LRA 2017

A+ A A-

Santri Lirboyo Asal Wonosobo "Disangoni" 1200 Masker

Sebanyak 120 santri asal Wonosobo diberangkatkan, untuk kembali menimba ilmu di Ponpes Lirboyo Jawa Timur, setelah kurang lebih tiga bulan sebelumnya belajar dirumah masing-masing karena adanya pandemi Covid-19. Minggu (5/7) pagi, upacara pelepasan dipimpin langsung Bupati Wonosobo, Eko Purnomo di terminal wisata Mendolo. Bupati meminta para santri tetap jaga nama baik Kabupaten Wonosobo dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan di PonPes sembari berdoa agar mereka memperoleh ilmu yang bermanfaat di dunia dan sebagai bekal akhirat, berguna bagi agama dan bangsa. Dan nantinya ilmu yang sudah diperoleh dapat diterapkan ditengah-tengah masyarakat.

"Jaga nama baik Kabupaten Wonosobo dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan di PonPes semoga memperoleh ilmu yang bermanfaat di dunia sebagai bekal akhirat, berguna bagi agama dan bangsa, sehingga ilmu yang sudah diperoleh nantinya dapat diterapkan ditengah-tengah masyarakat", harapnya.

Bupati menyampaikan selamat jalan kepada para santri, sembari berharap agar mereka tetap sehat dan prima, baik dalam perjalanan maupun sampai di PonPes nantinya. Selain itu para santri diminta bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu, serta menjalani semua proses pembelajaran dengan baik. "Kami ucapkan selamat jalan, semoga tetap sehat, prima dalam perjalanan dan juga di Pondok nanti, bersungguhlah dalam menimba ilmu dan jalani rangkaian belajar dengan sebaik-baiknya", pesanya.

Eko Purnomo menambahkan, dalam proses pembelajaran di PonPes para santri agar selalu menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan. “Jangan lupa selalu jaga kesehatan, terapkan protokol kesehatan dalam keseharian, seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, istirahat yang cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda, Isnanto, menyampaikan bahwa para santri yang diberangkatkan telah memenuhi protokol kesehatan dan himbauan Pemerintah seperti penggunaan masker, membawa surat keterangan sudah melaksanakan karantina mandiri yang ditandatangani pemerintah Desa dan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan/Puskesmas di Wonosobo. Selain itu, dalam upaya pencegahan dan perlindungan diri dari penyebaran virus corona, para santri juga di bekali 1200 masker, yang diberikan masing-masing 10 buah.

Fairuz Mengajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Terhadap Sesama

"Mari kita tingkatkan semangat kepedulian kita kepada sesama, tidak hanya dengan kegiatan ketahanan pangan saja. Namun, masih banyak lagi kegiatan lain yang bisa kita laksanakan dalam progam Jogo Tonggo Wonosobo Biso. Sehingga kita semua akan mampu melalui masa-masa berat pandemi Covid-19 ini, dengan tetap sehat, selamat dan saling mendukung satu sama lain". Demikian disampaikan Ketua TP. PKK Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo saat melakukan pantauan pasar gratis di Kp. Mulyosari Kelurahan Jaraksari, Jumat (3/7/2020).

Fairuz menyampaikan apresiasi yang tinggi, kepada seluruh warga masyarakat kelurahan jaraksari, beserta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pasar gratis tersebut. Sembari berharap, semangat kepedulian dan saling membantu, yang diwujudkan salah satunya melalui kegiatan pasar gratis Jogo Tonggo ini, bisa menjadi pemantik terlaksananya ragam kegiatan positif lainnya, untuk menciptakan ketahanan pangan di masa pandemi ini..

"Saya sangat bersyukur, karena di tengah pandemi ini, masyarakat Wonosobo masih mempunyai rasa empati terhadap sesama. Saya berharap, progam ini akan terus berjalan, tidak hanya di tempat ini, namun di seluruh wilayah di Wonosobo," ucapnya.

Fairuz meminta masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif, dan lebih peduli dalam melihat kondisi di sekitar lingkungan, jika ada warga yang mengalami kesulitan, segera lapor ke RT/RW serta perangkat desa/kelurahan setempat, agar semua dapat tertangani dengan cepat, baik dan tepat sasaran. Selain itu masyarakat diminta agar memperkuat komitmen bersama, meningkatkan kepedulian, kerjasama, dan kewaspadaan, terutama terhadap lingkungan sekitar, sehingga apa yang telah diupayakan pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di Wonosobo, sejauh ini, tidak sia-sia. "Namun saya juga prihatin, sepertinya kedisiplinan beberapa warga masyarakat sudah mulai kendor karena Wonosobo dalam beberapa hari ini nol penambahan kasus Covid-19. Perjuangan kita belum berakhir, penyebaran Covid-19 belum benar-benar berhenti," kata Fairuz.

