Seputar Wonosobo

A+ A A-

Akhir Pekan, Operasi Penegakan Protokol Kesehatan Sisir Wilayah Sapuran

Kegiatan terpadu operasi Penegakan Protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 di Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (26/9/2020) menyisir wilayah Kecamatan Sapuran. Kasatpol PP Haryono melalui Kabid Ketentraman Dan Ketertiban Umum, Hermawan Animoro menegaskan, Tim Gabungan Kabupaten dan Provinsi Jawa Tengah tak mengendorkan aktivitas meski berada di masa-masa libur akhir pekan. Tetap bergeraknya Tim Gabungan dari unsur Satpol PP, TNI-Polri dari Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, Kodim 0707, Polres Wonosobo, dan Dinas Perkim Hub tersebut, diakui Hermawan tak lepas dari perkembangan pada 5 hari terakhir, dimana pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 45 orang, sehingga hingga Sabtu (26/9) total akumulasi kasus telah berada pada angka 519 orang. "Update data di Website pada hari ini total kasus 519, 162 dalam perawatan, 346 dinyatakan Sembuh, sementara 11 orang dinyatakan meninggal dunia," ungkap Hermawan saat ditemui di sela Operasi Protokol Kesehatan di kawasan alun-alun Sapuran.

Dihitung sejak Selasa (22/9), Hermawan menyebut perbandingan pertambahan kasus dengan pertambahan angka kesembuhan adalah 45 : 35, alias pertambahan kasus adalah 10 orang lebih banyak. Hal tersebut, menurutnya mesti menjadi perhatian serius semua pihak, mengingat dengan laju pertambahan kasus yang semakin banyak, kapasitas tampung di 3 rumah sakit rujukan, serta 4 gedung karantina sementara juga terbatas. "Karena itulah kami terus berupaya untuk mengedukasi warga masyarakat agar semakin menyadari bahaya virus Corona yang saat ini masih ada di sekitar kita, dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan," lanjutnya.

Dari hasil operasi di Sapuran dan sekitarnya, Hermawan mengakui masih menemukan tak kurang dari 166 pengendara kendaraan bermotor dan penumpang angkutan umum yang tidak menggunakan masker. "Kepada pengendara kendaraan bermotor, pengguna jalan dan penumpang angkutan umum yang kedapatan tidak menggunakan masker  kami minta identitasnya untuk kemudian diminta hadir di Kantor Satpol PP pada Hari Rabu, 30 September 2020 untuk melaksanakan pembinaan," tandasnya. Sementara bagi pelanggar Protokol Kesehatan yang tidak membawa identitas, petugas mengarahkan untuk membeli masker dan diberikan sanksi fisik ringan maupun sanksi sosial lain.

Penegakan Protokol Kesehatan Digelar Siang-Malam, Ketaatan Warga Diharapkan Meningkat

Kegiatan Operasi Penegakan Protokol Kesehatan di Kabupaten Wonosobo selama sepekan terakhir digelar sangat masif. Hampir setiap hari, dan berlangsung siang-malam, bahkan hingga dini hari. Tim gabungan terpadu Penegakan Protokol Kesehatan bahkan kini diperkuat personil dari Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, dan Badan Intelijen Negara (BIN). Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo, Haryono menyebut upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang hingga Jumat (25/9) telah menginfeksi 510 orang dimana 10  diantaranya meninggal dunia, memerlukan keseriusan dan keberlanjutan. "Demi menanamkan kesadaran warga akan pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan paparan virus Corona ini, maka kita memaksimalkan seluruh potensi yang ada," tutur Haryono saat ditemui usai apel personil di halaman kantor Satpol PP, Sabtu (26/9/2020).

Dalam beberapa kali operasi tersebut, baik yang digelar di kawasan Kota maupun di sejumlah wilayah, para petugas diakui Haryono masih berupaya menerapkan tindakan persuasif dalam memberikan sanksi kepada para pelanggar aturan Protokol Kesehatan dan jam malam. "Sanksi bagi pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki, sampai penumpang angkutan umum masih bersifat administratif seperti diminta KTP, diminta pushUp, menyapu jalan hingga menghadiri sidang pembinaan di Kantor Satpol PP," beber Haryono. Sementara bagi para pelaku usaha yang masih melanggar aturan jam malam, pihak petugas disebut Haryono mulai menerapkan sanksi lebih tegas, yaitu mengamankan perlengkapan usaha, seperti tabung gas sampai peralatan memasaknya. Dengan tindakan tersebut ia berharap agar warga masyarakat umum turut berpartisipasi aktif memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Wonosobo. "Kesadaran untuk mematuhi 3M, mengenakan masker di luar rumah, mencuci tangan secara teratur, dan menjaga jarak aman serta menghindari kerumunan maupun keramaian kami harapkan terus meningkat sehingga tidak ada lagi yang harus menerima sanksi," tegasnya.

