Mitra Pemkab

A+ A A-

Babinsa Ikut Meriahkan Karnaval Tematik 2018

Karnaval Tematik Mobil Hias 2018 tingkat Kabupaten Wonosobo diselenggarakan.  Rute yang ditempuh kali ini meliputi jalan T Jogonegoro, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro,  Jalan Mangunkusumo dan Jalan Sabuk Alu. Sedangkan tema yang diusung adalah Guyup Rukun Mbangun Wonosobo, dengan subtema Menggali potensi untuk Wonosobo sejahtera, bersatu untuk mandiri dan Wonosobo Peduli HAM berbasis kearifan lokal. (18/8)

Dengan mengambil sub tema bersatu untuk mandiri, Kodim bekerja sama dengan Dinas Pertanian mengikuti Karnaval tingkat Kabupaten Wonosobo. Sesuai dengan sub tema yang diambil Kodim bersama Dinas Pertanian nampilkan traktor pertanian sebagai bukti bahwa saat ini sedang menyukseskan program swasembada pangan.

Pasi Ops Kapten Czi Sarwiyono selaku koodinator Karnaval Kodim menyampaikan bahwa dalam karnavali ini Kodim mengeluarkan 35 personel Babinsa Kodim 0707/Wsb, 30 Unit Randis Sepeda Motor Vixion , 2 Unit Sepeda Motor Trail Diablo, 1 Unit Tractor, 1 unit Vespa Army ikut meramaikan Karnaval Tematik dan Pembangunan Wonosobo Kab Wonosobo dalam rangka Hari Jadi Kab Wonosobo dan Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI Tahun 2018.

Adapun maksud dari penampilan Babinsa adalah bahwa Kodim ingin menunjukkan bahwa tugas TNI diwilayah itu sesuai dengan undang – undang sangatlah banyak sekali salah satunya adalah bersama sama Dinas Pertanian menyukseskan program swasembada pangan. Yaitu melalui Babinsa dan PPL Pertanian mengajak dan memberikan penyuluhan kepada para petani agar bercocok tanam sesuai dengan ketentuan agar hasil bisa lebih baik.

Lebih lanjut Kapten Czi Sarwiyono menambahkan bahwa dalam program pertanian tersebut juga ikut serta memperbaiki saluran irigrasi. Babinsa bersama kelompo tani secara berkala mengadakan pengecekan irigrasi. Ini sangat penting apalagi saat ini musim kemarau debit air kecil, kalau saluran irigrasi banyak yang bocor maka air akan kecil sehingga tidak merata bahkan bisa kekurangan.

Kodim juga menunjukkan bahwa tugas Kodim tugas yang lain dalam membantu Pemda adalah bekerja sama Dinas kesehatan menyukseskan program KB. Dengan Kesbangpol penyuluhan bela negara. Dengan Pariwisata menyukseskan wisata di daerah dengan cara mengaja Pokdarwis setempat agar giat mengadakan event atau menata lokasi wisata yang sekiranya bisa dijual ke masyarakat. Dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan, semua itu untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Jadi dengan adanya karnaval ini Kodim ingin menunjukan bahwa Kodim siap membantu masyarakat dalam setiap kesulitan.  Itulah kemanunggalan TNI-Rakyat.

Fatonah selaku panitia karnaval mengucapkan banyak terima kasih kepada Kodim 0707/Wonosobo yang telah ikut serta dalam berpartisipasi dalam kegiatan karnaval ini. Keterlibatan kodim ini mempunyai manfaat ganda seperti ikut memeriahan karnaval, sebagai sarana promosi dan sosialisasi dan yang tidak kalah penting adalah dengan keterlibatan Kodim sekaligus untuk keamanan. Untuk itu diharapkan agar tiap tahun dalam penyelenggaraan karnaval agar Kodim selalu ikut tampil.

