Seputar Wonosobo

A+ A A-

80 % Website OPD Aktif Mutakhirkan Konten

Pemutakhiran konten website resmi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Wonosobo menunjukkan perkembangan menggembirakan. Tak kurang dari 18 dari 22 OPD yang ada kini telah aktif memperbarui secara rutin konten website mereka. Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo, Priyo Cahyono menyebut, meski positif, hal ini masih perlu ditingkatkan agar upaya untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Wonosobo dapat tercapai secara optimal. “Dari sisi aktifasi website, sudah 100 %, baik di lingkup OPD, Kecamatan bahkan hingga ke Desa dan Kelurahan, namun memang untuk memutakhirkan konten, masih ada beberapa yang belum rutin,” terang Priyo ketika ditemui seusai rapat koordinasi dan evaluasi admin Website PPID Kabupaten Wonosobo, di aula Dinas Kominfo, Selasa (19/2).

Festival Sindoro Sumbing Digelar Di Pagerejo

Pemerintah Kabupaten Wonosobo bakal menghelat even prestisius berskala Nasional pada medio bulan Juni mendatang. Even bertajuk Festival Sindoro Sumbing tersebut direncanakan akan mengintegrasikan tak kurang dari 14 kegiatan bertema seni dan budaya tradisional khas Wonosobo. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, One Andang Wardoyo mengungkap perihal rencana perhelatan festival Sindoro Sumbing tersebut dalam acara sosialisasi ke sejumlah OPD dan pemangku kepentingan terkait di Aula Dinas Pariwisata, Rabu (20/2). Menurutnya, Festival Sindoro Sumbing merupakan hasil kolaborasi pihaknya dengan Platform Indonesiana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Prosesnya tidak mudah untuk bisa menggelar festival ini karena melalui proses seleksi dan bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia selama 2 Tahun terakhir,” tutur Andang.

SAKIP Kabupaten Wonosobo Dapat Nilai B

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Wonosobo mendapat nilai B, alias masuk kategori baik. Kepastian terkait hal tersebut diungkap Asisten Administrasi Sekretariat Daerah, Samsul Maarif setelah menerima hasil evaluasi SAKIP dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reforma Birokrasi (PAN/RB) di Makassar, Selasa (19/2) lalu. Pemerintah Kabupaten Wonosobo, menurut Samsul mendapatkan predikat  B dengan nilai 62,70.  Predikat ini menunjukkan bahwa tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran dibandingkan dengan capaian kinerjanya, serta kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi maupun penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada hasil sudah menunjukkan hasil baik. Dibanding tahun sebelumnya, dimana pada 2016 mendapat predikat CC dengan nilai 50,80, kemudian tahun 2017 predikat CC dengan nilai 56, 18, hasil pada tahun ini diakui Samsul sudah lebih baik.

Senada, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Tri Antoro, yang juga hadir dalam acara penyerahan hasil evaluasi SAKIP menyebut peningkatan nilai yang dicapai oleh Wonosobo merupakan buah kerja keras  dan dukungan dari semua pihak terkait. "Ini merupakan hasil kerja bersama di antaranya unsur Bappeda, Inspekorat, Bagian Organisasi dan juga semua perangkat daerah, namun demikian, proses perbaikan tetap terus menerus dilakukan," tutur Tri Antoro. Ke depan, Tri mengaku pihaknya telah merencanakan, agar mulai Tahun 2019 Bagian Organisasi bekerjasama dengan Inspekorat dan BAPPEDA akan melakukan pemantauan perkembangan capaian kinerja tiap triwulan. Diharapkan, dengan adanya pemantauan secara berkala tersebut akan dapat memonitor capaian kinerja semua perangkat daerah dengan baik. "Monitoring berkala juga akan memudahkan langkah-langkah perbaikan apabila terdapat kendala di OPD terkait.

