Jurnalisme Warga

A+ A A-

KAPA Wonosobo Berbagi Ceria Dengan Santri Yatim PP Darul Qur’an

Kesatuan Aksi Pelajar Anti Narkoba (KAPA) Kabupaten Wonosobo mengunjungi Pondok Pesantren Darul Quran di Desa Gunung Tawang, Kecamatan Leksono, Minggu (21/7). Di Ponpes yang diasuh oleh KH Asrori tersebut, KAPA menyelenggarakan bakti sosial bagi para santri yang kebanyakan merupakan anak-anak yatim piatu. Anisa, Ketua KAPA Wonosobo menyebut pihaknya sengaja memilih Ponpes Darul Qur’an sebagai tujuan Bakti Sosial karena ingin berbagi kebahagiaan dan keceriaan dengan para santri. “Tujuan utama memang untuk sosialisasi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang serta mengajak para santri untuk menjauhi rokok, tapi dalam kegiatan ini kami juga membawa sejumlah bantuan bagi anak-anak pondok, berupa pakaian pantas pakai dan sembako,” tutur Anis. Para santri diimbau untuk menjauhi rokok, karena menurutnya, kebiasaan merokok bisa menjadi pintu masuk narkoba.

Ujian Praktek, Siswa SMP 4 Kaliwiro Wajib Garap Drama Bahasa Jawa

Upaya mengimplementasikan pendidikan karakter kepada siswa ditunjukkan secara nyata oleh SMP Negeri 4 Kaliwiro. Hal itu terlihat ketika pada Selasa (26/3), sebanyak 58 peserta didik kelas 9 yang tengah menjalani tahapan ujian praktek, mementaskan sandiwara berbahasa jawa hasil garapan mereka sendiri, sebagai salah satu syarat akhir menyelesaikan studinya. Tak hanya skenario dan naskah drama yang dikerjakan secara mandiri oleh para siswa, perlengkapan properti untuk keperluan panggung pun merupakan hasil kreasi mereka sendiri. Wahyu Dwi Prasetyaningrum, guru pembimbing Bahasa Jawa menjelaskan perihal upaya menanamkan pendidikan karakter melalui pementasan drama juga akan melatih sikap tanggung jawab para siswa. “Dari kebebasan berkreasi ini pula, setiap siswa juga akan membiasakan diri untuk menghargai karya orang lain, mengingat kelompok-kelompok yang pentas juga merupakan teman-teman mereka sendiri,” jelas Wahyu.

Pemilihan drama berbahasa jawa, diakui Wahyu juga menjadi salah satu upaya demi melestarikan bahasa peninggalan nenek moyang, yang kini mulai sering dilupakan. Dengan mengenalkan kembali Bahasa Jawa melalui pembuatan naskah drama beserta skenarionya, ia menuturkan banyak peserta didik yang kemudian lebih paham makna dari istilah yang biasa digunakan orangtuanya. Ke depan, Wahyu mengaku akan lebih banyak lagi memberikan kebebasan berekspresi dan berkreasi bagi para peserta didik agar mereka juga terlatih untuk menampilkan bakat dan bentuk kreatifitasnya secara lebih percaya diri.

Harapan itu, menurut Wahyu sejalan dengan keinginan Kepala Sekolah, Agus Sugiyatno saat menyampaikan sambutan pembukaan Ujian Praktek Bahasa Jawa. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan apresiasi atas inisiatif pementasan drama Bahasa jawa tersebut, dan meminta para siswa untuk secara serius menjalankan peran masing-masing dalam drama yang mereka susun sendiri alur ceritanya. “Tugas ujian praktek ini memang menentukan nilai dan kelulusan, namun lebih dari itu, dari pelaksanaan ujian ini ada yang lebih penting untuk dipahami, yaitu tanggung jawab atas hasil kreasi dan kemampuan untuk menghargai hasil karya teman-teman lainnya,” tandas Agus. Pihak sekolah, ditegaskannya akan terus berupaya mengembangkan bakat dan minat siswa agar kedepan mereka mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi era modern dengan tanpa meninggalkan tradisi dan budaya.

 

Jurnalisme Warga – Wahyu Dwi Prasetyaningrum (Guru Bahasa Jawa SMP N 4 Kaliwiro)

LC Wonosobo Dieng Gelar Medical Check Up Komprehensif Harga Terjangkau

 

Warga masyarakat Wonosobo berkesempatan menggunakan fasilitas cek kesehatan secara menyeluruh dengan harga yang sangat terjangkau. Adalah Lions Club (LC) Wonosobo Dieng, sebuah organisasi nirlaba yang pada tanggal 23-24 Maret mendatang akan menyelengarakan kegiatan sosial tersebut demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya antisipasi terhadap potensi beragam penyakit resiko tinggi. Koordinator acara Medical Check Up Sadar Sehat, Paulus ketika ditemui di sekretariat pendaftaran Lulu Bakery Resto Kauman, Selasa (19/3) menjelaskan tujuan pihaknya menggelar acara itu adalah agar resiko akibat penyakit seperti Jantung, Ginjal, Liver hingga Diabetes dapat ditekan. Menurutnya, harga yang ditawarkan kepada masyarakat memang sengaja dibuat sangat terjangkau, yaitu tidak sampai 300 Ribu Rupiah agar seluruh lapisan mampu mengaksesnya. “Kalau standar harga medical check Up biasanya di atas 700 Ribu, bahkan bisa mencapai lebih dari 1 Juta Rupiah,” ungkapnya.

