LRA 2017

A+ A A-

Bupati Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Rumah

Bupati Wonosobo Eko Purnomo bersama jajaran, BPBD, Bagian Kesra Setda serta PMI berikan bantuan sebagai bentuk perhatian kepada korban musibah Kebakaran rumah di Dusun Kandangan, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran Kamis (10/10) sore.

Adapun bantuan yang diberikan dari BPBD, PMI berupa, sembako, lauk pauk, bahan bangunan, selimut, tikar, terpal, matras dan lain sebagainya. 

Dari Pemerintah Daerah sendiri melalui Bagian Kesra Setda, selain barang juga memberikan bantuan berupa uang untuk empat rumah yang terbakar masing-masing lima juta rupiah. "Sesuai petunjuk dan perintah Pak Bupati, melalui Bagian Kesra akan memberikan bantuan berupa uang lima juta rupiah per-rumah", demikian disampaikan Kabag Kesra Isnanto.

Bupati berharap dengan bantuan tadi bisa meringankan beban warga yang rumahnya terbakar. "Semoga bantuan ini bisa meringankan bagi masyarakat yang terkena musibah", katanya.

Selain itu, Bupati meminta kepala dusun Kandangan agar menggerakan warganya untuk melakukan gotong-royong serta menghimbau dan berpesan kepada warga masyarakat, supaya selalu berhati-hati jika meninggalkan rumah. "Saya minta Pak Kadus menggerakan warganya untuk bergotong-royong, dan menghimbau warga masyarakat semua untuk selalu berhati-hati jika meninggalkan rumah".

Sementara itu menurut laporan yang di sampaikan Koramil Sapuran kepada Kodim 0707 Wonosobo menceritakan kronologi kejadian berawal saksi 1 sekira pukul 16.30 WIB bermaksud mencari keberadaan anaknya yang masih kecil, sesampai di dekat TKP, saksi melihat ada kepulan asap yang membumbung ke udara, saat saksi mendekat ke arah kepulan asap, saksi melihat sudah ada kobaran api di rumah korban, seketika itu saksi langsung lari menuju Masjid untuk menyiarkan adanya kejadian kebakaran tersebut, tidak lama kemudian secara bersama-sama warga melakukan pemadaman secara manual dan api berhasil dipadamkan setelah 1 jam kemudian, namun api sudah menghabiskan 4 bangunan rumah. 

Ke 4 bangunan rumah terbuat dari batu kali dengan ukuran 6 x 9 M. Selain 4 rumah, juga ada 2 (dua) buah kandang kambing yang habis terbakar berikut dengan kambingnya 6 ekor.

Dari hasil cek TKP tidak ada saksi yang mengetahui asal sumber api karena saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong ditinggal kerja di ladang. Sedangkan sumber api, saat ini masih dalam penyelidikan intensif pihak Kepolisian Polsek Sapuran. Untuk sementara kerugian materi ditaksir sekitar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

PMI Berikan Penghargaan Kepada Pendonor Terbanyak

Palang Merah Indonesia (PMI) Wonosobo memberikan apresiasi khusus kepada para pendonor darah yang telah melakukan donor dengan kali terbanyak. Penyerahan peghargaan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo kepada para pendonor pada acara Temu Donor Darah dan Pengukuhan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) di Pendopo Bupati Selasa (8/10) siang.

Bupati sampaikan, ucapan terima kasih kepada para pendonor yang dengan sukarela memberikan darahnya dengan ikhlas, tanpa mengetahui siapa yang menerima darahnya.

"Saya ucapkan terimakasih kepada para pendonor darah, yang dengan sukarela memberikan darahnya, mereka merupakan pahlawan kemanusiaan. Pemberian mereka  bersifat tulus ikhlas, tanpa melihat siapa mereka yang menerima dan tidak membedakan apapun juga," ucapnya.

Selain itu, atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, ucapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada segenap jajaran Pengurus Palang Merah Indonesia Wonosobo, para tokoh dan pejuang sosial kemanusiaan di bidang donor darah, atas jasa, peran dan kontribusinya selama ini untuk masyarakat Wonosobo.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kabupaten Wonosobo periode 2019-2024. Terkait itu, Bupati berharap semoga dengan kepengurusan yang baru, dapat menjalankan tugas dengan baik, amanah, dan penuh tanggung jawab, demi sosial kemanusiaan. Serta berharap perhimpunan ini bisa memberikan masukan yang positif berkaitan dengan kegiatan Donor Darah, dan dapat berperan aktif dalam membantu para kelompok donor darah sukarela di wilayah serta masyarakat Wonosobo pada umumnya.