Kepala Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Umum Satpol PP Hermawan Animoro menambahkan, jajaran Tim Penegakan Protokol Kesehatan akan terus berupaya menggugah kesadaran warga masyarakat, baik melalui operasi rutin, maupun edukasi langsung. Dalam sepekan terakhir ia mengakui masih ratusan warga yang terjaring operasi, termasuk yang terakhir digelar pada Kamis malam (24/9) hingga Jumat dinihari, dan Jumat siang (25/9) sampai sore hari. "Pada Jumat kemarin kami menindak 250 pengendara motor dan penumpang angkutan umum tanpa masker, di 2 ruas jalan yaitu Jalan Sukarno - Hatta dan Jalan Diponegoro," bebernya. Kedepan, ia dan Tim Giat terpadu berharap jumlah warga yang terjaring razia terus menurun sampai benar-benar tidak ada lagi warga yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan.

Jumat Berkah Di Pendopo Wakil Bupati, Beli Sayuran Langsung Ke Petani, Dibagi Gratis Ke Kaum Dhuafa  

Program Canthelan Jumat Berkah yang telah berlangsung sejak awal masa pandemi Covid-19 di Pendopo Wakil Bupati Wonosobo, turut berkontribusi menjadi solusi bagi terpuruknya komoditas pertanian lokal. Koordinator program, Ani Agus Subagiyo menyebut pihaknya langsung membeli komoditas sayuran dari petani lokal, yang beberapa waktu ini mendapat pukulan karena harganya jatuh di titik terendah sehingga banyak yang tak terserap pasar. “Dari para petani kami membeli sayuran yang tidak terserap pasar dengan harga yang wajar sehingga mereka tidak mengalami kerugian, kemudian kami bungkus dalam paket-paket untuk dibagikan gratis kepada warga masyarakat, khususnya kaum dhuafa yang saat ini masih mengalami kesulitan lantaran pandemi Covid-19 berkepanjangan,” tutur Ani, saat ditemui di sela kegiatan Canthelan Berkah, di halaman Pendopo Wabup, Jumat (25/9/2020).

Buruh gendong, kusir dokar, pedagang keliling, hingga pengemudi ojek online dan warga umum lainnya diakui Ani termasuk yang menjadi sasaran program Canthelan berkah. Selain sayuran, di dalam setiap paketnya disebut Ani berisi, mie kering dan sejumlah bumbu dapur untuk mendukung nutrisi keluarga. “Tidak sampai 2 jam paket-paket yang kami sediakan lebih dari 500 bungkus sudah terdistribusi karena memang kami berupaya agar secepatnya bisa diterima dan dimanfaatkan warga demi mendukung kebutuhan pangan bernutrisi mereka,” tutur perempuan yang akrab dengan sapaan Bunda Ani itu. Menurutnya, banyak warga yang ingin berkontribusi dalam upaya meringankan beban sesama yang saat ini tengah terdampak pandemi, namun mereka tidak bisa melakukannya sendiri. Melalui Jumat berkah tersebut, donasi seberapapun besarnya akan dioptimalkan sehingga semakin banyak lagi warga tak mampu yang bisa memperoleh manfaatnya.

Menanggapi solidaritas yang digalang kaum ibu untuk warga masyarakat terdampak Covid-19 tersebut, Wakil Bupati Agus Subagiyo mengaku sangat apresiatif. Ia menyebut saat ini memang dibutuhkan banyak komunitas yang memiliki kemampuan untuk membantu sesama, sehingga masa pandemi wabah virus corona yang saat ini masih berlangsung bisa dihadapi bersama-sama. “Selain bantuan dari pemerintah melalui berbagai skema yang sudah ada, saya melihat masih banyak warga yang berkeinginan untuk turut berpartisipasi demi meringankan beban saudaranya,” ungkap Wabup.

Adanya kemerosotan harga pertanian yang memukul ekonomi para petani Wonosobo, diakui Agus saat ini juga telah direspon pemerintah Kabupaten dengan upaya menggandeng BUMD, TNI dan Polri untuk bisa membeli komoditas pertanian dengan harga wajar, untuk kemudian didistribusikan dalam kemasan seharga Rp 10.000 per paket kepada para ASN dan anggota TNI-Polri. Dengan upaya tersebut, ditambah adanya kepedulian dari kelompok-kelompok komunitas yang bersedia turut membantu kesulitan para petani, Agus optimis masa-masa sulit yang harus dihadapi gegara Covid-19 ini akan bisa  dilalui. “Kuncinya memang kebersamaan dan kegotongroyongan sehingga kita semua bisa keluar dari keprihatinan akibat Covid-19 ini dengan selamat, tetap sehat dan bangkit untuk menjadi lebih maju lagi,” tandas Wabup.  Warga Wonosobo, diminta Wabup tetap harus taat pada protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru, seperti disiplin mencuci tangan, menjaga jarak aman ketika berada di keramaian, serta disiplin mengenakan masker agar tidak ada lagi di antara warga Wonosobo yang terpapar virus corona.