Apresiasi positif atas capaian hasil evaluasi SAKIP juga diungkap Pj Sekretaris Daerah, M Zuhri. Kepada 12 OPD yang menjadi sampel penilaian, yaitu Inspektorat, Bappeda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Perkimhub, Dinas PU dan Penaataan Ruang, Dinas Sosial PMD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Dukcapil serta Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, Zuhri menyampaikan terimakasih atas kerja keras dan dedikasinya. Untuk 11 OPD lain yang belum menjadi sampel penilaian, ia berharap agar ada pendampingan selama Tahun 2019, sehingga nantinya juga akan memiliki kinerja sesuai standar SAKIP.

Sementara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo mengaku pihaknya menyambut baik hasil yang telah diperoleh oleh Kabupaten Wonosobo dan mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan SAKIP. "Predikat B telah diperoleh, namun nilai yang diperoleh masih perlu ditingkatkan," ungkap Bupati. Kepada semua jajaran OPD, Bupati juga menekankan bahwa, predikat dan nilai bukanlah tujuan utama, melainkan merupakan indikator bahwa tata kelola pemerintahan kita semakin baik. Perbaikan dan peningkatan kualitas kinerja pemerintahan di semua sektor, ditegaskannya harus senantiasa dilakukan agar program dan kegiatan tepat sasaran, efektif dan efisien dengan tujuan akhir pelayanan masyarakat yang semakin baik.

 

  

Puluhan PPK dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Ikuti Sosialisasi dan Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa SPSE ver 4.3

Puluhan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa mengikuti Sosialisasi dan Pelatihan Pengaaan Barang dan Jasa menggunakan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4.3, yang digelar selama 2 hari, Selasa-Rabu (12-13/02), di Ruang Rapat Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Wonosobo.

Menurut Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Wonosobo, Agus Fajar Wibowo, sosialisasi digelar untuk menindaklanjuti Surat Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 12129/D.2/11/2018 tanggal 21 November 2018 perihal batas waktu penggunaan Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik dibawah versi 4.3, yang mana aplikasi SPSE dibawah versi 4.3 hanya dapat digunakan sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 dan proses Pengadaan Barang Jasa secara elektronik tahun anggaran 2019 wajib menggunakan aplikasi SPSE versi 4.3. LPSE Wonosobo sendiri sebelumnya menggunakan SPSE versi 3.6CA. Adapun beberapa kelebihan aplikasi SPSE versi 4.3, selain dokumen lelang dibuat secara elektronik melalui aplikasi SPSE dan syarat penawaran sudah terperinci pada aplikasi, pada proses evaluasi harga dan koreksi aritmatik dilakukan secara otomatis oleh aplikasi, serta aplikasi SPSE sudah menginformasikan secara terperinci hasil evaluasi, sehingga lebih transparan bagi masyarakat.

Ditambahkan Agus Fajar Wibowo, Pejabat Pembuat Komitmen dalam SPSE versi 4.3 ini memiliki peran, tanggung jawab dan wewenang lebih besar. Dalam SPSE versi 4.3 ini, PPK memiliki beberapa tugas untuk membuat paket tender, isi rincian HPS, isi SSKK, upload KAK, input form SPPBJ, cetak SPPBJ, input dan cetak Surat Perjanjian, Surat Perintah Kerja, Surat Pesanan Barang, SPMK, upload dokumen lainnya serta input dan cetak Berita Acara Pembayaran serta Berita Acara Serah Terima.

Sedangkan menurut narasumber dari Biro Administrasi Pengawasan Barang dan Jasa Setda Provinsi Jawa Tengah, Bonny Praharanyasto, setelah diundangkannya Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, telah membawa suasana baru pada Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Banyak pembaharuan yang dialami oleh aplikasi SPSE, mulai dari sisi teknis penggunaan sampai dengan regulasi yang mengaturnya.