Upacara Penurunan Bendera Berjalan Hikmat

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E. menjadi inspektur upacara penurunan bendera merah putih tingkat Kabupaten Wonosobo bertempat di Alun-alun. (17/8)

Adapun petugas lainnya dalam upacara tersebut bertindak sebagai komandan upacara Iptu Nurhasan dari Polres Wonosobo. Yang bertindak selaku Perwira Upacara AKP Agus Priyono, sedangkan petugas dari Paskibra yang bertugas untuk penurun bendera adalah Tri Nurmanto Oki Saputro, Muhammad Abdurrofi dan Wahyu Indra Hidayati.

Setelah upacara selesai Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E. mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bersama-sama melaksanakan upacara penurunan bendera.  Kita sebagai bagian dari warga negara Indonesia sudah seharusnya melaksanakan dengan ikhlas.  Kita hanya berdiri memperingati saja. Ingat para pendahulu kita mereka berjuang dengan mempertaruhkan jiwa dan raganya.  Mereka berjuang dengan tetasan darah dan air mata. Sedangkan kita hanya sedikit berkeringat. Jadi kalau kita bandingkan dengan para pejuang belum ada apa-apanya

Lebih lanjut Komandan Kodim menyampaikan bahwa kita melaksanaan upacara banyak manfaat yang diperoleh selain menghormati para pahlawan, disini kita mempupuk rasa bela negara, memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. Dan masih banyak lagi manfaat yang tanpa kita sadari bersama. Oleh sebab itu mari diwaktu yang akan datang laksanakan upacara dengan penuh keikhlasan dan hati riang gembira.

Komandan paskibra Letnan Satu Cpl Tulus Widodo menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi diri dan keluarga karena telah diberi amanah untuk menjadi komandan pasukan pengibar bendera tingkat kabupaten.  Itu merupakan tugas yang cukup berat karena karus bisa memimpin pasukan yang berjumlah 41 orang.

Satu anggota ada yang melakukan kesalahan maka sangatlah fatal.  Karena keberhasil upacara bendera 17 Agustus terletak pada keberhasilan Pasukan Pengibar Bendera.  Jika Paskibra berhasil maka bisa dikatakan upacara 17 sukses.

Upacara bendera 17 Agustus merupakan upacara yang sangat sakral bagi Bangsa Indonesia. Hampir seluruh masyarakat melakukannya baik pemerintahan, swasta, organisasi masyarakat, sekolah, pondok pesantren melaksanakan juga. Tempatnya pun tidak hanya dilapangan bahkan di puncak gunung juga banyak yang melakukannya. Karena begitu sakralnya bagi bangsa Indonesia maka dalam pelaksanaan tidak boleh ada kesalahan.

TNI-POLRI KIBARKAN MERAH PUTIH DI SIKUNIR

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh rakyat dan kompenen Bangsa Indonesia dalam mengekspresikan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Hal ini juga dilakukan oleh gabungan anggota Kodim 0707 dan Polres Wonosobo yang mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Bukit Sikunir, Perkebunen Teh Tambi dan Telaga Menjer. (15/8)

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E. yang turut serta dalam pengibaran bendera tersebut menyampaikan bahwa kegiatan pengibaran bendera merah putih ini merupakan simpul dari rasa syukur bahwa kita saat ini sudah merdeka selama 73 tahun. Kemerdekaan yang ada ini bukan pemberian dari penjajah. Akan tetapi merupaan perjuangan para pendahulu kita. Mereka berjuang dengan mengorbankan segalanya, baik itu harta benda bahkan nyawapun mereka pertaruhkan. Banyak pahlawan yang gugur dalam merebut, mempertahankan dan membela kemerdekaan ini. Dengan tetasan keringat dan darah kemerdekaan dapat terwujud.

Untuk itu kita sebagai warga negara Indonesia wajib hukumnya untuk mempertahankan dan membela negari ini.  Adapun cara yang dilakukan banyak caranya, seperti bekerja sebaik mungkin, menciptakan generasi yang lebih baik dari yang dulu. Tidak korupsi dan sebagainya.