Tahap Akhir Masterplan Smartcity, Pemkab Teken Komitmen Bersama Lintas Elemen

Tahap keempat Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Smart City Wonosobo, akhirnya terlaksana pada Selasa (8/10). Di tahapan akhir rencana induk Kota Cerdas tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo, mulai dari Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah beserta para pimpinan OPD, Camat, sejumlah Kades hingga Rektor UNSIQ dan perwakilan elemen masyarakat lainnya, menandatangani piagam komitmen bersama. Kepala Dinas Kominfo, Eko Suryantoro menerangkan, penandatanganan tersebut menjadi titik awal komitmen seluruh komponen masyarakat untuk mengawal masterplan, agar benar-benar sampai pada tahapan implementasi dan aksi nyata Kota Cerdas.

Setelah empat tahapan bimbingan teknis penyusunan rencana induk (Masterplan) Smart City dilalui, Eko menuturkan pihaknya berupaya untuk menggandeng semua untuk meneguhkan komitmen secara bersama-sama, mengingat proses panjang menuju Kota Cerdas tidak akan dapat berjalan tanpa dukungan dari seluruh komponen. “Smart City ini bukan milik Kominfo atau Bappeda maupun OPD atau Pemerintah Daerah saja, melainkan menjadi kepentingan semua pihak sehingga nantinya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat Wonosobo,” beber Eko saat ditemui di sela Bimtek tahap keempat di Ruang Mangoenkoesoemo Setda. Karena itulah, dalam plakat kesepakatan bersama yang diawali dengan tandatangan Bupati tersebut, menurut Eko juga melibatkan lintas unsur sampai ke penyedia jasa jaringan telekomunikasi, komunitas, akademisi, bahkan sampai Kepala Desa, Wartawan, aktivis media sosial dan tokoh-tokoh masyarakat.

Keinginan untuk mewujudkan Wonosobo sebagai Kota Pintar (SmartCity) tersebut, selaras dengan arahan Bupati Wonosobo. Melalui Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo, Bupati berharap agar tuntasnya penyusunan Masterplan tersebut segera disambut dengan tindak lanjut berupa aksi nyata di lapangan. Sejumlah dinas yang memiliki kaitan erat dengan pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Satpol PP, Kantor Kesbangpol, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan menurut Andang selayaknya menjadi prioritas dalam implementasi program Kota Cerdas. Hal itu, menurutnya tidak dapat dilepaskan dari kriteria Kota atau Kabupaten Cerdas, yaitu mampu memenuhi standar minimal pelayanan dasar yang meliputi kebutuhan infrastruktur umum, penganggulangan permasalahan sosial, hak atas keamanan dan ketenteraman serta ketertiban umum, pendidikan, dan kesehatan. “Kelima standar minimal pelayanan dasar itu saya harap bisa dipenuhi dulu, sehingga masyarakat akan merasakan lebih mudah dalam mengaksesnya, sehingga nanti langkah kedepan bakal lebih mudah,” tandasnya.

Dua Pelajar Wonosobo Ikuti PENTAS PAI Tingkat Nasional

Dua pelajar Wonosobo ikut mewakili Jawa Tengah pada Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) Tingkat Nasional IX tahun 2019. Event Nasional para siswa sekolah ini akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan 9-14 Oktober 2019.

Dengan didampingi guru siswa, Kabag Kesra Setda Wonosobo, dari Dinas Pendidikan, kedua pelajar yaitu Muhammad Naufal Mafaza dari SD Al-Madina dan Fidda Syahidah Fillah dari SMP N 1 Kejajar, berkesempatan berpamitan kepada Bupati Wonosobo. Bertempat di Pendopo Bupati, Senin (7/10).

Saat melepas kafilah, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat atas apa yang telah dicapai dan yang akan dilaksanakan. Bupati juga berpesan agar dalam mengikuti perlombaan lakukan dengan sungguh sungguh dan semaksimal mungkin. "Ikuti perlombaan dengan sungguh sungguh, jaga kesehatan, dan jangan lupa berdoa serta meminta restu dari orang tua, bawa nama baik Wonosobo. karena pemerintah sangat bangga dengan apa yang telah kalian capai dan akan kalian laksanakan," pungkas Eko Purnomo.

Sementara pada kesempatan itu Kepala Bagian Kesra Setda Wonosobo, Isnanto, menyampaikan bahwa kedua siswa Wonosobo itu akan ikut mewakili Jawa Tengah pada PENTAS PAI Tingkat Nasional yang merupakan ajang 2 tahunan. Kedua siswa tersebut adalah Muhammad Naufal Mafaza, siswa kelas VI, SD Al Madina Wonosobo, yang akan turun pada kelas Musabaqoh Hifzhil Qur'an (MHQ) tingkat SD dan Fidda Syahidah Fillah, siswa kelas IX, SMP N 1 Kejajar, yang akan turun pada kelas MHQ Tingkat SMP.