"Jadi, saya mohon, demi kesehatan dan keselamatan diri, keluarga dan saudara-saudara di sekitar kita, mulai dari diri sendiri, dan dengan senantiasa mengingatkan satu sama lain, tolong tetap patuh pada himbauan pemerintah untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari, demi mempertahankan pencapaian nol penambahan kasus di Wonosobo, juga untuk mencegah penyebaran dari Covid-19 agar tidak lebih meluas lagi", tegasnya.

Tidak lupa Fairuz mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk benar-benar menghindari keramaian sampai pandemi ini benar-benar terkendali. "Mari saling mengingatkan, untuk selalu mengenakan masker, tetap menjaga jarak, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta selalu menjaga kebersihan tangan, dengan sering mencuci tangan memakai sabun pada air yang mengalir, saat memulai maupun mengakhiri aktivitas, dan sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah, kecuali terdapat kepentingan yang sangat mendesak," tutupnya.

Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum Terima Bantuan

Ditengah pandemi Covid-19 ini, lansia merupakan kelompok yang rentan, selain ibu hamil dan orang dengan penyakit penyerta. Oleh karena itu lansia harus lebih diperhatikan agar mereka dapat terhindar dari penularan Covid-19. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo, saat menyampaikan bantuan kepada Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum, bertempat di Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum, Cangkring, Kelurahan Wadaslintang, Kamis (2/7/2020).

Pada kesempatan itu Fairuz Eko Purnomo juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi mendalam kepada  Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial PMD Kabupaten Wonosobo, dan segenap pihak terkait, yang selama ini telah memberikan dukungan dan sokongan pada LKKS Kabupaten Wonosobo. Mudah-mudahan segala bantuan dan dukungan yang diberikan selama ini, dapat memberikan motivasi, dorongan, dan manfaat, utamanya di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, kepada segenap jajaran Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum, yang selama ini telah ikhlas dan berjiwa besar, dalam mendedikasikan diri untuk membantu dan merawat para lansia. Semoga segala kebaikan saudara sekalian, akan mendapat balasan kebaikan pula dari Allah SWT. Amin ya rabbal 'alamin,” ungkap Fairuz.

Fairuz juga mengajak kepada para lansia, untuk bersama-sama berjuang, dengan menjaga kedisiplinan, agar pandemi ini dapat terkendali dan sesegera mungkin dapat teratasi, melalui kepatuhan dalam melaksanakan himbauan pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan, serta kesabaran dalam beradaptasi pada kondisi ini, demi mencegah penyebaran dari Covid-19 agar tidak lebih meluas lagi.

“Kesehatan dan keselamatan diri adalah yang utama harus kita jaga, sehingga kita masih bisa berusaha, membangkitkan kembali perekonomian dan perputaran roda kehidupan sosial kita seperti sediakala, tentunya dengan beberapa penyesuaian kebiasaan di dalamnya,” pungkas Fairuz.

Sementara sekretaris Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Wonosobo, Retno Eko SN, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan kepada Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum adalah 100 paket senilai @300 ribu rupiah, berupa beras 10 Kg, 4 bungkus mie instan, 1 liter jus, 1 kaleng roti, 1 goodi bag, yang berasal dari Kementerian Sosial, serta APD yang berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. “Semoga bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini, bisa bermanfaat bagi para lansia di Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum di tengah pandemi Covid-19. Meski tidak seberapa tetapi ini wujud kepedulian pemerintah kepada para lansia,” ungkap Retno Eko.

Pada kesempatan itu Ketua pengurus Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum, Watmin, menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada pondok asuh lansia ini. Dimana Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum saat ini berusia 7 tahun, dengan anggota atau lansia yang diasuh sebanyak 130 lansia dari kecamatan Wadaslintang dan sekitarnya dan 5 lansia yang menetap di Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum. Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Asuh Lansia Baniy Maksum berupa kegiatan kesehatan seperti olahraga dan cek kesehatan, kegiatan keagamaan, kegiatan ketrampilan menjahit serta kegiatan kewirausahaan.

Ketua MUI Wonosobo Minta Sekda Untuk Memilih ASN Terbaik Dalam Setiap Pengisian Jabatan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wonosobo, Dr Muchothob Hamzah, M.M., dalam ceramahnya menyampaikan banyak hal tentang kehidupan manusia. Terkait ibadah, pekerjaan, kewajiban dan hak, cita-cita atau visi serta hubungan antara manusia dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia yang lain. Hal ini disampaikanya saat mengisi tausyiah Sarasehan Ulama' Umaro' dan Pembukaan Amal Infaq Yakaumi periode 223, di Pendopo Bupati, Rabu (1/7/2020) malam. Yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan.

Dikatakan Muchothob Hamzah yang lebih akrab disapa Abah Khotob, ASN harus mempunya visi yang jauh dalam bekerja. Bukan hanya visi sebatas lama jabatan saja. Namun lebih jauh lagi hingga memikirkan sesudah mati, saat setelah meninggalkan kehidupan dunia ini. Karena disana nantinya pertanggungjawaban tentang apa yang telah dilakukan di dunia, yang pasti akan dipertanyakan. "Orang yang cerdas menurut Rasulullah S.A.W, adalah orang yang berfikir jauh, memiliki visi jauh kedepan hingga setelah mati", katanya.

