Jurnalisme Warga

A+ A A-

Target 500 Kacamata Gratis Untuk Pelajar Kurang Mampu Belum Terpenuhi

Lions Club (LC) Wonosobo-Dieng masih berupaya mengejar target pemberian bantuan kacamata gratis bagi para pelajar kurang mampu yang membutuhkan. Dalam lawatan ke SD Negeri 2 Buntu, Kejajar pada Rabu (17/10), Presiden LC Wonosobo, Wilis Tijono mengungkapkan pihaknya terus berusaha menyeleksi pelajar yang dinilai layak menerima bantuan berupa kacamata, mengingat target alokasi bantuan untuk tahun 2018 sebanyak 500 unit belum terpenuhi. Pihaknya bahkan menggandeng Iropin (Ikatan refraksionis Optisien) dan Gapopin (Gabungan pengusaha optik) Wonosobo untuk keperluan screening para pelajar tersebut. 
 
"Dari sekitar 2.500 anak yang telah mengikuti skrining baru 320 yang dinyatakan layak menerima bantuan kacamata untuk mengatasi gangguan pada penglihatan mereka," jelas Wilis. Dengan target sebanyak 500 anak, pihak Lions diakui Wilis masih berusaha mengejar tak kurang dari 180 lagi hasil skrining siswa maupun siswi di sejumlah sekolah. Melalui program Gift Of Sight, Wilis menuturkan LC Wonosobo rutin membantu anak-anak yang terhitung kurang mampu secara ekonomi agar mereka tidak terkendala dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. 
 
Program pemberian bantuan kacamata gratis tersebut, mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Kepala SD Negeri 2 Buntu, Anis Farida mengaku ada beberapa siswa nya yang memang masuk kategori membutuhkan bantuan. "Ada 64 siswa yang telah mengikuti skrining dan tinggal menunggu hasilnya, semoga saja bagi mereka yang benar-benar membutuhkan akan bisa dibantu oleh Lions Club Wonosobo," kata Anis. Ia juga menyebut kendala dalam hal penglihatan pada murid bisa sangat mengganggu konsentrasi mereka ketika menerima pelajaran. Nantinya ketika sudah mengenakan kacamata dari Lion tersebut, ia berharap tidak ada lagi anak-anak didiknya yang bermasalah dengan penglihatan. 
 
Sementara,  ketua Ikatan Refraksionis optisien Indonesia wilayah Wonosobo,  Judi Antono mengatakan kerja sama Iropin dan Gapopin dengan lion club Wonosobo Dieng merupakan langkah maju dan baik karena membantu pemerintah utuk mengoptimalkan penglihatan anak usia sekolah.  Senada, Fatimah dari gabungan pengusaha optik Indonesia Wilayah Wonosobo juga merasa senang dan bangga bisa turut serta partisipasi dalam kegiatan sosial yang diprakarsai oleh lion club Wonosobo Dieng karena dirinya sebagai pengusaha optik juga bisa turut serta aksi sosial utuk memberikan pelayanan pemberian kacamata gratis utuk siswa/siswi yang kurang mampu.
 
 

(Netizen journalist, sumber : Agus Purnomo)

6 Tahun Ditarget Hafal 30 Juz

SD Muhamadiyah Sudagaran, Wonosobo meluncurkan program One Day One Color, sebuah program untuk Tahfidzul Qur'an bagi para siswa-siswi, yang menargetkan mereka mampu menghafal 5 Juz dalam 1 tahun. Kepala Sekolah SD Muhamadiyah Sudagaran, Sukaryo mengatakan, Target 5 juz setiap tahun bagi para siswa tidak terlalu tinggi, karena mereka dibimbing langsung oleh para guru secara berkelanjutan. "Sehingga nanti ketika lulus dr SD Muhamadiyah Sudagaran, mereka akan sudah hafal 30 juz dan tidak membebani kegiatan belajar mengajar," ungkap Sukaryo, melalui Tri Utoro, Ketua Komite SD Muhamadiyah Sudagaran, Senin (8/10). 

Program yang diluncurkan di Masjid Al Arqom, komplek SMA/SMK Muhamadiyah Wonosobo, Minggu (7/10) itu menurut Sukaryo merupakan kegiatan non akademik yang ditujukan, salah satunya untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif modernisasi. "Dengan lebih intens dalam menekuni hafalan Al Qur'an, kami ingin agar anak didik di SD Muhamadiyah Sudagaran tidak larut dengan gadget sehingga terhindar dari beragam konten yang sebenarnya memang belum layak untuk mereka lihat," tuturnya lebih lanjut. 

Hal itu selaras dengan pendapat Ketua PD Muhamadiyah, Bambang Wen. Dalam sambutannya sebelum secara resmi melaunching One Day One Color dengan penandatanganan prasasti, Bambang mengatakan pentingnya metode one day one color achieving 5 juz. Al Qur'an, ditegaskan Bambang tidak sekedar sebagai bacaan, melainkan perlu ditanamkan pula sejak dini, bahwa Al Qur'an juga wajib diamalkan. Kepada para wali siswa yang hadir, Bambang juga menyebut pentingnya mereka untuk turut berperan memotivasi putra putrinya untuk mendorong menjadi penghafal Al-Qur'an. "Anak merupakan amanah dari Allah swt, sehingga wajib kita sebagai orangtua mendorong mereka tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia," tegasnya.