Adapun kegiatan pengibaran bendera merah putih ini hanyalah sebagai bentuk pengungkapan rasa syukur dan bangga bahwa di bulan Agustus 2018 ini kita sebagai warga negara Indonesia masih bisa berkarya dengan nyaman dan damai. Banyak negara-negara lain yang sudah merdeka akan tetapi masih terjadi gejok saudara.  Untuk itu bentuk rasa syukur ini diwujudkan dengan pengibaran bendera merah putih di Puncak Sikunir, perkebunan teh Tambi dan Telaga Menjer.

Lebih lanjut Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E. menambahkan bahwa pengibaran bendera ini ditempat wisata andalan kota Wonosobo yaitu Bukit Sikunir, Perkebunan Teh Tambi dan Telaga Menjer mempunyai manfaat ganda yaitu sebagai peringatan kemerdekaan Indonesia dan juga sebagai bentu promosi wisata yang ada di Wonosobo. TNI-Polri sangat penduli dengan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Wonosobo. Apabila obyek-obyek wisata yang ada itu ramai maka masyarakat sekitar akan merasakan manfaatnya. Dan secara otomatis itu akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras yang tergabung dalam pengibaran bendera merah putih ini menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk sinergitas antara TNI dan Polri.  Kita sama-sama aparat keamanan harus selalu tampil kompak sehingga orang yang berbuat kejahatan akan berfikir 1000 kali.

Kegiatan ini juga untuk memberikan inspirasi kepada para masyarakat untuk selalu hidup rukun dan damai. Kita harus selalu bergotong royong dalam segala hal sehingga pekerjaan yang berat akan terasa ringan. Ini dapat dilihat dan kita rasaan bersama. Bendera yang panjangnya 125 meter ini apa bila dikerjakan sendiri untuk dikibarkan rasanya tidak mungkin akan tetapi karena dikerjakan secara bersama sama antara TNI-Polri serta ditidak ketinggalan Persit dan Bhayangkari terasa ringan.

Lebih lanjut Kapolres menyampaian bahwa kita sebagai aparat keamanan dan warga negara Indonesia sudah seharusnya berkreasi dalam rangka memperingati kemerdekaan ini. Kita tidak mau ketinggalan dengan komponen yang lain sehingga semarak kemerdekaan ini akan terasa dimanapun. Semogga kegiatan ini menjadi inspirasi masyarakat secara luas bahwa TNI dan Polri saja disela-sela kesibukannya masih menyempatkan untuk berkarya demi Wonosobo.

Anggota Persit Harus Tahu Stunting

Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting. Padahal, menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia ada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting.  Demikian Kapten Inf Sutarto memberikan materi kesehatan kepada anggota Persit Cabang XXVII Kodim 0707/Wonosobo.  Ini penting diketahui oleh anggota Persit mengingat mereka masih memiliki anak-anak kecil. (14/8)

Lebih lanjut Kapten Inf Sutarto menjelasan tentang stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Anak bisa terkena stunting karena disebabkan beberapa faktor seperti kurang gizi kronis dalam waktu lama; Retardasi pertumbuhan intrauterine; Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori; Perubahan hormon yang dipicu oleh stres; Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak. Perkembangan stunting adalah proses yang lambat, kumulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai.

Tanda-tanda anak mengalami stunting adalah anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya;  Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya;  Berat badan rendah untuk anak seusianya; Pertumbuhan tulang tertunda.

Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak, namun ditengarai juga berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental. Selain itu, anak yang mengalami stunting akan punya riwayat kesehatan yang kurang baik karena daya tahan tubuhnya juga buruk. Dan stunting bisa menurun (degenerative) ke generasi berikutnya.

Cara terbaik dimulai sejak dalam kandungan. Janin perlu diberikan asupan gizi yang baik dan seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu selama masa kehamilan juga diperlukan untuk memastikan berat badan ibu sesuai dengan usia kehamilan. Ibu hamil tidak boleh mengalami anemia, selain itu konsumsi alkohol selama masa kehamilan harus dihindari karena  dapat menyebabkan Anak yang terlahir dengan sindrom alkohol janin (Fetus Alcohol Syndrome/FAS) yang dapat menjadikan anak mengalami stunting.