Untuk warga masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut, Paulus menyebut setidaknya ada 17 jenis Check Up yang akan diperoleh, dan masih ditambah bonus berupa makan pagi gratis di Lulu Bakery Resto. Selain cek gula darah lengkap 18 parameter, peserta juga akan dicek urine lengkap, SGOT, SGPT, Alkali Phospate, BUN, Creatinin, asam urat, gula darah puasa dan 2 jam PP, kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, HbS Ag untuk Hepatitis B, ECG Resting untuk rekam jantung, dan konsultasi dengan dokter tanpa biaya tambahan. “Dengan menjalani medical Check Up tersebut, setiap peserta akan dapat mengetahui sejauh mana kondisi fungsi organ-organ dalam tubuhnya, seperti Fungsi Hati, Jantung, Ginjal, dan kadar kolesterol dalam darahnya,” tuturnya lebih lanjut.

Agus Purnomo (60), salah satu member Lions Club yang memiliki pengalaman dengan medical check Up membenarkan pentingnya tindakan antisipatif untuk kesehatan tubuh. Menurut pensiunan ASN tersebut, dengan melakukan medical check Up secara berkala, akan lebih mudah diketahui kondisi tubuh yang sebenarnya, sehingga apabila ada organ bermasalah segera dilakukan langkah pengobatan secara lebih dini. “Kita tentu berharap kondisi tubuh bisa sehat dan selalu bugar bahkan hingga usia lanjut, agar aktivitas harian tidak terganggu, karena itu saya berharap agar warga masyarakat Wonosobo memanfaatkan kesempatan langka ini dengan sebaik-baiknya dengan mendaftar Medical Check Up melalui Lulu Bakery Resto,” pungkas Agus.

Pelajar Antusias Ikuti Simulasi Pemilu

 

Tak kurang dari 60 siswa-siswi SMA/SMK/MA mengikuti kegiatan sosialisasi pemilu yang digelar oleh relawan demokrasi basis keagamaan di aula Kantor Kesbangpol, Kamis (14/3). Sejumlah materi, seperti tata cara mencoblos kartus suara, tatacara melipat kartu suara sampai memasukkan kembali ke kotak suara diberikan oleh narasumber tunggal Tri Utoro. Para siswa yang merupakan pengurus Kesatuan Aksi Pelajar Anti Narkoba tersebut, menurut Tri diberikan pemahaman, agar nantinya mereka tak lagi kebingungan ketika hendak menyalurkan hak suara di TPS masing-masing. “Sosialisasi juga menyangkut materi-materi untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap potensi dan bahaya berita bohong (hoax) terutama yang terkait dengan pemilu,” tutur Tri Utoro.

Pemilu 2019, disebut Tri Utoro sangat berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, mengingat pada tanggal 17 April mendatang, warga yang telah memiliki hak pilih akan dihadapkan pada 5 lembar kertas suara, yaitu untuk Pemilihan Presiden, Pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta kartu suara untuk memilih DPD. Dari sisi kerumitan, pemilihan umum dinilai Tri sangat rentan terjadi ketidakpahaman pemilih karena banyaknya kertas suara tersebut. Melalui sosialisasi tersebut, para pelajar, diharapkan Tri akan mampu menyebarluaskan informasi yang benar mengenai pemilu, sehingga kelak tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya bisa meningkat.

“Sebagai pemilih pemula, saya tekankan agar pelajar tidak golput, dan dapat memberikan sosialisasi di lingkungan sekitarnya sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih,” terang Tri ketika ditemui di kantor Kesbangpol, Jumat (15/3). Melihat antusiasme para pengurus KAPA tersebut, ia sebagai relawan demokrasi mengaku optimis mereka akan dengan sadar turut menyukseskan pemilu 2019.

 

Jurnalisme Warga : Tri Utoro – Relawan Demokrasi Basis Keagamaan

SD Muhamadiyah Sudagaran Terima 13 Siswa Student Exchange Dari Malaysia

SD Muhamadiyah Sudagaran Wonosobo menerima 13 siswa program pertukaran pelajar dari Sekolah Kebangsaan Parit Setongkat Muar, Johor Malaysia, Kamis (7/3). Dalam acara penerimaan yang dihelat di Pendopo Kabupaten, Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Muhtarom berharap para siswa yang menjadi peserta program student exchange tersebut merasakan kenyamanan di Wonosobo selama menjalani masa-masa pembelajaran. Sejumlah tempat wisata beserta kuliner khas, dikatakan Muhtarom juga siap menyambut rombongan dari Malaysia. “Ada Dieng dengan pesona sunrise di Bukit Sikunir, Telaga Menjer, serta perkebunan Teh di Tambi Kejajar, apabila menginginkan suasana alam nan sejuk, juga bisa dicoba kuliner khasnya, seperti Mi Ongklok, Buah Carica, serta potensi lain yang semoga menjadi kesan positif bagi saudara-saudara kita dari Malaysia,” jelas Muhtarom.

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/wsbkabgoid/public_html/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659