Seputar Wonosobo

A+ A A-

PIK-R Assyifa MTs Maarif Sapuran Masuk 3 Besar Se-Jawa Tengah

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) MTs Ma’arif Sapuran dinilai berpotensi  untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam lomba PIK-R Tingkat Nasional Jalur Pendidikan Tahun 2017. Namun untuk melangkah ke arah itu, PIK Assyifa mesti menjadi yang terbaik di antara 3 nominasi serupa, dan menjalani penilaian tahap akhir pada Kamis (26/4). Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PP dan PA), Junaedi mengaku optimis PIK-R Assyifa mampu menembus kancah Nasional, meski kompetisi di lingkup 3 besar sangat ketat. “Harapannya tentu kita mampu tampil menjadi yang terbaik dan maju ke tingkat Nasional, namun tentu itu tidak mudah dan perlu kerja keras,” jelas Junaedi saat ditemui di tengah acara penilaian oleh Tim Juri Provinsi Jateng, di MTs Maarif Sapuran.

Kartini Kalikajar Pasarkan Hasil Kerajinan Via Online

Tim Penggerak PKK Kelurahan Kalikajar memaknai peringatan Hari Kartini secara lebih mendalam. Tak sekedar mengenang dengan kegiatan seremonial, para kader memilih untuk berinovasi dan berkreasi nyata, dengan beragam aktivitas. Hal tersebut terlihat jelas ketika pada Rabu (26/4) sejumlah kegiatan ditampilkan, seperti lomba kreasi pakaian berbahan kertas bekas, lomba paduan suara, sampai meembuka koperasi untuk mewadahi beragam produk hasil kreasi kaum ibu di kelurahan setempat.

Kelompok Informasi Masyarakat Dituntut Kuasai Etika Komunikasi

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo terus berupaya mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penguasaan informasi dan komunikasi. Sejumlah elemen, yang tergabung dalam kelompok informasi masyarakat (KIM), diharapkan turut berperan aktif dalam mengupayakan hal tersebut. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Bambang Sutejo menegaskan perihal pentingnya pengelola KIM menguasai etika komunikasi dan pengelolaan informasi tersebut,  Selasa (25/4). Bertindak selaku salah satu narasumber pelatihan jurnalistik untuk 45 pengurus KIM dari 15 Kecamatan se-Wonosobo, yang digelar Bidang IKP di ruang rapat utama Diskominfo, Bambang memaparkan kaitan penguasaan etika komunikasi dengan pengelolaan informasi.

Mengikuti Acara Pencanangan PKK-KKBPK-Kesehatan di Ngalian Kepil Pakai Suntik Takut Gemuk, Akseptor Lebih Pilih Implant Untuk KB Jangka Panjang

Alat kontrasepsi jenis implant, atau yang biasa disebut juga dengan istilah KB susuk oleh sebagian pihak, ternyata masih menjadi pilihan utama bagi banyak wanita. Selain lebih simpel cara pasangnya, implant dinilai tidak berefek menyebabkan kegemukan. Perihal pilihan alat kontrasepsi (alkon) tersebut, tampak ketika pada Selasa (18/4), tak kurang dari 150 wanita mengikuti safari pencanangan Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga- Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga dan Kesehatam (PKK-KKBPK-Kes) di Desa Ngalian, Kecamatan Kepil. Lebih dari 90 % dari peserta yang mendaftarkan diri sebagai akseptor baru, memilih untuk menggunakan metode implant sebagai perencanaan keluarga jangka panjang.

 

Kartini Indonesia Harus Berani Deteksi Dini Kanker

 

                Untuk menciptakan kartini masa kini yang bebas kanker, panitia Hari Kartini Kabupaten Wonosobo mengadakan Pemeriksaan IVA di dua Puskesmas yakni Puskesmas Wonosobo I  pada tanggal 20 – 21 April 2017 dan Sapuran Kamis, 20 April 2017. Pemeriksaan tersebut akan diikuti kurang lebih 250 an peserta di wilayah Puskesmas Wonosobo 1 dan 200 peserta wilayah Puskesmas Sapuran baik yang mempunyai BPJS maupun peserta yang belum memiliki BPJS.  Selain pemeriksaan IVA juga dilakukan deteksi dini kanker payudara papar Ny. Fairuz Eko Purnomo saat meninjau pemeriksaan IVA di Puskesmas 1 Wonosobo.

 

           Peninjauan tersebut diikuti oleh Kepala BPKBPPPA, Kepala Dinas Kesehatan serta Ketua Organisasi Wanita di Wonosobo. Fairuz mengapresiasi positip dan mengucapkan terimaksih kepada BPJS dan Dinas Kesehatan atas bantuan dan kerjasamanya dalam pemeriksaan IVA tersebut. Fairuz  mengatakan “Ibu-ibu tidak perlu takut atau khawatir, karena ini merupakan upaya deteksi dini apakah terjangkit atau tidak,  dan jika dikatakan positif maka akan dirujuk ke RSUD untuk pemeriksaan selanjutnya’’.

 

 Sasaran dari pemeriksaan IVA sebanyak  112.144 orang dr usia 30-50 tahun. Fairuz berharap semua masyarakat Wonosobo mau melaksanakan pemeriksaan IVA setahun sekali untuk mencegah angka kesakitan. Dengan masyarakat sakit maka produktivitas akan menurun. Deteksi  dini bisa mencegah, karena mencegah lebih baik daripada mengobati tambah Fairuz.

 

 Sementara itu dr. Lilis Handayani Kepala Puskesmas Wonosobo 1 mengatakan pihaknya telah membuka secara rutin pemeriksaan IVA setiap hari rabu, dia  berharap agar masyarakat tidak sungkan untuk melaksanakan pemeriksaan, agar mengetahui sejak dini dan agar bisa ditangani dengan segera. Lilis menambahkan upaya untuk mencegah kanker yakni dengan istirahat yang cukup, aktivitas fisik yang cukup, kelola stress, perbanyak sayur dan buah yang artinya terapkan pola hidup sehat.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer (MPKP) BPJS KC Kebumen drg. Hubertus Genias Unggulion mengatakan bahwa ini merupakan kerjasama Antara BPJS Kesehatan dengan OASE dari Kabinet Kerja dan Kementrian Kesehatan. Untuk pemeriksaan IVA merupakan perlindungan kesehatan yang masuk promotif prefentif atau pencegahan. “Untuk itu Ibu-ibu tidak usah takut, karena ini merupakan deteksi dini. Jangan sampai bertambah parah, tambahnya.

Subscribe to this RSS feed

Log in or create an account


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 656

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/sobokab/website/libraries/joomla/filter/input.php on line 659