Bupati Minta Kepada OPD Agar Terus Kembangkan Birokrasi Yang Inovatif

Bupati Wonosobo ucapkan terima kasih kepada para pimpinan OPD beserta jajaranya yang telah bekerja dengan baik dan terus berinovasi, sehingga pemkab beberapa kali telah mendapatkan penghargaan di tingkat regional maupun nasional.  

"Pertahankan dan terus kembangkan birokrasi yang inovatif demi pemenuhan pelayanan publik yang lebih optimal dan nyata".

Demikian disampaikan Eko Purnomo saat membuka Rakor Pemerintahan Umum di Pendopo Bupati Belakang, Senin (7/10) pagi.

"Kepada para pimpinan OPD saya tak jemu mengingatkan agar memahami betul alur koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas, mulai dari Asisten-Sekda,  sampai dengan Bupati. Para asisten agar dapat mengkoordinir, membina, mengarahkan OPD yang ada di bawah koordinasinya dalam pemenuhan tanggung jawabnya sesuai dengan Perjanjian Kinerja yang telah disepakati. Para Staf Ahli Bupati saya harapkan pula dapat memberikan sumbangsih pemikirannya dalam setiap proses pembangunan sesuai dengan bidang tugasnya", pintanya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah membangun sistem dalam berbagai bidang pemerintahan, baik dalam tata kelola keuangan, tata kelola layanan dan informasi publik, pengadaan barang jasa maupun kepegawaian, yang semua itu merupakan komitmen bersama, untuk menunjukkan transparansi serta akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. 

Sampai saat ini telah memiliki dan mengembangkan 90 (sembilan puluh) sistem informasi, yang berfungsi untuk memberikan informasi secara global, sesuai dengan kebutuhan secara realtime dan cepat. Semua sistem yang terintegrasi sudah dibangun, termasuk dalam hal pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Selain itu juga terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan sampai tahapan pertanggungjawaban.

"Saya ingin, kedepan kita semua lebih paham dan mengerti, alur kegiatan–kegiatan yang bersifat teknis dan prinsip dalam pengelolaan manajemen pemerintahan sesuai regulasi yang ada". 

"Oleh karenanya, Saya minta kepada Inspektorat Kabupaten Wonosobo, untuk terus melaksanakan pendampingan, sehingga perangkat daerah bisa meminimalisir berbagai permasalahan di masing–masing perangkat daerah dengan menjalankan fungsi pengawasan internal secara optimal.

Hal senada di katakan Sekda Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo, agenda rakor pemerintahan umum ini dilakukan guna menyatukan persepsi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Wonosobo. Karena menurutnya masih banyak hal yang harus dikerjakan, shingga sesuai yang dikatakan Bupati, saat ini harus fokus pada RPJMD, fokus pada pelayanan terhadap masyarakat serta fokus kerja. Andang menegaskan agar anggaran dikelola dengan efisien efektif dan akuntabel. "Kita disini bersam-sama untuk menyatukan persepsi terkait penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Wonosobo, kita tahu bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita rampungkan bareng-bareng dan sesuai perintah Pak Bupati saat ini kita harus fokus pada RPJMD, fokus pada pelayanan terhadap masyarakat dan fokus kerja, serta anggaran harus dikelola dengan efisien efektif dan akuntabel", katanya.

Atap Rumah Warga Di Butuh Lor Diterbangkan Lesus

Rumah milik Bonari (35), warga RT 24 RW 8 Desa Butuh Lor, Kecamatan Kalikajar rusak di bagian atap akibat disapu angin puting beliung pada Rabu (2/10) pagi. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan itupun harus merelakan kandang ternak nya rusak berat akibat ditimpa atap rumah. Beruntung, warga setempat sigap menolong dengan gotong royong membantu memperbaiki kerusakan pada atap. Camat Kalikajar, Bambang Triyono yang mendatangi lokasi musibah mengaku sangat apresiatif dengan respon cepat warga dan jajaran Polsek serta Koramil setempat dalam memberikan bantuan kepada Bonari.

“Akhir-akhir ini memang angin puting beliung sering melanda wilayah atas Kalikajar, sehingga dibutuhkan kesigapan warga mayarakat, utamanya apabila terjadi seperti di Butuh Lor ini,” tutur Bambang. Sejumlah material seperti seng dan kayu-kayu yang beterbangan dibawa angin, menurutnya juga cepat dikumpulkan kembali oleh warga untuk kemudian digunakan untuk membetulkan bagian atap rumah Bonari. Melihat kekompakan warga tersebut, Bambang yang mengunjungi lokasi bersama Kapolsek dan Danramil Kalikajar mengaku optimis dalam satu hari kerusakan rumah Bonari dapat diatasi, mengingat dalam pengerjaannya juga tidak trdapat kendala berarti.