Senada, motivator dari Jogjakarta yang khusus diundang ke peluncuran One Day One Color, juga menyebut pentingnya mempersiapkan generasi yang Qurani agar anak kita terhindar dari hal-hal negatif. "3 hal yang bisa kita lakukan untuk membentengi anak dari pengaruh negatif, yaitu Sholat, Masjid dan Al-Qur'an," bebernya.

Siswa-Siswi Kelas 7B Sperosel Belajar Mengenali Proses Pengolahan Teh Dari Hulu Ke Hilir

Kegiatan pembelajaran luar ruangan, atau biasa disebut outingclass untuk masa tengah semester pertama bagi para siswa-siswi Kelas 7B SMP Negeri 2 Selomerto (Sperosel) kembali digelar, Rabu (25/9). 32 anak, didampingi orang tua nya masing-masing mengunjungi objek wisata agro milik PT Teh Tambi di Tanjungsari Sapuran, sebagai lokasi outingclass. Pemilihan agrowisata Tanjungsari, menurut Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas 7B, Derajat Hariyadi merupakan hasil kesepakatan bersama dalam rapat orangtua siswa. “Kami menyepakati agrowisata Tanjungsari ini karena fasilitas yang ada sudah cukup memadai untuk media rekreasi dan edukasi bagi anak-anak, jadi tidak hanya bergembira, tapi juga bisa belajar lebih jauh mengenai seluk beluk pengolahan teh,” tutur Derajat ketika ditemui di sela-sela mendampingi kegiatan di perkebunan Teh.

Pembelajaran langsung di lapangan, menurut Derajat juga penting untuk memberikan wawasan baru bagi para siswa, khususnya terkait industri teh yang selama ini baru dipahami sebatas minuman ketika tersaji di dalam gelas. Di Agrowisata Tanjungsari, setiap pelajar yang sebelumnya telah memesan tempat untuk kegiatan outdoor memang disediakan sejumlah kegiatan, seperti berkeliling kebun teh, mengamati pola pemeliharaan hingga pemetikan teh yang sudah siap masuk ke tahap pengolahan, meninjau pembibitan teh, hingga diajak masuk ke pabrik pengolahannya. “Setelah diajak berkeliling kebun dan masuk ke pabrik, para siswa dipersilahkan untuk menikmati suasana asri dan beragam wahana permainan hingga spot foto di kawasan agoriwisata,” jelas Novi, salah satu pemandu yang bertugas mendampingi kunjungan ke pabrik pegolahan. Bagi yang senang berenang, UPT Tanjungsari menurut Novi juga menyediakan kolam, baik untuk ukuran anak-anak maupun kelas standar kompetisi.

Di pabrik pengolahan teh sendiri, para siswa diakui Novi akan dengan mudah memahami bagaimana alur pembuatan teh hingga siap dikemas dan didistribusikan kepada konsumen. Teh yang telah dipetik dari kebun dan masih basah diproses untuk pengeringan, sebelum kemudian masuk ke tahap lebih lanjut. “Proses pemilahan teh untuk dikemas dalam berbagai bentuk kemasan siap jual, juga kami perlihatkan kepada para siswa, sehingga mereka lebih paham, bahwa menyajikan teh hingga siap diminum memerlukan proses cukup panjang,” imbuh Novi. Bagi yang berminat untuk membeli langsung, teh produksi PT Tambi, Novi juga mengaku telah menyiapkan outlet penjualannya di dekat lokasi penjualan tiket.

Sementara, Wali Kelas 7B Ranon Emmyda mengaku sangat mengapresiasi adanya inisiatif wali murid untuk mengajak para siswa ke Agrowisata Tanjungsari. “Selain ini cukup dekat untuk dijangkau, akses juga mudah dan fasilitasnya cukup lengkap, baik untuk sarana rekreasi maupun objek study luar kelas,” terang Ranon. Menurutnya, seluruh kegiatan siswa diatur dan dibiayai sendiri oleh orangtua melalui paguyuban yang telah terbentuk. Turut sertanya orang tua dalam kegiatan outingclass, diakuinya juga merupakan upaya pihak sekolah untuk mengakrabkan jalinan silaturahmi antara sesama wali murid, serta agar para orangtua juga mengetahui aktivitas anak-anak mereka di sekolah.