Irigasi Tak Lancar, Warga Gondang Ingin Angkat Ulu-Ulu

Peliknya masalah tata kelola air untuk irigasi pertanian di Desa Gondang, Kecamatan Watumalang membuat warga dan jajaran pemerintah Desa setempat menyepakati pengangkatan seorang petugas khusus dengan menggunakan anggaran resmi desa. Meski tak dapat dianggarkan dari sumber dana transfer desa, Kades setempat berkomitmen untuk tetap mengangkat petugas pengairan yang lazim disebut Ulu-Ulu tersebut, dengan menggunakan sumber anggaran lain, yaitu Pendapatan Asli Desa (PADes). “Karena kepentingan warga masyarakat Gondang yang sangat mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian mereka, maka kami bersama Badan Permusyawaratan Desa telah menyatakan siap dan sepakat untuk mendanai Ulu-Ulu dari skema pendapatan asli desa,” terang Abadi, Kades Gondang ketika dikonfirmasi via telepon pada Jumat (25/9/2020).

Perihal sulitnya para petani mendapatkan air untuk lahan sawahnya mereka, Abadi mengaku telah berlangsung lama, sehingga warga mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan potensi hasil pertanian mereka. Hal itu, menurut Abadi akhirnya diangkat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa, yang digelar pada Jumat (18/9) lalu, dengan menghadirkan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten, dan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Watumalang. Dari Musdes itulah, Abadi menyebut sumber dari tidak lancarnya irigasi pertanian diketahui karena tidak tertibnya petani dalam membuat pipa-pipa pembagi air dan adanya endapan (sedimentasi). “Penyebabnya sudah diketahui dari keterangan Kabid Sumber Daya Air DPU, Bapak Wahyudi sehingga salah satu solusinya adalah penguatan peran Ulu-Ulu untuk pengendalian dan pengawasan penggunaan air irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), agar para petani tak lagi berebut air di malam hari seperti selama ini,” bebernya.

Terkait penganggaran untuk Ulu-Ulu, Kepala seksi Pemerintahan Kecamatan Watumalang, Saiful Azhar ketika dihubungi via telepon menjelaskan, bahwa secara kelembagaan Pemerintah Desa Gondang memiliki Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sudah terisi penuh, sehingga tidak memungkinkan untuk ditambahkan lagi tenaga di luar perangkat desa. “Hal ini erat kaitannya dengan penganggaran penghasilan petugas Ulu-ulu yang tidak memungkinkan lagi apabila didanai dari Dana Transfer Desa,” tegasnya. Karena itulah, apabila pihak Desa memang telah menyepakati untuk mendanai dari sumber lain yaitu PADes, maka hal itu bisa dibenarkan karena tidak akan mengganggu pertanggungjawaban penggunaan Dana Transfer.

Tim Gabungan Amankan Puluhan Tabung Gas Melon

Tim gabungan penegakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 di Kabupaten Wonosobo mulai mengambil tindakan lebih tegas terhadap para pelanggar aturan jam malam. Selain sanksi administratif berupa hukuman fisik dan sosial bagi warga yang diketahui tak mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah, sanksi berupa penyitaan tabung gas, mulai diterapkan bagi pemilik usaha kuliner yang masih buka di luar ketentuan jam malam. "Benar, semalam kami bersama tim gabungan dari Satpol PP Kabupaten dan Provinsi Jateng, TNI - Polri dari KODAM 4 Diponegoro dan Polda Jateng serta Kodim dan Polres, BIN, dan Dinas Perkim Hub telah mengamankan 38 buah tabung gas elpiji 3 kilogram, atau gas melon milik 36 PKL, restoran maupun Cafe yang buka di atas jam 22.00 WIB," ungkap Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP, Hermawan Animoro, di Mako Satpol PP, Jumat (25/9/2020). 

Kepada para pemilik usaha yang melanggar ketentuan jam malam tersebut, Hermawan mengakui petugas juga melakukan pendataan dan meminta identitas diri mereka. Baik tabung gas atau KTP, menurut Hermawan dapat diambil di Kantor Satpol PP setelah para pemiliknya hadir dan mendapatkan pembinaan. Diharapkan, setelah menerima pembinaan, para pemilik usaha yang masih belum bersedia menaati aturan jam malam, akan lebih sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Wonosobo. 

Selain pelaku usaha, dalam Operasi Terpadu yang menyasar toko, PKL, Tempat Hiburan malam dan warung makan atau Cafe di kawasan Kota Wonosobo dan wilayah Kertek itu, Hermawan juga menyebut masih ada warga masyarakat yang terjaring tak mengenakan masker serta masih berada di luar rumah di atas ketentuan jam malam. "Untuk warga masyarakat yang masih belum mengenakan masker sejumlah 7 orang, 2 orang pengunjung Cafe dan 5 lainnya pengguna jalan yang melintas di tengah operasi gabungan, telah diberikan sanksi berupa hukuman fisik ringan," imbuhnya.

Giat terpadu operasi penegakan protokol Kesehatan di Kabupaten Wonosobo, beberapa waktu terakhir diakui Hermawan kian masif dan intensif mengingat situasi penyebaran virus korona juga menunjukkan grafik pertambahan signifikan. "Per hari Kamis (24/9) kasus konfirmasi positif Covid19 secara kumulatif sudah mencapai 503, dengan rincian 338 orang sudah sembuh, kemudian 156 masih dirawat, dan yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah menjadi 9 orang," pungkas Hermawan.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659