Aplikasi SPSE versi 4.3 yang dikembangkan oleh Direktorat Pengembangan SPSE Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sendiri, telah resmi diluncurkan pada 4 September 2018. Perilisan aplikasi SPSE Versi 4.3 ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan Deputi Nomor 29 Tahun 2018 tentang Panduan Penggunaan Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik versi 4.3 dan juga mengakomodir Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 serta peraturan turunannya. Pihaknya menargetkan, aplikasi SPSE akan di-instal secara bertahap di seluruh LPSE se – Jawa Tengah, sehingga dapat segera digunakan untuk pengadaan tahun anggaran 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Bonny beserta pemateri lain dari Biro Administrasi Pengawasan Barang dan Jasa Setda Provinsi Jawa Tengah, Sukaidesko Ibnu Suwaryo, memperkenalkan beberapa hal teknis aplikasi SPSE 4.3 kepada PPK dan Pejabat PBJ, mulai dari fitur terbaru dalam aplikasi SPSE 4.3, lalu metode tender cepat yang dapat diikuti pelaku usaha, serta sistem pendukung SPSE 4.3 yang diperuntukan bagi pelaku usaha. Para pemateri juga menjelaskan beberapa hal, diantaranya metode pemilihan menurut Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, yang terdiri dari E- Purchasing, tender, tender cepat, penunjukan langsung, pengadaan langsung, dan seleksi.

RUTAN SIAP SUKSESKAN VISI MISI KABUPUPATEN WONOSOBO

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Wonosobo berkomitmen siap membantu mensukseskan program visi dan misi Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Demikian dikatakan Kalapas Akbar Amnur saat melakukan silaturahmi kepada Bupati Eko Purnomo di pendopo, Rabu (13/2) siang, berikut anggotanya.

Dikatakan Akbar, kunjungan tersebut dilakukan sebagai sarana mempererat silaturahmi, kebersamaan, solidaritas dan sinergitas antara Lapas dan Pemkab Wonosobo, dalam rangka menjalankan tugas demi membangun kemajuan dan menjaga ketentraman Wonosobo.

"Sinergitas dan solidaritas adalah suatu hal yang harus dipelihara untuk membangun dan menjaga Kabupaten yang berjuluk Negeri Di Atas Awan ini,” ungkap Akbar.

Selain itu kedatangan mereka juga untuk memperkenalkan kepada Bupati dengan adanya penambahan pegawai baru, yaitu para PNS Hasil Rekrutmen 2017 dan CPNS Hasil Rekrutmen 2018, sebanyak 10 orang. Sehingga saat ini pegawai yang ada di lapas berjumlah 48 orang. Walaupun masih kurang dari angka ideal namun dikatakan Kalapas jumlah tersebut sudah lumayan.

"Dengan adanya penambahan 10 pegawai, saat ini kita berjumlah 48 orang, yah, lumayan lah, idealnya sih 60 orang melihat penguni lapas yang jumlahnya 160 napi", katanya.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyambut baik kunjungan jajaran Rutan tersebut. Karena hal tersebut bisa menjadi sarana komunikasi dan kebersamaan. Tanpa adanya komunikasi yang baik, otomatis segala perkembangan akan terhambat khususnya dalam memajukan Kabupaten Wonosobo.

“Mari kita jaga kekompakan bersama. Hal itu seperti perumpamaan, ketika ada salah satu organ tubuh sakit, maka semuanya akan terasa sakit, jadi antar satu sama lain saling berpengaruh dan saling merasakan,” ungkap Bupati.

Kepada PNS baru Eko menyampaikan selamat dan sukses, tetap semangat dalam menjalankan tugas. Bupati minta agar para pegawai baru ini untuk terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya dalam membina para penghuni lapas.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan dari Bupati kepada Lapas Wonosobo berupa sebuah vacum cleaner dan puluhan pohon durian dari varietas unggulan baru. Dengan harapan bisa bermanfaat. Sementara dari rutan sendiri memberikan cinderamata kepada Bupati berupa kerajinan tangan hasil karya warga binaan.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659