 

(Netizen journalist, sumber : Paguyuban Wali Murid Kelas 7B SPEROSEL)

Galang Dana Swadaya, Paguyuban Sopir Angkutan Perbaiki 200 Meter Jalan Kabupaten

Puluhan pengemudi angkutan yang tergabung dalam Persatuan Pengemudi Angkutan Umum Wonokerto-Tlogo Plintaran bergotong royong memperbaiki jalan penghubung antar desa di Kecamatan Sukoharjo, Minggu (2/9). Perbaikan jalan tersebut terpaksa dilakukan sendiri, karena para pengemudi tersebut merasa kecewa, jalan yang biasa mereka lewati untuk mencari nafkah rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. “Sudah hampir 2 tahun jalan penghubung antar desa ini mengalami kerusakan cukup parah sepanjang sekitar 350 meter,” ujar Bawon, salah satu pengemudi yang turut bergotong royong bersama sejumlah warga setempat.

Kerusakan yang terjadi, menurut Bawon berupa lubang-lubang dan mengelupasnya aspal serta gelombang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Potensi bahaya tersebut, diakui sejumlah pengemudi lain karena sejumlah lubang memiliki kedalaman mencapai 10 centimeter sehingga bahkan sudah berulangkali menyebabkan mobil mengalami kerusakan pada bagian kaki-kaki. Tak hanya para pengemudi angkutan yang disebut Bawon mengeluhkan kondisi jalan antar desa itu, melainkan warga masyarakat secara umum, yang biasa menggunakan sarana transportasi melalui jalan rusak, juga berharap pemerintah segera turun untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah mereka. “Sementara ini kami masih bisa berupaya secara swadaya bersama warga masyarakat desa, tapi memang kemampuan baru sebatas 200 meter dari 350 meter jalan yang mengalami kerusakan,” tambah Bawon. Dana yang terkumpul dari iuran pengemudi serta sumbangan warga dan pengendara yang melintas, diakui Bawon memang hanya cukup untuk perbaikan 200 meter saja, sementara sisa 150 meter masih dalam kondisi memprihatinkan.

Perbaikan jalan yang dipercepat itu, menurut Ucok salah satu warga desa setempat juga mempertimbangkan akan tiba nya musim penghujan. "Jika kerusakan ini dibiarkan, maka dapat dipastikan  ketika musim hujan tiba jalan akan semakin rusak dan akan lebih parah tingkat kerusakannya," terang Ucok. Sebagai warga yang hampir setiap hari hilir mudik melalui jalan itu, ia mengaku senang dan mendukung penuh adanya inisatif untuk perbaikan jalan secara swadaya. Namun demikian, ke depan Ucok juga berharap pemerintah daerah segera mengambil alih perbaikan jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga masyarakat tersebut, secara penuh.

 

(Sumber Berita : Reportase Warga Kupangan, Anita Dyah Puspita)

Amin Rais Hadiri Hari Bermuhammadiyah di Wonosobo

Ribuan Warga Muhammadiyah di Kabupaten Wonosobo, ikut menyemarakan kegiatan Gebyar Hari Bermuhammadiyah pada gelaran pengajian Akbar. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) tersebut digelar dalam rangka Milad Pemuda Muhammadiyah ke-86 dengan tema yang diusung adalah Menggembirakan Keberagaman, Memajukan Indonesia.

 

Kegiatan berlangsung di Lapangan Reco Kecamatan Kertek pada Ahad, 13/5, dengan menghadirkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 1995-1998 Prof. Dr. HM Amien Rais, MA yang didampingi oleh putra ketiganya Ahmad Mumtaz Rais beserta istri.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Wonosobo Samsul Maarif yang mewakili Bupati Wonosobo. "Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengucapkan selamat dan sukses pada Milad Pemuda Muhammadiyah ke-86 ini, dan diharapkan Pemuda Muhammadiyah terus meningkatkan kapasitasnya agar dapat turut serta berkiprah dalam pembangunan bagi kemajuan Kabupaten Wonosobo dan bagi Bangsa Indonesia," tutur Samsul Maarif ketika memberikan sambutannya. Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Wonosobo Bambang Wen memberikan apresiasinya dalam hal ini kepada pemuda Muhammadiyah yang telah sukses menggelar kegiatan dengan menghadirkan tokoh Nasional seperti Mantan Ketua MPR RI tersebut.

 

Dalam ceramahnya Amien berpesan kepada seluruh warga Muhammadiyah di Wonosobo untuk selalu melakukan jihad dalam segala bidang, yaitu jihad ekonomi, jihad hukum, jihad politik sebagai upaya menuju masyarakat yang berkemajuan. Pentingnya warga politik sebagai upaya menuju masyarakat yang berkemajuan. Pentingnya warga Muhammadiyah dalam berjihad politik tegas Amien adalah agar warga Muhammadiyah lbih memahami lagi tentang permasalahan politik yang ada, sehingga pada akhirnya akan lebih bijaksana dalam ikut menentukan dan memilih seorang pemimpin. Selain sebagai pembicara utama, Amien Rais juga berkenan meresmikan berdirinya Pondok Pesantren Baitul 'Ilmi MTs Muhammadiyah Butuh sekaligus memberikan sumbangannya dalam bentuk uang tunai sebesar 100 juta rupiah. 

Subscribe to this RSS feed

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659