Untuk kedepan, Bambang bersama jajaran Muspika Kalikajar mengaku akan lebih intensif dalam melakukan upaya sosialisasi agar ada upaya penanggulangan bencana seperti angin puting beliung secara lebih menyeluruh. “Koordinasi dengan BPBD dalam upaya edukasi kepada warga masyarakat di wilayah Kalikajar, agar nantinya lebih tanggap dan sigap ketika terjadi musibah, sehingga meminimalisir dampak kerugian maupun korban,” tandasnya.

(Jurnalisme Warga – Camat Kalikajar, Bambang Triyono, SE, MM) 

TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2019 Dimulai

Kodim 0707/Wonosobo menggelar upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2019 di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Rabu (02/10/2019). Dalam upacara tersebut, bertindak selaku inspektur upacara Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo.

Kegiatan TMMD yang direncanakan selama satu bulan (2-31/10) tersebut diarahkan pada pembangunan fisik dan non fisik. Pembangunan Fisik kali ini menyasar pekerjaan pengerasan jalan sepanjang 750 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan jamban sebanyak 174 unit, rehab Pos Kamling sebanyak 2 unit, rehab rumah tidak layak huni sebanyak 20 unit dan penanaman pohon sebanyak 10.000 bibit.

Sedangkan kegiatan non fisik meliputi penyuluhan tentang bela negara, kamtibmas, wajib belajar pendidikan dasar, tentang pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan dan hidup sehat, peningkatan kapasitas bagi anggota linmas, pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan perpustakaan keliling dan gelas seni budaya.

Sementara sasaran program TMMD kali ini selain peningkatan sarana dan prasarana di wilayah, peningkatan pelayanan kesehatan dan lingkungan tidak kalah penting yakni memasyarakatkan teknologi tepat guna di daerah sasaran untuk menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat yang mandiri di daerah.

Selain itu untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk berbudaya gotong-royong dan berpartisipasi aktif membangun wilayahnya sendiri. Meningkatkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta kesadaran bela negara. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berbudaya disiplin dan tertib hukum dalam rangka meningkatkan stabilitas keamanan.

Sekda Wonosobo menegaskan, sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti ini menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.

 

Program TMMD inilah bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan, serta kegotong royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan kita hari ini. Karena mengatasi kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan daulat pangan dan energi, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara baik, memberantas narkoba, memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme, tidak mungkin hanya mengandalkan peran Pemerintah Pusat saja, TNI/Polri saja, atau Pemerintah Daerah saja. Semua mesti keroyokan, dan semua mesti bersinergi serta bekerjasama bersama rakyat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

Hari Pungut Sampah Internasional, Papelink Gandeng Lintas Elemen Bersihkan Pasar Induk

Paguyuban Penggiat Lingkungan (Papelink) ASRI Wonosobo memperingati Hari Pungut Sampah Internasional 2019 dengan membersihkan kawasan Pasar Induk dan seputaran Masjid Jami’, bersama sejumlah elemen masyarakat, Jumat (27/9) lalu. Diharapkan, dengan kegiatan yang diikuti pula oleh Aparat Sipil Negara dari Rutan Wonosobo beserta warga binaannya tersebut, akan mampu meningkatkan budaya hidup bersih dan peduli terhadap sampah yang ada di lingkungan sekitar. Astuti Farida, Ketua Papelink ASRI menyebut inisiatif untuk menggelar peringatan Hari Pungut Sampah Internasional mendapat dukungan dari banyak pihak.

“Untuk kegiatan aksi bersih-bersih dalam rangka HPSI 2019 kami menggandeng seitar 400 orang dari unsur TNI KODIM 0707, Wanita Hasanah Wonosobo, Dharma Wanita Persatuan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Pemerintah Kelurahan Wonosobo Barat, warga masyarakat Kliwonan, Paguyuban Pedagang pasar Induk, serta Paguyuban PKL sekitar alun-alun dan Bank Sampah Prajuritan Bawah,” terang Astuti ketika ditemui di sela kegiatan rutin Papelink ASRI, Rabu (2/10).

Area seputar pasar Induk, mulai dari jalan tengah di sekitar Rutan, depan Masjid Jami’, hingga taman di kawasan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah, menurut Astuti menjadi sasaran kegiatan bersih-bersih. Dari peringatan Hari Pungut Sampah, yang secara internasional disebut sebagai World Clean Up Day tersebut, ia juga mengakui ternyata selama ini warga masyarakat banyak yang belum mengerti bahwa di setiap bulan September ada moment penting sebagai bagian dari Hari Lingkungan Hidup Dunia. “Dari aktivitas bersih-bersih di seputaran pasar tersebut, kita semua juga berharap agar masyarakat makin menyadari bahwa sampah juga menjadi problem warga dunia, yang memerlukan pemikiran bersama serta aksi nyata,” tandasnya.

(Jurnalisme Warga – Papelink ASRI Wonosobo – Astuti Farida)

Subscribe to this RSS feed