Di setiap pekerjaan, dalam bekerja harus di landasi ibadah, karena dengan landasan tersebut semua akan terasa ringan dan pasti ada barokah. Dengan kata lain, nilai-nilai ibadah harus melekat pada setiap pekerjaan, pada setiap langkah, dan tindakan. Dan jikalau menjadi sorang pimpinan harus melekat disetiap kebijakan yang diambil.

Selain itu, yang terpenting menurutnya adalah harus bisa membedakan antara kewajiban dan hak, dimana saat ini yang terjadi kebanyakan mendahulukan hak lebih dulu daripada kewajiban. "Islam tidak mengajarkan hal itu, tapi lakukan kewajiban, tunaikan yang baik dahulu baru hak nanti ada kemudian. Jabatan akan datang jika kewajiban telah ditunaikan dengan baik, karena dia sadar, setelah kewajiban ditunaikan ada pertanggungjawaban, dan bukan hanya kepada pimpinan saja namun kepada Alloh SWT," ungkapnya.

"Seorang ASN yang mendahulukan kewajiban tidak akan punya ambisi memaksakan diri dalam jabatan, dia bisa menempatkan atau memposisikan diri pantasnya dimana. Jika hanya sekedar keinginan tidak akan menjamin. Karena sudah ada kapasitas sendiri-sendiri", tegasnya.

Abah berpesan, "Oleh karena itu, kepada Pak Sekda, pilihlah orang-orang terbaik dalam menduduki jabatan, karena pemimpin itu membawa pengaruh ke bawah atau mrembes, kalau pemimpinnya baik insya Allah anak buahnya juga baik", pesanya.

7 Remaja Terpilih Jadi Duta GenRe Wonosobo 2020

Seleksi Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Wonosobo Tahun 2020 akhirnya memasuki tahap akhir, yaitu Grand Final Apresiasi yang dihelat di Ballroom Harvest Front One pada Rabu (1/7/2020). Terpilih sebagai Duta GenRe untuk tahun ini, 4 remaja putra dan 3 remaja putri, yang dinilai memiliki kecakapan dan keterampilan untuk membantu pemerintah, dalam upaya meningkatkan indeks pengetahuan reproduksi remaja melalui pemanfaatan media ramah remaja. “Duta GenRe terpilih kami harapkan untuk juga dapat meningkatkan jumlah akses informasi terkait kesehatan reproduksi pada para remaja, serta menurunkan ASFR, atau Age Specific Fertility Rate alias angka kelahiran pada perempuan usia 15-19 Tahun,” tutur Asisten Pemerintahan Setda, M Aziz Wijaya, yang hadir mewakili Bupati untuk membuka ajang grand Final.

Para duta GenRe terpilih yang sebelumnya telah melewati sejumlah tahapan seleksi secara virtual dalam situasi new normal Pandemi Covid-19, menurut Azis juga mesti berperan sebagai role model, atau teladan bagi remaja-remaja lain sebaya, khususnya dalam hal pemahaman terhadap kesehatan reproduksi remaja. “Duta Generasi Berencana ini mesti aktif di pusat informasi konseling remaja, serta aktif pada upaya-upaya promotif melalui media digital yang relevan seperti medsos maupun website,” lanjut Aziz. Peran penting Duta GenRe dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi pada remaja, disebut Azis akan menjadi bekal penting bagi Bangsa Indonesia dalam menghadapi era emas 2045, yaitu harapan akan terwujudnya bonus demografi dimana jumlah penduduk di usia produktif mencapai puncak. Karena itulah, lima transisi kehidupan remaja, mulai dari melanjutkan pendidikan, membangun karir, membina keluarga kecil bahagia dan sejahtera serta menerapkan pola hidup bersih sehat dan bersosialisasi kepada masyarakat, disebut Aziz mesti dipahami dan disebarluaskan kepada sebaya oleh para duta GenRe Kabupaten Wonosobo.

Dari hasil penilaian para juri pada tahap Grand Final yang diikuti 15 peserta, terpilih 7 remaja dalam kategori Juara 1, 2, 3 serta Duta Favorit, Duta Influencer dan Duta Berbakat. Untuk Juara Pertama putra dan putri terpilih, adalah Achmad Rifki dan Nurul Hidayah. Sementara Juara kedua putra - putri adalah Lazuardo Agam Perbawa dan Nunung Latifah, serta Juara ketiga adalah Alfa Agus S dan Rani Setyani. Selain itu, dipilih pula Duta Genre kategori Favorit yang dinilai dari popularitas mereka di media sosial, yaitu Lazuardo Agam dan Nurul Hidayah. Terpilih pula Duta GenRe Berbakat yaitu Alfa Agus S dan Rani Setyani, serta Duta GenRe Influencer yaitu Pratama Bagus Syahputra dan Nunung Latifah.

Subscribe to this RSS feed