Setelah anak lahir, jangan lupa untuk memberikan ASI, vaksinasi dan berikan asupan makanan yang seimbang dan sesuai dengan usianya, terutama ketika anak maasih dalam tahapan belajar makan (MPASI). Jangan biarkan anak mengalami sakit infeksi yang berulang, jaga kesehatan anak dan sanitasi lingkungan. Sanitasi yang buruk kerap membawa penyakit-penyakit yang sifatnya infeksius (cacingan, muntaber, tipus) dan ini menjadi salah satu penyebab stunting.

Sayangnya, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa. Saat pubertas, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun, Anda telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, namun tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal.

Melihat pentingnya mengetahui tentang stunting tersebut, Ny Ade Fauzan Fadli selaku ketua Persit Cabang XXVII mengajak kepada seluruh anggota agar memperhatikan kebutuhan gizi bagi putra putrinya. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangatlah memperihatinkan.  Bagi ibu-ibu yang saat ini masih menyusui agar berikan ASI minimal 6 bulan. Setelah 6 bulan keatas anak perlu diberi makanan pendamping ASI. Pemberian ASI ini diharapkan sampai berumur 2 tahun dan yang tidak kalah penting adalah perilaku hidup bersih dan sehat diupayakan oleh setiap rumah tangga. Ingat anak merupakan aset kita dimasa depan.  Untuk itu perlu dipersiapkan sebaik mungkin sehingga anak kita bisa tumbuh dan berkembang sesuai harapan kita bersama.

Kodim 0707/Wonosobo dan Polres Sumbang Logistik ke Lombok

Jajaran TNI Kodim 0707/Wonosobo dan Polres Wonosobo Jawa Tengah, ikut menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan logistik yang disalurkan berupa bahan makanan cepat saji, pakaian pantas pakai, selimut, beras, dan berbagai kebutuhan lain sebanyak dua truk. Dua unit truk yang mengangkut bantuan logistik tersebut, diberangkatkan dari halaman Mapolres Wonosobo, Jumat (10/8).

Namun bantuan tersebut tidak langsung diantar dengan kedua truk hingga ke Lombok. Pendistribusian logistik dikawal oleh petugas baik dari Kodim maupun Polres hanya sampai di Bandara Adi Sumarmo Solo.

''Bantuan logistik dari Kodim dan Polres Wonosobo maupun yang lain diantar sampai Bandara Adisumarmo Solo, selanjutnya diangkut dengan pesawat kargo atau Hercules TNI. Dari Solo, langsung menuju ke Bandara Praya di Nusa Tenggara Barat,'' jelas Komandan Kodim Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E.

Wakapolres Wonosobo Kompol Umi Mariati, S.I.K., menyebutkan bantuan tersebut merupakan sumbangan yang dikumpulkan dari para anggota Polres dan anggota TNI di Kodim Wonosobo. Ia berharap, bantuan ini bisa memberi manfaat bagi para korban bencana di Lombok. ''Mungkin bantuan tidak seberapa dibandingkan dengan dampak bencana yang ditimbulkan. Tapi paling tidak, beban para korban bencana bisa menjadi lebih ringan karena adanya perhatian dari seluruh warga termasuk keluarga besar Kodim dan Polres Wonosobo,'' katanya.

Dua truk logistik dari Kodim dan Polres dilepas oleh Wakapolres Wonosobo dan Pasipers Kapten Arm Listiyono mewakili Dandim dari Mapolres Wonosobo menuju Bandara Adi Sumarmo Solo. Untuk kemudian didistribusikan ke Lombok dengan memakai pesawat kargo/Herkules dari TNI. Bantuan yang dikirim sebagai bentuk kepedulian Kodim dan Polres kepada sesama manusia. Bagaimanapun mereka sedang benar-benar membutuhkan uluran tangan dari saudara setanah air, yang peduli akan penderitaan sesama.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659