa Tengah Lakukan Visitasi ke Wonosobo

Tim Penilai Lomba Perpustakaan SLTA Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah lakukan visitasi ke Wonosobo, Kamis (23/5). Menurut Ketua Tim Penilai, Bagus Suryantoro, saat diterima di Ruang Perundingan Pendopo Kabupaten, kegiatan visitasi kali ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum di Kabupaten Wonosobo. Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SLTA sendiri bertujuan untuk meningkatkan kinerja mutu, meningkatkan peran perpustakaan, dan mewujudkan budaya baca di lingkungan sekolah. Lomba sendiri rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Tahapan awal penilaian dilaksanakan dengan melakukan penilaian administrasi dan presentasi. Penilaian administrasi dilakukan oleh tim Juri dengan memeriksa instrumen lomba berikut bukti fisiknya. Presentasi profil dan kegiatan perpustakaan, dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Sekolah di hadapan Tim Juri untuk memberi gambaran singkat tentang kondisi perpustakaan. Hasil dari penilai administrasi dan presentasi yaitu terpilihnya 8 perpustakaan yang akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu Penilaian Visitasi.

Penilaian Visitasi dilakukan oleh Tim Juri untuk mendapatkan gambaran seutuhnya tentang kondisi perpustakaan sekolah. Penilaian Visitasi juga dilakukan untuk melakukan klarifikasi, verifikasi dan validasi data serta informasi yang sudah disampaikan melalui pengisian instrument dan presentasi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, M. Zuhri, menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Tim Verifikasi Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi untuk kategori perpustakaan SLTA. Hal ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri, karena dengan kehadiran tim verifikasi, menandakan bahwa perpustakaan SMK 1 Sapuran sebagai wakil Wonosobo, menjadi salah satu perpustakaan sekolah yang dinilai layak untuk dikunjungi guna diapresiasi lebih.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi positif kepada perpustakaan SMK 1 Sapuran, yang menjadi yang terbaik di Kabupaten Wonosobo tahun 2019. Prestasi ini memang sudah selayaknya diperoleh oleh perpustakaan SMK 1 Sapuran, sebagai reward atas upaya dan kerja kerasnya selama ini dalam rangka membangun, mengembangkan, dan mengelola perpustakaan sekolah secara sungguh-sungguh dengan progresivitas yang signifikan. Prestasi ini menjadi motivasi positif bagi segenap sivitas akademika SMK 1 khususnya, dan menjadi inspirasi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Wonosobo untuk semakin meningkatkan budaya membaca melalui optimalisasi perpustakaan yang ada.

Ditambahkan Zuhri, keberhasilan yang diraih dari perpustakaan SMK 1 Sapuran ini, merupakan salah satu keberhasilan pembangunan perpustakaan di Kabupaten Wonosobo. Yang mana hal ini, tidak lepas dari dukungan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Wonosobo tentunya. Terkait beberapa prestasi yang pernah diperoleh Wonosobo di bidang perpustakaan, baik tingkat propinsi maupun nasional, prestasi-prestasi tersebut, merupakan bukti nyata bahwa pihaknya tidak main-main dalam upaya pembinaan perpustakaan. Karena pihaknya berkeyakinan, literasi harus menjadi suatu gerakan, bukan hanya sekedar proyek, harus impacfull, diintegrasikan dengan pemberdayaan berbagai bidang kegiatan dalam kehidupan masyarakat.

Melihat apa yang telah dilakukan di Perpustakaan  SMK 1 Sapuran ini, menunjukkan perpustakaan sekolah yang sebelumnya selalu menjadi bagian yang tersisih dari proses pembangunan, karena dianggap tidak berdaya guna, hanya sekedar gudang buku yang tidak menarik, kini  perpustakaan sudah mulai berbenah.

Perpustakaan sekolah telah bertransformasi menjadi pusat belajar dan berkegiatan seluruh masyarakat, tidak hanya gudang buku tetapi gudang ilmu yang tanpa batas.  Usaha kreatif ini menurutnya layak diacungi jempol, dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dan perpustakaan sekolah dari daerah lain.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan SMK 1 Sapuran, Yuliati, menyampaikan, sebagai juara Perpustakaan Sekolah tingkat Kabupaten Wonosobo tahun 2019, beberapa inovasi yang dilakukan pihaknya adalah dengan melakukan integrated farming, khususnya di sektor pertanian, perikanan dan peternakan, dengan perpustakaan sekolah sebagai fasilitator masyarakat, khususnya para petani dan peternak, baik dalam penyediaan bahan pustaka maupun dalam penyediaan material dengan pihak terkait, seperti pihak desa maupun pihak-pihak lainnya. Integrated Farming sendiri dihubungkan dengan budi daya Maggot, sebagai pakan ikan. Di SMK 1 Sapuran sendiri, para pelajar dari jurusan tata busana memanfaatkan bahan pustaka yang ada di perpustakaan sekolah sebagai referensi, yang saat ini sudah menggunakan perpustakaan berbasis digital. Adapun pelajar jurusan lain, yakni otomotif dan akuntansi, masih belum optimal memanfaatkan perpustakaan sekolah, karena masih terbatasnya bahan pustaka. Ke depan pihaknya akan mengupayakan agar kedua jurusan ini bisa memanfaatkan koleksi pustaka di perpustakaan sekolah, dengan terus menambah koleksi bahan pustaka sekolah yang terkait dengan otomotif dan akuntansi.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /dcpartition/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /dcpartition/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659